p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal jpki
Zulfahmidah Zulfahmidah
Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PkM Sosialisasi Bahaya Hiperkolesterol, Pengenalan Herbal Penurun Kolesterol, dan Pemeriksaan Kadar Kolesterol di Desa Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa Zulfahmidah Zulfahmidah; Sri Wahyuni Gayatri; Inna Mutmainna Musa; Nur Isra
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 3 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.114 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v3i2.191

Abstract

Tubuh manusia memerlukan kolesterol untuk terus memproduksi sel-sel yang sehat. Kadar kolesteroltinggi dalam darah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung seseorang, karena timbunan lemak padapembuluh darah. Timbunan lemak ini akan menghambat aliran darah dalam arteri, sehingga jantungbisa tidak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang dibutuhkan. Berbagai pengobatan untukmengatasi masalah hiperkolesterolemia telah banyak dilakukan di masyarakat. Salah satunyapengobatan modern menggunakan obat-obatan kimia buatan pabrik misalnya obat golongan statin,yaitu simvastatin. Simvastatin banyak digunakan sebagai obat penurun kolesterol. Pengobatan secaramodern ini bersifat destruktif (melemahkan organ tubuh), dan terbukti menimbulkan efek samping,sehingga masyarakat beralih ke pengobatan tradisional menggunakan tanaman obat yang murah,mudah didapat, efek samping kecil, tetapi tidak kalah manjur dengan obat-obatan buatan pabrik.Upaya skrining hiperkolesterolemia membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokterpemerintah, swasta maupun masyarakat diperlukan agar hiperkolesterolemia dapat dikendalikan.Sebagian besar masyarakat enggan untuk melakukan skrining hiperkolesterolemia. Penyebabkeengganan tersebut beragam, mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan,keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan pengabdianmasyarakat untuk memfasilitasi hal tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuandan pemahaman masyarakat mengenai bahaya hiperkolesterolemia, pengenalan bahan herbal penurunkolesterol. Kegiatan ini memberikan penyuluhan sosialisasi bahaya hiperkolesterolemia pada tubuhdan pemeriksaan kadar kolesterol di Desa Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa SulawesiSelatan. Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai bahayahiperkolesterolemia dan bahan herbal penurun kolesterol.
Penyuluhan DAGUSIBU sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa SMKN 05 Kabupaten Selayar Fajriansyah Fajriansyah; Yuri Pratiwi Utami; Zulfahmidah Zulfahmidah
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2021): September 2021 (Reuploaded Article Due to Website Crushed Down Months Ago)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.622 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v2i2.203

Abstract

DAGUSIBU merupakan prinsip yang harus diterapkan setiap orang dalam membeli, menggunakan, menyimpan dan membuang obat. DAGUSIBU singkatan dari DApatkan, GUnakan, SImpan, Buang obat dengan baik dan benar. Tujuannya adalah untuk mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan obat dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para peserta tentang cara mendapatkan, menggunakan, membuang dan menyimpan obat dengan baik dan benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu metode pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA). Waktu Pelaksanaan kegiatan pada hari Sabtu, tanggal 07 Agustus 2021 di ruang pertemuan SMK Negeri 05 Selayar. Tahapan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pengenalan masalah, pemberian materi, diskusi tanya jawab, pembagian doorprize dan buku saku. Total peserta yang hadir yaitu 67 orang terdiri dari siswa, guru dan karyawan sekolah. Penyuluhan DAGUSIBU yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Hal ini terlihat dari keaktifan dan antusiasme peserta dalam menyimak materi dan mengajukan pertanyaan.