Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KAJIAN DRUG RELATION PROBLEM (DRPs) KATEGORI INTERAKSI OBAT, OVER DOSIS DAN DOSIS SUBTERAPI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUP UNIVERSITAS HASANUDDIN ., Fajriansyah
PHARMACON Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.11228

Abstract

KAJIAN DRUG RELATION PROBLEM (DRPs) KATEGORI INTERAKSI OBAT, OVER DOSIS DAN DOSIS SUBTERAPI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUP UNIVERSITAS HASANUDDIN Fajriansyah1), hadijah Tahir2), Almi Kombong3) 1)Akademi Farmasi Kebangsaan Makassar 2)RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 3)Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar   ABSTRACT Congestive Heart Failure (CHF) is the condition where the heart gets the failure to pump out the blood to fulfill the body need adequately due to the congestive heart muscles disorder followed by abnormal blood volume increase as well as the heart interstitial liquid. Drug Related Problems is an event or a condition in which drug therapy has potential or can apparently affect the result of therapy to be achieved. This research aimed to obtain the percentage of drug related problems on category of drug interaction, overdoses and sub-therapy dose for patients of congestive heart failure. The research method employed was descriptive observation by which the data collected retrospectively since July to August 2015 in Hasanuddin University Hospital. Data was obtained from medical records of the long-stay patients during July to August 2015. The research data was the CHF patient cure profile. The data analysis employed medicine use standard based on disease therapy standard and scientific literature. The analysis was conducted to medical records of 25 patients. The age characteristics comprised 26-35 years of age 3 patients (15%), 46-55 years of age 5 patients (20%), 56-65 years of age 6 patients (24%), above 65 years of age 12 patients (48%). The gender characteristics comprised 12 male patients (48%) and 13 female (52%). The result of the research showed that there where 22 drug related problems occurrences consisting of 14 drug interaction category (63,63%), 5 overdose category (22,72%) and 3 sub-therapy dose category occurrences (13,63%). Key words : Drug Related Problems,CHF, Hasanuddin University Hospital ABSTRAK Gagal jantung kongestif (GJK) adalah suatu keadaan dimana jantung tidak dapat memompa darah yang mencukupi untuk kebutuhan tubuh.Drug Related Problem merupakan suatu peristiwa atau keadaan dimana terapi obat berpotensi atau secara nyata dapat mempengaruhi hasil terapi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase Drug Related Problem kategori interaksi obat, overdosis dan dosis sub terapi pada pasien GJK. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional, dimana pengambilan data dilakukan secara retrospekstif pada bulan Juli sampai Agustus 2015 di RS Universitas Hasanuddin.Analisa data menggunakan standar penggunaan obat berdasarkan standar terapi penyakit dan literatur ilmiah.Analisis Drug Related Problem dilakukan terhadap data rekam medis dari 25 orang pasien. Karakteristik pasien yang dilihat meliputi usia dan jenis kelamin. Karakteristik usia meliputi usia 26-35 tahun sebanyak 2 pasien (8%), usia 46-56 tahun sebanyak 5 pasien (20%), usia 56-65 tahun sebanyak 6 pasien (24%), usia >65 tahun sebanyak 12 pasien (48%) dan karakteristik jenis kelamin meliputi pria sebanyak 12 pasien (48%) dan wanita 13 pasien (52%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 kejadian Drug Related Problem meliputi 14 kejadian kategori interaksi obat (63,63%), 5 kejadian kategori overdosis (22,72%) dan 3 kejadian kategori dosis sub terapi (13,63%). Kata kunci :Drug Related Problem, GJK, RS Universitas Hasanuddin  
Hubungan Obesitas dan Stress Oksidatif Zulfah Midah; Fajriansyah Fajriansyah; Armanto Makmun; Rasfahyana Rasfahyana
UMI Medical Journal Vol 6 No 1 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i1.140

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2016, lebih dari 1,9 miliar manusia dewasa berusia diatas 18 tahun menderita kelebihan berat badan dan >650 juta diantaranya menderita obesitas. Menurut hasil riset kesehatan dasar atau Riskesdas 2018 tingkat obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat menjadi 21,8 persen. Prevalensi ini meningkat dari hasil Riskesdas 2013 yang menyebut bahwa angka obesitas di Indonesia hanya mencapai 14,8 persen. Hasil: Obesitas dapat menimbukan keadaan yang dinamakan stres oksidatif yaitu merupakan keadaan dimana terjadi peningkatan radikal bebas yang tidak diimbangi oleh peningkatan antioksidan di dalam tubuh. Terdapat beberapa kondisi pada obesitas yang dapat memicu stress oksidatif, diantaranya: Hiperglikemik, hiperlipidemia, chronic low grade inflammation, hiperleptinemia, peningkatan aktifitas otot, dan disfungsi endotelial. Kesimpulan: Stres oksidatif pada obesitas menyebabkan kerusakan sel yang memegang peranan penting dalam pathogenesis penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes mellitus, kanker, dan proses penuaan
Analisis Efektivitas Biaya Antara Penggunaan Siprofloksasin dan kotrimoksazol Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar Andi Paluseri; Fajriansyah Fajriansyah; Ade Fitri
Jurnal Farmasi dan Ilmu Pengobatan Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIFA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32814/jpms.v5i1.113

Abstract

Pengobatan infeksi saluran kemih (ISK) menggunakan berbagai macam terapi antibiotik sehingga biaya yang dikeluarkan pasien pun bervariasi. Antibiotik yang sering digunakan untuk pasien ISK yaitu siprofloksasin dan kotrimoksazol. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas biaya antara penggunaan siprofloksasin dan kotrimoksazol pada pengobatan ISK di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar pada periode Januari-Desember 2018 dan periode Januari-Juni 2019. Desain penelitian ini adalah studi observasional dengan mengumpulkan data rekam medik secara retrospektif cross sectional pasien rawat inap ISK. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 16 pasien. Metode Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) digunakan untuk mengevaluasi efektivitas biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ACER untuk pasien yang menggunakan siprofloksasin adalah Rp 36.239 dengan efektivitas terapi sebesar 100% sedangkan rasio ACER untuk pasien menggunakan kotrimoksazol sebesar Rp 28.723 dengan efektivitas terapi sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kotrimoksazol lebih cost effective dibandingkan dengan antibiotik siprofloksasin.
EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT TADJUDDIN CHALID MAKASSAR Andi paluseri; Rika Oktaviani; Zulfahmidah Zulfahmidah; Fajriansyah Fajriansyah
Media Farmasi XXX Vol 17, No 1 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i1.2050

Abstract

Cost-Effectiveness Analysis Of The Use Of The Antibiotics Levofloxacin And Azithromycin In Patients With Coronavirus Disease 2019Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by severe acute respiratory syndrome corona virus 2 (SAR-CoV-2) which causes respiratory infections. This disease requires a large cost in the management process. Therefore, this research aims to analyze the cost-effectiveness in the use of azithromycin and levofloxacin antibiotics in the treatment of COVID-19 at a General hospital in Makassar City.  This is an observational cross-sectional research with a prospective data collection method (January-March 2021) and a total sampling technique. Furthermore, data were taken from medical records and part of the financial information system, including patients' characteristics data (medical record number, patient initials, age, gender), clinical data (diagnosis, swab-test results), drug use data (dosage, rules of use, and duration of drug administration), and total medical costs (healthcare perspective: drug, treatment, laboratory, and radiology costs). Moreover, the effectiveness of this study was measured by the number of patients that were declared cured (negative swab-test). The results showed that the ACER value of the levofloxacin and azithromycin antibiotic were Rp. 191,705 and Rp. 157,359 respectively. These results indicate that the azithromycin antibiotic therapy group is more cost-effective compared to the levofloxacin group. Keywords   : Cost Effectiveness, COVID-19, Antibiotics.Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome corona virus 2 (SAR-CoV-2) yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Penyakit ini membutuhkan biaya besar dalam proses penatalaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai cost-effectiveness penggunaan antibiotik azitromisin dan levofloksasin pada pengobatan COVID-19 pada salah satu Rumah Sakit Umum di Kota Makassar. Desain penelitian ini adalah observasional cross-sectional dengan pengambilan data secara prospektif (Januari-Maret 2021). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Data diambil dari rekam medis pasien dan bagian sistem informasi keuangan pada salah satu Rumah Sakit Umum di Kota Makassar, meliputi data karakteristik pasien (nomor rekam medis, inisial pasien, umur, jenis kelamin), data klinis pasien (diagnosis, hasil swab-test), data penggunaan obat (dosis, aturan pakai, dan lama pemberian obat), data total biaya pengobatan (healthcare perspective: biaya obat, biaya perawatan, biaya laboratorium, biaya radiologi). Efektivitas dalam penelitian ini diukur dari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh (hasil pemeriksaan swab-test dinyatakan negatif). Hasil penelitian menunjukan nilai ACER antibiotik levofloksasin sebesar Rp. 191.705 dan nilai ACER antibiotik azitromisin sebesar Rp. 157.359. Hasil ini menunjukan bahwa kelompok terapi antibiotik azitromisin lebih cos-effective dibandingkan dengan kelompok terapi antibiotik levofloksasin. Kata Kunci : Efektivitas Biaya, COVID-19, Antibiotik
Pkm Sosialisasi Bahaya Hiperkolesterolemia pada Tubuh dan Pemeriksaan Kadar Kolesterol di Desa Paddingin Kabupaten Takalar Zulfah Midah; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Fajriansyah Fajriansyah
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022 (Reuploaded Article Due to Website Crushed Down Months Ago)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.433 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v3i1.176

Abstract

Tubuh manusia memerlukan kolesterol untuk terus memproduksi sel-sel yang sehat. Kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung seseorang, karena timbunan lemak pada pembuluh darah. Timbunan lemak ini akan menghambat aliran darah dalam arteri, sehingga jantung bisa tidak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang dibutuhkan. Hiperkolesterolemia tidak menunjukkan gejala apa pun. Satu-satunya cara untuk mendeteksi hiperkolesterolemia adalah dengan tes darah. Upaya skrining hiperkolesterolemia membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokter pemerintah, swasta maupun masyarakat diperlukan agar hiperkolesterolemia dapat dikendalikan. Sebagian besar masyarakat enggan untuk melakukan skrining hiperkolesterolemia. Penyebab keengganan tersebut beragam, mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memfasilitasi hal tersebut. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan Sosialisasi Bahaya Hiperkolesterolemia Pada Tubuh Dan Pemeriksaan Kadar Kolesterol Di Desa Paddingin Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Target luaran yang diinginkan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai Bahaya Hiperkolesterolemia Pada Tubuh, memberikan bahan ajar seperti banner, poster, leaflet bergambar yang mudah dimengerti dan dapat dipergunakan setelah kegiatan ini.
Trauma Healing bagi Masyarakat Desa Mekkatta Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Pasca Musibah Gempa Bumi Fajriansyah Fajriansyah; Nurkhairi Nurkhairi
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2021): September 2021 (Reuploaded Article Due to Website Crushed Down Months Ago)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.245 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v2i2.197

Abstract

Dua gempa berkekuatan cukup besar mengguncang daerah Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat dalam 2 hari secara berturut-turut membuat anak-anak menjadi trauma atas kejadian tersebut. Trauma healing merupakan metode penyembuhan pada gangguan psikologis yang dialami oleh seseorang karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan terapi bermain sebagai trauma healing kepada anak-anak. Kegiatan Trauma Healing yang dilaksanakan ini adalah sebuah partisipasi kami sebagai relawan yang berasal dari tim pengabdian STIFA Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi empat tahapan yaitu survei awal, penjajakan, persiapan dan pelaksanaan. Waktu Pelaksanaan kegiatan pada hari Selasa, tanggal 06 April 2021 dilaksanakan di Kantor Desa Mekkatta Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Total peserta yang hadir yaitu 76 orang terdiri dari anak-anak, orang tua dan perangkat desa. Kesimpulan dalam pengabdian ini adalah kegiatan trauma healing dapat membuat anak bahagia, mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya dan lebih percaya diri. Selain itu juga dapat membantu anak-anak dalam menghilangkan trauma yang dialami setiap anak atas kejadian yang menimpanya.
Penyuluhan DAGUSIBU sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa SMKN 05 Kabupaten Selayar Fajriansyah Fajriansyah; Yuri Pratiwi Utami; Zulfahmidah Zulfahmidah
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 2 No 2 (2021): September 2021 (Reuploaded Article Due to Website Crushed Down Months Ago)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.622 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v2i2.203

Abstract

DAGUSIBU merupakan prinsip yang harus diterapkan setiap orang dalam membeli, menggunakan, menyimpan dan membuang obat. DAGUSIBU singkatan dari DApatkan, GUnakan, SImpan, Buang obat dengan baik dan benar. Tujuannya adalah untuk mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan obat dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para peserta tentang cara mendapatkan, menggunakan, membuang dan menyimpan obat dengan baik dan benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu metode pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA). Waktu Pelaksanaan kegiatan pada hari Sabtu, tanggal 07 Agustus 2021 di ruang pertemuan SMK Negeri 05 Selayar. Tahapan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pengenalan masalah, pemberian materi, diskusi tanya jawab, pembagian doorprize dan buku saku. Total peserta yang hadir yaitu 67 orang terdiri dari siswa, guru dan karyawan sekolah. Penyuluhan DAGUSIBU yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Hal ini terlihat dari keaktifan dan antusiasme peserta dalam menyimak materi dan mengajukan pertanyaan.
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK LANJUT USIA Fajriansyah Fajriansyah; Michrun Nisa
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v3i2.125

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a condition of kidney damage that occurs for 3 months or more in the form of structural or functional abnormalities of the kidney with or without decrease in Glomerular Filtration Rate which manifests as a pathological disorder. Treatment of CKD is closely related to medication adherence that determines a successful treatment, but patient treatment adherence is often low especially in regularity for drug use. This study aims to evaluate the level of adherence to the use of CKD patient drug at the General Hospital of Education Hasanuddin University. The research design is descriptive analysis with Cross Sectional. The data were collected by using questionnaires containing questions that led to patient characteristics, medication adherence, and factors affecting drug use. Measurement of adherence used is Modified Morisky Scale (MMS) which then analyzed using Case Management Adherence Guidelines (CMAG) against 45 subjects. The result of the research is the level of patient compliance based on quadrant level 1 as many as 8 patients (17,78%), quadrant level 2 as many as 8 patient (17,78%), level 3 quadrant 17 patient (37,77%), and quadrant level 4 of 12 patients (26.66%).
Cross-cultural adaptation and validation of the 9-item Indonesian HIV/AIDS Stigma Scale (InHASS-9) for the general population Arifin, Bustanul; Alkaff, Firas F.; Salamah, Sovia; Rauf, Saidah; Zulkarnain, Zulkarnain; Noor, Rasuane; Perwitasari, Dyah A.; Padmawati, Retna S.; Alkaff, Sylmina D.; Dwicahya, Bambang; Yuliet, Yuliet; Fajriansyah, Fajriansyah; Postma, Maarten J.; Kurniawan, Muh D.; R. Rokhman, Muhammad
Narra J Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i1.1305

Abstract

Stigma against people living with human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) (PLWHA) poses significant health threats and contributes to the uncontrolled transmission of HIV. Although tools for measuring stigma against PLWHA have been validated in Indonesia, a previous study was geographically limited and conducted with small sample sizes. The aim of this study was to perform cross-cultural adaptation and validate the psychometric properties of the 9-item Indonesian HIV/AIDS Stigma Scale (InHASS-9) in the Indonesian general population. Utilizing a cross-sectional design, the study recruited 1,302 participants from six major islands in Indonesia. The validity of the instrument was determined using recognized group validity and construct validity, while internal consistency was evaluated using Cronbach's alpha. During the adaptation phase, nine simple items were finalized for inclusion in the scale. The findings revealed that the InHASS-9 instrument exhibited strong internal consistency, with Cronbach's alpha coefficient of 0.83, indicating high reliability. In conclusion, the InHASS-9 instrument is a valid and reliable tool for assessing the extent of social stigma associated with PLWHA in Indonesia.
Miotoksisitas Statin: Kajian Stres Oksidatif Zulfahmidah; Safei, Imran; Fajriansyah
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.732 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v13i1.26

Abstract

Statins are a family of drugs used to treat hyperlipidemia with a recognized capacity to prevent disease occurrence. Widespread use of statins is limited by the presence of associated toxicity or intolerance, which affects the level of drug monitoring. Statin toxicity or intolerance varies from 10-15%. Statin-associated muscle symptoms are the most common statin toxicity (SAMS). In this review, we aim to report on the mechanism of action of statins causing the muscle symptoms of SAMS. The results showed that statins cause mitochondrial dysfunction due to oxidative stress. The mechanism of oxidative stress due to statins is due to the inhibition of ubiquinone protein, activation of iNOS, decreased mitochondrial biogenesis, reduction of mitochondrial oxidative phosphorylation. the data reported as a whole may suggest that statins have a major effect on mitochondrial function related to oxidative stress