Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KUALITAS PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA PADA ABSTRAK SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA Nyoman Astawan; I Nyoman Sadwika
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 10 No. 2 (2022): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.022 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6757731

Abstract

Objek penelitian ini adalah kualitas pemakaian bahasa Indonesia pada abstrak skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pedidikan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Terkait hal di atas, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemakaian bahasa Indonesia pada abstrak skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pedidikan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Teori yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian ini adalah bahasa Baku. Data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan metode deskriptif evaluatif. Dari hasil pengolahan data diketahui kuaitas penggunaan bahasa Indonesia pada abstrak skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pedidikan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia berkategori cukup.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING Lydo Christine Koraag; Nyoman Astawan
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 1 (2022): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.798 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7417003

Abstract

Dalam proses pembelajaran teks eksplanasi di kelas, peserta didik diharapkan untuk dapat mengembangkan keterampilan menulis mereka terlebih dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam sebuah tulisan. Namun kenyataannya hal ini dirasakan sulit bagi peserta didik mengingat kurangnya pengetahuan, pemilihan kata, terutama bagi peserta didik yang minim pembendaharaan kata Penelitian ini menggunakan metode ekseperimen untuk mencari pengaruh dari model discovery learning terhadap peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi dengan metode pembelajaran diskusi. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 9, dengan rancangan penelitian one group pretest – posttest design. Variabel penelitian adalah kemampuan menulis teks eksplanasi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan metode pembelajaran diskusi. Instrument dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja, untuk mengukur tingkat ketercapaian kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi. Hasil penelitian diperoleh penggunaan model discovery learning dengan metode diskusi meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks eksplanasi, dimana terjadi peningkatan sebesar 66,9% dari hasil awal 22% menjadi 88,9% setelah penggunaan model discovery learning dengan metode diskusi.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN DI SMA: RISIKO DAN PELUANG I Nyoman Sadwika; Nyoman Astawan; Ni Putu Ari Darmayani; Ni Kadek Dwi Handayani
Sewagati Vol. 4 No. 2 (2025): SEWAGATI
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59819/sewagati.v4i2.5950

Abstract

This study examines the use of social media as a learning medium in Indonesian language instruction at the senior high school level by analyzing its opportunities, challenges, and necessary mitigation strategies. Social media has the potential to enhance students’ learning motivation, active engagement, and creativity, while providing access to authentic language resources relevant to real-life contexts. However, its implementation also presents challenges, including learning distractions, the spread of inaccurate information, the decline of standard language usage, violations of academic integrity, and digital ethical issues such as privacy risks and cyberbullying. To address these challenges, this study proposes mitigation efforts encompassing the strengthening of digital and media literacy, systematic integration of social media into learning tasks, the enforcement of ethical guidelines and digital privacy protection, the application of authentic assessments to ensure academic integrity, and the provision of psychosocial support for students. The findings indicate that social media is not merely an alternative tool but a strategic necessity in Indonesian language learning in the digital era, requiring curriculum flexibility and enhanced teacher competencies. Further studies are recommended to explore long-term impacts and pedagogical effectiveness across diverse social contexts.
PELATIHAN DETEKSI DAN PERBAIKAN KESALAHAN BERBAHASA MELALUI KELAS BENGKEL BAHASA BAGI SISWA SMA NEGERI TAMPAKSIRING Dewa Ayu Widiasri; Nyoman Astawan; I Nyoman Sadwika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widya Mahadi Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyamahadi.v6i2.6697

Abstract

The use of standard Indonesian among senior high school students continues to face challenges, particularly in spelling, diction, effective sentence construction, and paragraph development. The influence of informal language varieties, social media language, and code-mixing practices often affects students’ academic writing. This community service program aimed to strengthen students’ standard Indonesian proficiency through a Language Workshop Class at SMA Negeri Tampaksiring. The program employed a participatory training approach with four stages: pre-test, workshop implementation, module development, and post-test evaluation. The workshop was conducted in four sessions, covering (1) introduction to standard Indonesian and common errors, (2) identification of language errors in students’ own texts, (3) editing and revision practice, and (4) final text production and presentation. Data were collected through tests, observations, questionnaires, and analysis of students’ revised writing products. The results showed a significant improvement in students’ language proficiency. The average pre-test score of 61.8 increased to 83.4 in the post-test, with a gain of 21.6 points. Improvements were most evident in spelling and effective sentence construction, followed by diction and paragraph coherence. In addition, the program produced a Bengkel Bahasa module as a sustainable learning output for the school. These findings indicate that the Language Workshop Class is effective in improving students’ standard Indonesian proficiency and can serve as a practical strategy for strengthening academic literacy in secondary education.