Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN MENGOLAH BAHAN BEKAS MENJADI KERAJINAN BERNILAI GUNA PADA ANAK-ANAK DI KELURAHAN HANDIL BARU DARAT Nur Agus Salim; Qurrotul A’yuni
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.074 KB)

Abstract

Bahan bekas merupakan barang yang sudah tidak terpakai, dan sering dijumpai di lingkungan sekitar. Contohnya, bahan bekas dari hasil limbah rumah tangga, dan perusahaan. Semua barang yang sudah tidak layak pakai tersebut terkadang hanya menumpuk dan seringkali hanya dibuang ataupun dibakar. Padahal barang bekas tersebut dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan yang lebih bernilai. Tujuan Diadakannya pelatihan mengolah bahan bekas menjadi kerajinan bernilai guna pada anak-anak di Kelurahan Handil Baru Darat adalah untuk mengedukasi anak-anak tentang manfaat dan pentingnya mengolah bahan bekas, mengurangi sampah di lingkungan sekitar, menambah keterampilan, serta mengasah kreativitas anak-anak di kelurahan Handil Baru Darat . Metode pelatihan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyadaran akan pemanfaatan bahan bekas yang dapat diolah menjadi kerajinan bernilai guna, demonstrasi serta pendampingan kepada anak-anak mengenai cara pembuatan kerajinan bernilai dari bahan bekas. Hasil yang dicapai, anak-anak menjadi paham mengenai apa saja manfaat dan pentingnya mengolah bahan bekas, sampah di lingkungan sekitar menjadi berkurang, serta anak-anak menjadi kreatif dan trampil dalam mengolah bahan bekas yang ada di sekitarnya. Dapat disimpulkan bahwa dengan mengolah bahan bekas menjadi kerajinan bernilai, akan banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh anak-anak dan lingkungan sekitar.
Multicultural Learning Strategies to Improve Social Care Character at an Elementary School: A Case Study at Muhammadiyah 6 Elementary School North Samarinda Nur Agus Salim; Samsul Adianto; Qurrotul A’yuni
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/kijms.v4i2.777

Abstract

This study aims to analyze teacher strategies in shaping social care character and constraints experienced in shaping social care character of third grade students at Muhammadiyah 6 Elementary School North Samarinda 2022/2023 Academic Year. This study uses qualitative methods with data collection techniques namely interviews, observations, and documentation. The study conducted at SD Muhammadiyah 6 Samarinda Utara revealed creative strategies adopted by teachers to cultivate social care character among third grade students. By implementing routine activities such as ‘Sharing Friday’, weekly infaq, and spontaneous responses in the form of reprimands and advice, teachers inculcate caring values. They also demonstrate exemplary behavior and transform the classroom environment to facilitate better social interactions. The use of magic words in daily interactions and the integration of social care values in Civics Education lessons emphasize the importance of empathy and solidarity. The researcher recommends that the school develop learning materials that reflect the cultural, religious and ethnic diversity in Indonesia and provide professional training for teachers on how to integrate multicultural education into their teaching and how to identify and respond to bias in the classroom.