Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ameena Journal

Menjaga Kesucian Pakaian Sebagai Wujud Kepatuhan Hukum Islam dan Upaya Meningkatkan Kesadaran Keagamaan Wanita Muslimah Zalikha, Siti
Ameena Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i1.149

Abstract

Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya menjaga kesucian pakaian sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum Islam serta upaya meningkatkan kesadaran keagamaan di kalangan wanita Muslimah. Menjaga kesucian pakaian merupakan kewajiban agama yang sering kali terabaikan, terutama di tengah pengaruh budaya global yang semakin kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pemahaman dan praktik menjaga kesucian pakaian serta peranannya dalam meningkatkan kesadaran keagamaan wanita Muslimah. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan hukum Islam dan kesadaran keagamaan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak wanita Muslimah yang mengetahui kewajiban ini, pemahaman dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih terhambat oleh pengaruh budaya dan mode global. Penelitian ini juga menemukan bahwa penguatan pendidikan agama dan peran keluarga sangat penting dalam menjaga dan menumbuhkan kesadaran tersebut. Kontribusi dari penelitian ini adalah memberikan wawasan baru dalam meningkatkan pemahaman wanita Muslimah mengenai pentingnya menjaga kesucian pakaian sesuai dengan ajaran Islam.
Promosi Penjualan Pakaian Wanita Di Media Sosial Perspektif Hukum Islam Zalikha, Siti
Ameena Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v1i2.17

Abstract

The aim of this study is to describe the Islamic law perspective on salam trade and the promotion of women's clothing on social media. This study is a library research study. The analysis revealed that according to Islamic law, salam trade is permissible based on the principles of the religion, but consideration must be given to the commodities that are prohibited by Islam. salam transactions can only be conducted with goods that are permissible in Islamic teachings, thus illegal goods cannot be used as transaction objects. In salam trade, elements that may damage the transaction, such as riba, injustice, fraud, deception, and others, are not allowed. In Islamic law, salam trade is recommended as a fair and just business method. This transaction avoids doubts about the price and quality of the goods, and payment is made in advance to avoid usury and speculation practices. However, in promoting women's clothing on social media, it is important to avoid displaying content that contradicts Islamic values and to adhere to Islamic ethics when using photos and videos to avoid negative impressions.
Peran Tuha Peut Gampong sebagai Mediator dalam Penyelesaian Sengketa Harta Warisan: (Studi di Gampong Neubok Badeuk Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie) Faiza, Nailul; Nazirah; Zalikha, Siti; Azzuhra, Rizki; Baitannur
Ameena Journal Vol. 1 No. 01 (2022): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of Tuha Peut Gampong as a mediator in resolving inheritance disputes in Gampong Neubok Badeuk, Tangse District, Pidie Regency. Tuha Peut serves as a traditional institution and a deliberative body, functioning to mediate and reconcile community conflicts, including inheritance disputes. As a mediator, Tuha Peut does not make decisions but assists disputing parties in reaching an agreement through consensus. The research employs a qualitative method with a descriptive approach to explore the role of Tuha Peut in the mediation process. Primary data were collected from Tuha Peut members, supported by observations, interviews, and relevant documents. The findings reveal that Tuha Peut plays a significant role in restoring family ties that have been strained by inheritance disputes. The mediation process emphasizes impartiality and wisdom, encouraging all heirs to voluntarily reach a mutual agreement. This approach ensures that harmony and brotherhood among the disputing parties are maintained.