Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH SUPLEMEN EKSTRAK DAUN MIMBA DALAM AIR MINUM TERHADAP KADAR KOLESTEROL DAN MASA SIMPAN TELUR AYAM Haryadi Hasbi; Zulkifli Zulkifli; Salsabilla Salsabilla
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.8620

Abstract

Salah satu kualitas telur yang menjadi indikator pembeli adalah kadar kolesterol pada telur ayam. Kandungan kolesterol yang tinggi dalam bahan makanan berakibat kurang baik bagi kesehatan manusia. Lamanya masa penyimpanan kualitas telur  mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak daun mimba dalam air minum terhadap kadar kolesterol kuning telur dan masa simpan telur ayam. Penelitian ini merupakan penelitian experimental menggunakan 48 ekor ayam petelur strain ISA brown berumur 7 bulan dengan rata-rata produksi 90%. Ayam dalam penelitian ini dibagi dalam tiga perlakuan yaitu pemberian air biasa, ekstrak daun mimba 1000 mg/L, ekstrak daun mimba 250 mg/L Pengamatan dilakukan pada hari ke 15 setelah diberi perlakuan. Sampel yang diperiksa adalah telur ayam untuk menglihat kadar kolesterol dan kualitas telur ayam setelah dilakukan penyimpanan selama 0, 7 dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan kadar kolesterol telur ayam berpengaruh nyata (P<0,05), penurunan kadar kolesterol yang paling rendah pada pemberian suplemen ekstrak daun mimba 1000mg/L sebesar 6,70 mg/gr. Masa simpan dan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna kuning telur ayam selama penyimpanan 0, 7 dan 14 hari berkisar antara 9,0 - 11,67 dan nilai HU (Haugh Unit).
Kualitas Fisik Pelet Berbasis Limbah Sawit Fermentasi Dengan Phanarochaeta chrysosporium dan Neurospora crassa dengan Jenis Perekat Yang berbeda Muhammad Amran; Muhammad Firdaus; Mustafa Kamal; Zulkifli Zulkifli
STOCK Peternakan Vol 5, No 1 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i1.1012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis perekat terhadap kualitas fisik pelet ransum broiler finisher berbasis limbah sawit fermentasi dengan Phanerochaeta chrysosporium dan Neurospora crassa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu: perlakuan A: ransum tanpa perekat (kontrol), B: ransum + perekat tepung tapioka, C: ransum + perekat tepung gaplek, D: ransum + perekat tepung sagu, E: ransum + perekat tepung ubi ungu, F: ransum + perekat bentonit dan G: ransum + perekat gelatin. Peubah yang diamati adalah kadar air, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, sudut tumpukan, berat jenis dan ketahanan benturan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan perekat yang berbeda berpengaruh nyata (P0.05) terhadap kadar air pelet, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan, tetapi tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap berat jenis dan ketahanan benturan. Kesimpulan dari penelitian ini jenis perekat tepung tapioka, tepung gaplek, tepung sagu, tepung ubi ungu dan bentonit dapat meningkatkan kualitas fisik pelet ransum berbasis campuran limbah sawit dan dedak fermentasi dengan Phanerochaeta crysosporium dan Neurospora crassa. Pada kondisi ini diperoleh kadar air: 9,36-9,93%, kerapatan tumpukan: 479,11-503,05 kg/m3, kerapatan pemadatan tumpukan: 507,77-551,99 kg/m3.
Strategi pengembangan ternak sapi melalui sinkronisasi birahi dan pemeriksaan kebuntingan di Desa Teupin Reudep Kabupaten Bireuen Ahmad Syakir; Mustafa Kamal; Zulkifli Zulkifli; Weny Novita Sari; Suryani Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33276

Abstract

Abstrak Kelompok Tani Jaya Bersama adalah kelompok peternak sapi yang mengalami tantangan dalam meningkatkan tingkat kebuntingan dan kelahiran. Masalah yang peternak hadapi adalah kejadian estrus atau birahi yang tidak terdeteksi, sehingga penjadwalan kawin menjadi tidak tepat dan mengakibatkan kegagalan dalam proses kebuntingan. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan menerapkan strategi pemeriksaan kebuntingan dan sinkronisasi estrus (SE) agar tanda-tanda estrus lebih mudah terlihat. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap, yakni sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pertama, informasi dan kesepakatan terkait program SE disampaikan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan di lapangan. Sebanyak 36 ekor sapi betina yang produktif digunakan dalam kegiatan ini, dan dari pemeriksaan organ reproduksi, ditemukan 7 ekor sapi yang bunting, 10 ekor mengalami masalah reproduksi, dan 19 ekor sapi siap untuk disinkronisasi estrus. Hormon yang digunakan dalam proses ini adalah PGF2α dengan metode injeksi dua kali. Dari hasil sinkronisasi, berhasil diamati 18 ekor sapi yang menunjukkan tanda estrus, sementara 1 ekor tidak terpantau. Berdasarkan hasil kegiatan singkronisasi estrus dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan singkronisasi estrus dapat meningkatkan jumlah sapi betina birahi  di Kelompok Ternak Jaya Bersama. Kata kunci: singkronisasi; birahi; ternak; Bireuen Abstract Jaya Bersama Farmer Group is a group of cattle farmers who experience challenges in increasing pregnancy and birth rates. The problem that farmers face is the undetected occurrence of estrus or lambing, so that mating scheduling becomes inappropriate and results in failure in the pregnancy process. To overcome this problem, a community service was carried out by applying strategies for pregnancy examination and estrus synchronization (SE) so that signs of estrus are more easily visible. This community service activity consists of three stages, namely socialization, implementation, and evaluation. In the first stage, information and agreements related to the SE program were delivered, followed by implementation in the field. A total of 36 productive female cows were used in this activity, and from the examination of reproductive organs, 7 cows were found to be pregnant, 10 cows had reproductive problems, and 19 cows were ready for estrus synchronization. The hormone used in this process is PGF2α with a two-time injection method. From the synchronization results, 18 cows were observed showing signs of estrus, while 1 cow was not observed. Based on the results of estrus synchronization activities, it can be concluded that the use of estrus synchronization activities can increase the number of cows in heat in the jaya Bersama Livestock Group. Keywords: synchronization; oestrus; livestock; Bireuen.
Peningkatan kualitas pakan serta keterampilan peternak dalam pengelolaan kesehatan ternak saat pandemi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Zulkifli Zulkifli; Munawwarah Munawwarah; Muuhammad Amran
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34660

Abstract

Abstrak Kelompok Ternak Citra Mandiri adalah sekelompok peternak yang berfokus pada bisnis peternakan di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Kegiatan utama mereka adalah pengembangan sapi, terutama dalam hal pemeliharaan dan pembesaran sapi potong berkualitas dari jenis Sapi Aceh. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah kurangnya pakan berkualitas serta minimnya pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian penyakit pada sapi, terutama ketika wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda Kota Lhokseumawe. Pakan yang biasanya diberikan terdiri dari hijauan berupa rumput lapangan dan jerami padi, yang menunjukkan rendahnya kualitas pakan, sehingga pertumbuhan sapi bibit dan sapi yang digemukan menjadi terhambat. Dalam program pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan, terutama mengenai penyediaan pakan menggunakan teknologi fermentasi, silase, dan amoniasi, serta langkah-langkah untuk mencegah dan mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku yang sedang terjadi. Metode yang diterapkan dalam program ini adalah dengan menyelenggarakan penyuluhan dan diskusi dengan anggota kelompok petani ternak, serta praktik langsung pembuatan pakan fermentasi, silase, dan amoniasi, serta pelatihan tentang penanganan penyakit Mulut dan Kuku. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anggota kelompok tani ternak menunjukkan antusiasme yang besar dalam mengikuti penyuluhan dan berdiskusi langsung dengan tim pengabdian. Anggota kelompok telah memahami teknologi pembuatan pakan ternak mulai dari fermentasi hingga silase dan amoniasi, serta pentingnya langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Kata kunci: kualitas; pakan; kesehatan ternak; PMK. Abstract Jaya Bersama Farmer Group is a group of cattle farmers who experience challenges in increasing pregnancy and birth rates. The problem that farmers face is the undetected occurrence of estrus or lambing, so that mating scheduling becomes inappropriate and results in failure in the pregnancy process. To overcome this problem, a community service was carried out by applying strategies for pregnancy examination and estrus synchronization (SE) so that signs of estrus are more easily visible. This community service activity consists of three stages, namely socialization, implementation, and evaluation. In the first stage, information and agreements related to the SE program were delivered, followed by implementation in the field. A total of 36 productive female cows were used in this activity, and from the examination of reproductive organs, 7 cows were found to be pregnant, 10 cows had reproductive problems, and 19 cows were ready for estrus synchronization. The hormone used in this process is PGF2α with a two-time injection method. From the synchronization results, 18 cows were observed showing signs of estrus, while 1 cow was not observed. Based on the results of estrus synchronization activities, it can be concluded that the use of estrus synchronization activities can increase the number of cows in heat in the jaya Bersama Livestock Group. Keywords: quality; feed; livestock health; FMD .