Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN SOP PENCEGAHAN RISIKO JATUH Vitri Dyah Herawati; Indriyati Indriyati; Sutrisno Sutrisno
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 2: Agustus 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i2.1093

Abstract

Latar belakang : Jatuh merupakan suatu masalah yang serius dan memerlukan biaya yang tinggi bagi pasien dan semua fasilitas kesehatan. Perbaikan kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan risiko jatuh perlu didukung oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan risiko yaitu pengetahuan perawat dalam pelaksanaan manajemen keselamatan pasien.Tujuan: Mengetahui Apakah Ada Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pencegahan Resiko Jatuh Pasien Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan  pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang berada di Ruang Rawat Inap yang berjumlah 32 perawat. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Total Sampling. Penelitian ini telah dilakukan di RS Muhammadiyah Selogiri pada bulan Oktober-November 2020. Analisa bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan resiko jatuh Pasien dengan nilai p value 0,001. Saran: Dapat mensosialisasikan standar prosedur operasional pencegahan risiko jatuh serta meningkatkan sarana pendukung dalam mendukung kepatuhan perawat, sehingga dapat menjalankan standar prosedur operasional pencegahan risiko jatuh dengan  maksimal. Kata kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Perawat, Risiko Jatuh
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Problem Solving Keluarga Yang Merawat Penderita Stroke Dalam Kesembuhan Pasien Elvira Mustika Watie; Anik Suwarni; Indriyati Indriyati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2302

Abstract

Stroke is one of the non-communicable diseases with the highest mortality and disability rates in Indonesia and the world. The role of the family in the process of caring for stroke patients is very important, especially in providing social support and problem solving skills during the recovery period. Social support includes emotional, informational, and instrumental aspects that can affect the mental and physical health of patients and families who care for them. Family problem solving skills are also key in overcoming various challenges in caring for stroke patients who require intensive attention and assistance.This study aims to analyze the relationship between social support and family problem solving skills in caring for stroke patients and its relationship to the patient's recovery process. This study uses a quantitative approach with a correlational analytical research type and a cross-sectional research design. Sample selection uses the Purposive Sampling technique. Data analysis uses the Kendall Tau correlation test.There is a relationship between social support and problem solving of families caring for stroke patients in patient recovery with a significance value of 0.019 <0.05, which means that there is a significant relationship between social support and problem solving. Then, from the Correlation Coefficient, the closeness of the relationship and the direction of the relationship can be seen, the Correlation Coefficient value shows a result of 0.31 which is a positive number.The higher the social support obtained by families caring for stroke patients, the higher the level of problem solving they have.
Pengaruh kombinasi terapi musik dan story telling terhadap kecemasan pemasangan infus pada anak pra sekolah Arum Uswatun Khasanah; Indriyati Indriyati; Atik Aryani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1278

Abstract

Background: Preschool-aged children are highly active, which can lead to fatigue, making them more susceptible to illness. Based on the Orchid Room medical record data from Dr. Soehadi Prijonegoro Hospital, Sragen, the number of preschool patients in the Orchid Room in 2024 was 154. Anxiety among preschool children at Dr. Soehadi Prijonegoro Hospital, Sragen, in 2024 was 70%. Anxiety can be addressed through pharmacological and non-pharmacological approaches. Non-pharmacological therapies include music therapy and storytelling. Purpose: To determine the effect of a combination of music therapy and storytelling on anxiety related to IV insertion in preschool children. Method: This study used a quantitative pre-experimental approach, with a one-group pre-test-post-test design. Anxiety in preschool children was measured using the Preschool Anxiety Scale questionnaire. A purposive sampling method was used for 20 respondents. Data were analyzed using a paired t-test. Results: Univariate analysis revealed that the anxiety level of IV insertion in preschool children before the combination of music therapy and storytelling was moderate (90%) and decreased after the combination of music therapy and storytelling to mild anxiety (90%). The paired t-test yielded a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: The combination of music therapy and storytelling significantly impacts anxiety related to IV insertion in preschool children
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIABETES MELITUS TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DALAM MENGELOLA PENYAKIT PADA LANSIA DI DESA PALUR Fiqri Yuan Akbar Prasetyo Fiqri; Indriyati Indriyati; atik aryani
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 18 No 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme gula darah, protein, dan lemak yang dikarakteristikkan dengan kondisi hiperglikemi yang memerlukan penanganan jangka panjang. Pendidikan kesehataan memiliki pengaruh yang baik terhadap pengetahuan tentang penyakit yang merupakan dasar aplikasi perilaku kesehatan. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus terhadap tingkat kepatuhan dalam mengelola penyakit pada lansia di Desa Palur. Metode: Jenis desain penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan desain one group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan mengambil seluruh populasi yaitu 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur dan mengobservasi adalah kuisioner. Hasil : Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan untuk kelompok eksperimen sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan menunjukkan nilai sig (0,001) < 0,05 artinya terdapat perbedaan pengaruh sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kesimpulan : ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus terhadap tingkat kepatuhan dalam mengelola penyakit pada lansia di desa palur
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kejadian Baby Blues Syndrome pada Ibu Postpartum Fadilah Azzahra; Anik Suwarni; Indriyati Indriyati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2380

Abstract

Masa postpartum merupakan fase transisi yang melibatkan perubahan fisik dan psikologis pada ibu. Salah satu gangguan psikologis yang sering terjadi adalah baby blues syndrome. Kualitas tidur merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi emosional ibu postpartum. Kurangnya kualitas tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya baby blues syndrome. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di RSUD Kartini Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 42 responden. Instrumen penelitian menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Indonesia yang telah memenuhi uji validitas (PSQI: r = 0,487–0,778; EPDS: r = 0,140–0,774) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha masing-masing sebesar 0,803 dan 0,80). Analisis data menggunakan uji Kendall's Tau. Sebanyak 34 responden (81,0%) mengalami kualitas tidur buruk dan 25 responden (59,5%) mengalami baby blues syndrome. Hasil uji Kendall's Tau menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di RSUD Kartini Karanganyar.
Pengaruh Story Telling Terhadap Kualitas Tidur Pada Anak Prasekolah Yang Menjalani Hospitalisasi Atik Aryani; Indriyati Indriyati; Rantiningsih Sumarni; Arum Uswatun Khasanah
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.928

Abstract

Anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi akan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah sakit. Dampak hospitalisasi menyebabkan anak cemas, takut dengan berbagai tindakan invansif, anak merasa tidak nyaman, nafsu makan menurun, dan kualitas tidur menurun. Kualitas tidur yang kurang pada anak dapat membuat daya tahan tubuh rendah, anak mudah rewel, gelisah sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur pada anak menggunakan teknik storytelling. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh storytelling terhadap kualitas tidur pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Desain penelitian menggunakan one group pre-test post-test group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kualitas tidur responden sebelum diberikan intervensi sebesar 45,95 dan setelah diberikan intervensi storytelling nilai rerata 38,10. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p value sebesar 0,001(<0,05) berarti ada pengaruh pemberian storytelling terhadap kualitas tidur pada anak yang menjalani hospitalisasi. Storytelling dapat digunakan strategi keperawatan dalam meningkatkan kualitas tidur pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi
Pengaruh Pijat Kepala Elektrik Terhadap Tingkat Nyeri Pada Penderita Hipertensi Di Ruang Yudhistira RSU Diponegoro 21 Klaten Tiar Andani Wulandari; Widiyono Widiyono; Indriyati Indriyati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12519

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases (NCDs) that has become a global issue and contributes to morbidity and mortality worldwide, including in Indonesia. In patients with hypertension, their blood vessels experience disorders that disrupt the supply of oxygen and nutrients to the body’s tissues, as well as to the brain, causing head pain. One non-pharmacological therapy to reduce pain levels is head massage. This study aimed To find out the effect of electric head masage on pain scale levels in hypertension patients at Yudhistira Room, Diponegoro General Hospital 21 Klaten. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest and posttest setup. The sample size was 100 respondents using purposive sampling technique. Data collection pain scale was done using a numeric rating scale measurement sheet. Data analysis employed the wilcoxon test. Head massage technique intervention on respondents for 10 minutes is given once in the morning. Based on the Wilcoxon test, the results from 100 respondents yielded a p-value of 0.001, which means p<0.05. It can be concluded that head massage therapy has an effect on reducing headache levels in hypertension patients. There is an effect of head massage therapy in lowering headache levels in hypertension patients.
Pengaruh Distraksi Audio Visual Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Saat Pemasangan Infus Di Ruang Perawatan Anak RIS Hospital Tangerang Selatan Fitri Febriyanur; Atik Aryani; Indriyati Indriyati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12539

Abstract

Intravenous catheter insertion is an invasive procedure that often causes anxiety in preschool-aged children, characterized by crying, fear, refusal of treatment, and uncooperative behavior. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce anxiety is audio-visual distraction through watching animated cartoons. Objective of this study is To determine the effect of audio-visual distraction on the anxiety level of preschool-aged children during intravenous catheter insertion at the Pediatric Ward of RIS Hospital South Tangerang. This study employed a pre-experimental design with a One Group Pretest-Posttest Design approach. The sample consisted of 30 preschool-aged children (3–6 years old) selected using a purposive sampling technique. Anxiety levels were measured using the Spence Children's Anxiety Scale (SCAS). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Before the intervention, most respondents experienced severe anxiety (66.6%). After receiving the audio-visual distraction intervention, the majority experienced mild anxiety. The mean anxiety score decreased from 58.40 to 32.10. The Wilcoxon Signed Rank Test showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant effect of audio-visual distraction on the anxiety level of preschool-aged children during intravenous catheter insertion. Audio-visual distraction through watching animated cartoons is effective in reducing anxiety levels among preschool-aged children during intravenous catheter insertion and can be used as a non-pharmacological nursing intervention in pediatric wards