Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Status Gizi, Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMAN 98 Jakarta: Relationship of Nutritional Status, Sleep Quality and Physical Activity with The Menstrual Cycle in Adolescent Girls at SMAN 98 Jakarta Anggi Ayuni Moulinda; Iin Fatmawati Imrar; Ikha Deviyanti Puspita; M. Ikhsan Amar
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual disorders are common in adolescents girl. Disorders that occur include delayed menstruation, irregular menstrual cycles, pain in body areas, and abnormal bleeding during menstruation. According to WHO, 75% of adolescent girls experience menstrual cycle disorders. The purpose of this study was to analyze the relationship between nutritional status, sleep quality and physical activity with the menstrual cycle in adolescent girls at SMAN 98 Jakarta. This research is a quantitative study using a cross-sectional study design with the sampling technique used is stratified random sampling and obtained a sample of 100 respondents. The results of the univariate analysis showed the prevalence of menstrual cycle disorders in adolescent girls at SMAN 98 Jakarta was 41%. The results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between nutritional status (p-value = 0.018) and physical activity (p-value 0.003) with the menstrual cycle, while there was no significant relationship between sleep quality (p-value = 0.136) and the menstrual cycle. menstruation. The conclusion obtained in this study is that there is a significant relationship between nutritional status and physical activity in the menstrual cycle and there is no significant relationship between sleep quality and the menstrual cycle. ABSTRAKGangguan menstruasi merupakan hal sering terjadi pada remaja putri. Gangguan yang terjadi diantaranya tertundanya menstruasi, siklus menstruasi tidak teratur, nyeri pada area tubuh, dan perdarahan di luar kewajaran saat menstruasi. Menurut WHO sebesar 75% remaja putri mengalami gangguan siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hubungan status gizi, kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 98 Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain study cross-sectional dengan teknik sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 100 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan prevalensi gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 98 Jakarta sebesar 41%. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p-value = 0,018) dan aktivitas fisik (p-value 0,003) dengan siklus menstruasi, sementara itu tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur (p-value = 0,136) dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 98 Jakarta. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan aktivitas fisik pada siklus menstruasi serta tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan siklus menstruasi.  
EFEKTIVITAS EDUKASI GIZI MEDIA BOOKLET DAN VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PHBS PADA SISWA SD Annisa Siti Azahra; Nur Intania Sofianita; M. Ikhsan Amar; Sintha Fransiske S.
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v9i1.20167

Abstract

Periode usia sekolah merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia yang berpengaruh bagi keberhasilan pembangunan bangsa. Permasalahan kesehatan yang akan muncul apabila pada usia anak sekolah tidak mempraktikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan baik dan benar yaitu masalah pencernaan seperti diare, cacingan dan saluran pernafasan akut (ISPA), 40-60% kejadian kecacingan, 23,2% kejadian anemia, dan masalah karies 74,4% yang ditimbulkan oleh anak usia sekolah di Indonesia setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan edukasi gizi dengan menggunakan media booklet dan video terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku PHBS di SDN Sukasari 5 Kota Tangerang. Desain penelitian ini yaitu quasy experimental dengan rancangan one group pretest posttest design dengan total sampling pada anak kelas 5 di SDN Sukasari 5 Kota Tangerang sejumlah 67 siswa. Hasil penelitian ini yaitu terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang PHBS dengan media booklet maupun video. Terdapat peningkatan edukasi gizi menggunakan media booklet dan video terhadap pengetahuan dan perilaku PHBS pada siswa/i kelas  5 di SDN Sukasari Kota Tangerang. Pada penelitian ini, media booklet lebih efektif meningkatkan pengetahuan PHBS dibandingkan video. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat menambahkan waktu yang lebih lama untuk melihat perkembangan perilaku agar semakin terlihat perubahan yang signifikan PHBS.   The school age period is an important part in determining the quality of human resources that affect the success of nation building. Health problems that will arise if at school age children don’t practice PHBS correctly are digestive problems such as diarrhea, intestinal worms and acute respiratory tract, 40-60% incidence of helminthiasis, 23,2% incidence of anemia, and 74,4% caries problems in Indonesia every year. This study aims to determine the differences in nutrition education using booklets and videos to increase knowledge and behavior of PHBS in SDN Sukasari 5 Tangerang City. The design of this research is quasi experimental with one group pretest posttest design with a total sampling of 67 students in grade 5 students at SDN Sukasari 5 Tangerang City. The results of this study are significant differences before and after being given education about PHBS with booklet and video media. There is an increase in nutrition education using booklets and videos on PHBS knowledge and behavior in grade 5 students at SDN Sukasari, Tangerang City. In this study, booklet media was more effective in increasing PHBS knowledge than video. Further research is expected to add a longer time to see the development of behavior so that significant changes in PHBS can be seen.
Hubungan Pemberian Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Ibu dan Anak Dengan Pengetahuan Kader Kesehatan di Kelurahan Tugu Laily Hanifah; Raudina Izzah; Taufik Maryusman; M. Ikhsan Amar
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol12.Iss1.2488

Abstract

Maternal and Child Health is one of the indicators that determines the level of public health in a country. Discussions surrounding reproductive health and maternal and child health are closely related to the daily lives of community health cadres, who often interact with mothers and families. This study conducted in 2022 aims to determine differences in cadres’ knowledge of reproductive health and maternal and child health before and after counseling was conducted in Depok. There were respondents in this study, using a one-group pre-test–post-test design, with univariate analysis and bivariate analysis using the Wilcoxon test. The majority of respondents (86.60%) were adults, and 76.64% of them had a secondary level of education. After the intervention, there was an increase in knowledge of 69.37%. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (< 0.05) and a difference between pre-test and post-test scores, indicating that the provision of reproductive health and maternal and child health education had an effect on cadres’ knowledge of reproductive health and MCH in Tugu Subdistrict. With the increase in cadres’ knowledge of reproductive health and MCH, it is expected that they can disseminate this educational information to the community in their respective areas.