Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Fungsi Eksekutif Otak pada Perkembangan Anak Debie Susanti; Hasmira Hasmira; Mulyana Sukarnih Putri
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.43 KB) | DOI: 10.59141/japendi.v4i01.1524

Abstract

Seiring dengan usia yang bertambah, anak-anak dan remaja memperlihatkan kemampuan yang lebih baik ketika mengerjakan berbagai tugas dari setiap komponen fungsi eksekutif dan pada tugas yang memerlukan koordinasi beberapa komponen fungsi eksekutif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran fungsi otak terhadap perkembangan anak. Jenis penelitian ini yakni kualitatif dengan analisis deskriptif dengan pengumpulan datanya berupa studi literatur, sehingga didapatkan dari berbagai sumber seperti artikel, buku, ataupun karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan topik pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pada komponen fungsi eksekutif (inhibition, working memory dan cognitive flexibility) berkembang sesuai dengan usia perkembangan anak. Di usia 4-6 tahun kecakapan inhibition dan working memory telah timbul dan berkembang dengan baik, sementara cognitive flexibility mulai timbul sesudah usia 4 tahun, yakni usai kedua komponen fungsi eksekutif yang lainnya berkembang. Hal yang bisa berpengaruh pada perkembangan FE pada anak yaitu faktor internal (faktor keturunan dan kesehatan anak) dan juga faktor lingkungan (status sosial ekonomi, peran keluarga, dan pendidikan orangtua). Peran keluarga ini dapat berupa pengasuhan, dan kesehatan mental ibu, serta beberapa kegiatan di sekolah.
Model Pembelajaran Inkuiri dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Hasmira Hasmira
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i6.2097

Abstract

Pembelajaran inkuiri ialah sesuatu bentuk pembelajaran aktif, di mana kemajuan dinilai dengan bagaimana anak meningkatkan kemampuan eksperimental serta analisis pengetahuan yang mereka miliki. Pembelajaran berbasis inkuiri pada intinya mencakup keinginan bahwa pembelajaran sebaiknya didasarkan pada pertanyaan- pertanyaan anak. Pendidikan menginginkan anak bekerja bersama untuk menyelesaikan permasalahan daripada menerima pengajaran langsung dari guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran inkuiri pada pembelajaran anak usia dini, serta penerapannya dalam pembelajaran inkuiri pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan yaitu dengan dilakukannya kajian terhadap jurnal dan buku sebagai sumber referensi. Hasil analisis studi teoritis menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri dapat mengembangkan intelektual pada anak.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Permainan Sandiwara Boneka Hasmira Hasmira; Rivo Panji Yudha
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengimplementasikan kegiatan permainan sandiwara boneka dalam mengembangkan keterampilan berbicara peserta didik di RA Alkhairaat (2) meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini melalui permainan sandiwara boneka di RA Alkhairaat Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok A di RA Alkhairaat tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini bersifat kolaboratif antara peneliti, guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif model alur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi permainan sandiwara boneka meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan awal berupa apersepsi dan pengenalan tokoh, pada kegiatan inti guru menunjukkan permainan sandiwara boneka, dan kegiatan akhir peserta didik menceritakan kembali dengan permainan sandiwara boneka. (2) permainan sandiwara boneka dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini. Peningkatan prosentase keterampilan berbicara dari sebelum tindakan sampai dengan siklus II yakni sebelum tindakan 40,13 %, siklus I mencapai 61,08 %, siklus II mencapai 79,74 %.