Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Rasio Tepung Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) dan Tepung Kacang Tolo (Vigna unguiculata L.) Terhadap Karakteristik Mutu Sereal "Sokato" Ni Ketut Yunita Lestari Widyagita Jaya; I Gusti Putu Sudita Puryana; Badrut Tamam
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar dan DPD PERSAGI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cereal is a processed food made from cereal grain flour and processed and formed into flakes, pieces, strips through an extrusion process. Generally, cereals are made from wheat imported from outside Indonesia, so alternative food ingredients are needed. Sorghum flour can be used as a substitute for wheat. In making cereals, tolo bean flour is added as a source of protein. This study aims to determine the effect of the ratio of sorghum flour and tolo bean flour on the quality characteristics of "sokato" cereal. The type of research used is experimental research, using a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments and 3 replications. Data analysis used to determine the effect of differences in ratios using analysis of variance (ANOVA). The results showed that differences in the ratio of sorghum flour and pigeon pea flour had a significant effect on organoleptic quality including color, aroma, overall acceptance, texture quality, taste quality, ash content, and cereal crude fiber. The best treatment of this study was P5 with 30% sorghum flour and 70% tolo bean flour with the characteristics of crunchy texture, slightly nutty, overall acceptance liked, ash content 1.66%, water content 4.7%, protein 8.01%, fat 13.75%, carbohydrate 71.87%, crude fiber 1.16%. In further research can make sokato cereal with modifications that will increase nutritional value and contain water content of less than 3% in accordance with SNI 01-4270-1996.
Hubungan Konsumsi Lemak, Natrium dan Lingkar Perut dengan Tekanan Darah pada Pegawai di Kantor Camat Denpasar Barat Gusti Ayu Candini Prameswari; I Wayan Ambartana; Badrut Tamam
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v13i2.1724

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor risiko hipertensi antara lain konsumsi lemak, natrium, dan obesitas sentral yang diukur melalui lingkar perut. Pegawai kantor termasuk kelompok berisiko karena aktivitas fisik yang rendah dan pola konsumsi yang kurang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi lemak, natrium, dan lingkar perut dengan tekanan darah pada pegawai di Kantor Camat Denpasar Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pegawai sebanyak 46 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Data konsumsi lemak dan natrium diperoleh melalui metode recall 2x24 jam, lingkar perut diukur menggunakan pita ukur, dan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel mengalami hipertensi (41,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak dengan tekanan darah (p=0,021; r=-0,341) dengan arah negatif, serta hubungan yang signifikan antara konsumsi natrium dengan tekanan darah (p=0,010; r=0,374) dengan arah positif. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar perut dengan tekanan darah (p=0,427). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara konsumsi lemak dan natrium dengan tekanan darah, namun tidak terdapat hubungan antara lingkar perut dengan tekanan darah. Disarankan untuk memperhatikan pola konsumsi, khususnya asupan natrium dan lemak, guna menjaga tekanan darah tetap normal. Kata kunci: konsumsi lemak; natrium; lingkar perut; tekanan darah; hipertensi