Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

POTENSI DAN MASALAH WISATA PAHLAWAN KOTA SURABAYA Rojil Nugroho Bayu Aji
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 1 No 1 (2014): Seuneubok Lada
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.433 KB)

Abstract

Surabaya is the second biggest city in Indonesia and known as the city of hero. That titleacquired for long history in Surabaya, during struggle of Indonesia independence from colonialism,especially in the battle of 10th November 1945. This history must be kept, so that next generation caninherit it as important historical insight.Surabaya is rich of historical sites that can be used for learning. By historical approach, it isalso possible to take wisdom of inherent values in those sites. This learning can be done by herotourism. Through this tourism, important historical values are possible to transform to public society,directly or indirectly.For example, Surabaya has HOS Cokroaminoto’s residence and boarding house. Soekarnoand Sema’oen used to stay in that boarding house. Both places are cultural conservation, but not usedoptimally yet as historical tourism object. Surabaya also has hero cemetery, such as cemetery of Dr.Sutomo, the founder of Budi Utomo, cemetery of Bung Tomo, the great orator in the battle of 10thNovember 1945, and cemetery of W.R. Supratman, the composer of national anthem, Indonesia Raya.All those names are Indonesian national heroes, and those historical buildings protected underSurabaya city government, as cited in The Decree of Surabaya Mayor in 1966 and 1998. That decreeconsists of 163 buildings and sites that must be protected. Moreover, Surabaya also has Museum ofHero Monument, a high value historical site. This museum is used frequently for historical visit inSurabaya, related its title as the city of hero.It is not impossible, Surabaya will have complete feature as the city of hero, and also as a citythat appreciate heroes’ sacrifices, as long as its potential has been used optimally and its problems hasbeen solved.
CAHAYA LESTARI SURABAYA: DINAMIKA KLUB DALAM TAHUN 2003 - 2020 Ryvaldi Hilmi Sulistyawan; Rojil Nugroho Bayu Aji
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS) merupakan entitas olahraga berbasis komunitas Tionghoa yang telah berdiri sejak 1946. Penelitian ini mengkaji dinamika CLS Knights Surabaya dalam periode 2003 hingga 2020, sebuah era krusial di mana bola basket nasional mengalami transisi menuju industrialisasi melalui kompetisi IBL dan NBL. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana sebuah klub berbasis yayasan tradisional merespons tantangan regulasi modern yang mewajibkan pengelolaan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT). Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan pendekatan konseptual Challenge and Response dari Arnold J. Toynbee serta konsep Industrialisasi Olahraga dari Allen Guttmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CLS Knights berhasil melakukan adaptasi manajemen yang bermuara pada prestasi puncak sebagai Juara IBL 2016 dan Juara ASEAN Basketball League (ABL) 2019. Namun, di balik kejayaan tersebut, terjadi benturan ideologis antara nilai gotong royong yayasan dengan tuntutan profit industri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan CLS untuk mundur dari liga profesional pada tahun 2017 dan vakum pada 2019 bukanlah bentuk kegagalan manajemen, melainkan sebuah jawaban (response) strategis untuk mempertahankan identitas dan aset yayasan dari hegemoni industrialisasi yang memaksakan privatisasi.
RELOKASI SEMENTARA PEDAGANG PASAR TRADISIONAL WONOKROMO DI TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA PASCA PERISTIWA KEBAKARAN TAHUN 2002-2005 Taufik Rasyadi, Ishaq; Rojil Nugroho Bayu Aji
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai sejarah dinamika relokasi sementara pedagang Pasar Tradisional Wonokromo ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasca kebakaran besar yang melanda pada tahun 2002. Kebakaran tersebut menyebabkan ribuan pedagang kehilangan tempat usaha. Hal inilah yang membuat Pemerintah Kota Surabaya menetapkan kebijakan relokasi sementara ke TPS di kawasan Mangga Dua dan Ketintang sembari menunggu revitalisasi pasar rampung. Namun, kebijakan tersebut memunculkan berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan politik antara pedagang dan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan pemerintah menetapkan kebijakan relokasi, dinamika pro dan kontra pedagang selama relokasi tahap awal, serta dinamika proses pengembalian pedagang ke Pasar Wonokromo baru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh dari surat kabar, literatur, dan wawancara dengan pedagang serta pengelola pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan relokasi merupakan langkah darurat untuk menjaga aktivitas ekonomi pedagang, namun keterbatasan fasilitas TPS, ketidakjelasan jaminan tempat usaha, pro-kontra antar pedagang dan lemahnya komunikasi pemerintah memicu dinamika berkepanjangan. Proses pengembalian pedagang ke pasar baru juga diwarnai polemik terkait keterlambatan pembangunan dan perbedaan kepentingan antara pemerintah, pedagang, dan investor. Penelitian ini menunjukkan bahwa relokasi sementara tidak hanya merupakan kebijakan teknis penanganan bencana, tetapi juga menghasilkan dinamika sosial ekonomi dan politik yang kompleks. 
SEPAK TERJANG KLUB FUTSAL BINTANG TIMUR SURABAYA PADA TAHUN 2009-2022 Muhammad Miftachul Choir; Rojil Nugroho Bayu Aji
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai perkembangan klub futsal Bintang Timur Surabaya dalam rentang waktu 2009–2022 dengan fokus pada proses pembentukan, dinamika organisasi, dan capaian prestasi dalam konteks perkembangan futsal nasional. Penelitian ini membahas mengenai (1) Bagaimana awal terbentuknya klub futsal Bintang Timur Surabaya (2) Bagaimana sepak terjang klub futsal Bintang Timur Surabaya dalam kompetisi nasional maupun internasional (3) Bagaimana pengelolaan manajemen klub futsal Bintang Timur Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah memahami strategi pertumbuhan dan adaptasi klub terhadap perubahan sistem kompetisi futsal di Indonesia serta perannya dalam membentuk identitas futsal profesional. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip klub, dokumentasi pertandingan, wawancara, serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bintang Timur Surabaya mengalami perkembangan signifikan dari aspek manajemen, pembinaan pemain, dan prestasi kompetitif. Keberhasilan klub didukung oleh strategi pengelolaan yang adaptif, konsistensi pembinaan atlet, serta peran penting pendiri dan manajemen. Secara lebih luas, klub ini berkontribusi dalam penguatan ekosistem futsal profesional di Indonesia dan memperkaya kajian sejarah olahraga.
KONFLIK SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK STASI KEBANGKITAN KRIAN TAHUN 1992 – 2017 Lisa Rafilia Ganis; Rojil Nugroho Bayu Aji
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas konflik sosial dalam pembangunan Gereja Katolik Stasi Kebangkitan Krian tahun 1992-2017. Tempat peribadatan yang tidak lagi mampu menampung jamaah membuat umat menyadari bahwa pembangunan Gereja harus segera dilakukan. Namun, rencana pembangunan gereja tersebut justru menimbulkan konflik berkepanjangan dengan masyarakat setempat. Konflik ini penting diteliti karena berlangsung lama serta berkaitan erat dengan penerimaan masyarakat. Permasalahan yang dibahas diantaranya Kecamatan Krian sebagai rilayah multikultural, faktor memengaruhi terjadinya konflik, serta dampak yang ditimbulkan. Metode penelitian sejarah yang digunakan meliputi heuristik, kritik, interpretasi, historiografi dengan teori konflik Lewis A. Coser sebagai ilmu bantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi panitia terlalu fokus pada legalitas serta perubahan susunan panitia berulang. Sementara itu, faktor eksternal meliputi kegagalan komunikasi, sensitivitas mayoritas-minoritas, mobilisasi organisasi dan tokoh masyarakat, perbedaan pandangan, dan kebijakan Orde Baru. Meskipun demikian, konflik memiliki fungsi sosial diantaranya meningkatkan solidaritas, sarana penyaluran ketegangan, serta mendorong perubahan dan penyesuaian sosial.
Kepelatihan Subangkit dan Perkembangan Prestasi Persekabpas Pasuruan Tahun 2003-2006 Muhammad Rafi Nizar; Rojil Nugroho Bayu Aji
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kepelatihan Subangkit dan perannya terhadap perkembangan prestasi Persekabpas Pasuruan pada tahun 2003–2006. Subangkit dikenal sebagai pelatih yang berhasil membangun tim Persekabpas melalui pola kepelatihan yang terstruktur, dengan memadukan potensi pemain lokal dan pemain berpengalaman. Di bawah kepelatihannya, Persekabpas mengalami perkembangan prestasi yang signifikan dalam kompetisi nasional Indonesia, mulai dari menjuarai Divisi II Liga Indonesia pada tahun 2003, promosi ke Divisi I dan Divisi Utama, hingga mencapai babak semifinal Divisi Utama pada tahun 2006. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepelatihan Subangkit dalam membangun tim serta mendeskripsikan perkembangan prestasi Persekabpas Pasuruan dalam kompetisi nasional tahun 2003–2006. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian diperoleh dari arsip, surat kabar, media daring, serta berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan sejarah sepak bola Indonesia dan Persekabpas Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepelatihan Subangkit menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Persekabpas, bukan semata-mata ditentukan oleh kualitas pemain. Melalui kepemimpinan dan pola pembinaan yang diterapkan Subangkit, Persekabpas mampu berkembang dari klub Divisi II menjadi tim yang bersaing di tingkat tertinggi sepak bola Indonesia. Pencapaian semifinal Divisi Utama tahun 2006 menjadi prestasi tertinggi Persekabpas pada periode tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya peran kepelatihan Subangkit dalam perkembangan prestasi Persekabpas serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Operasi Evakuasi Basarnas pada Erupsi Gunung Kelud di Kediri 2014 Binar Aldiarto; Rojil Nugroho Bayu Aji
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji operasi evakuasi BASARNAS pada letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri tahun 2014, dengan fokus pada proses evakuasi, koordinasi antarlembaga, serta dampaknya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Puncu, Ngancar, Kepung, dan Plosoklaten. Penelitian bertujuan merekonstruksi peristiwa tersebut secara historis menggunakan metode sejarah, meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer berupa arsip BASARNAS, laporan BPBD, dokumen tanggap darurat, serta wawancara petugas dan warga, dilengkapi sumber sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, dan berita. Hasil penelitian menunjukkan evakuasi dilaksanakan sejak status Awas ditetapkan pada 13 Februari 2014, melalui penyisiran wilayah berbahaya, pemindahan warga, dan koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, serta relawan, sehingga mampu menekan risiko korban jiwa meskipun menghadapi kendala abu vulkanik, gas beracun, akses terbatas, dan koordinasi. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan evakuasi ditentukan oleh respon cepat, struktur komando, dan koordinasi lintas lembaga, sehingga diperlukan penguatan sistem komunikasi dan kesiapan mitigasi berbasis risiko.