Putri Ramadhani
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU PAUD MEMBUAT LINGKUNGAN BELAJAR MULTILITERASI YANG BERIORENTASI BERPIKIR DESAIN TATA RUANG DI RA AL-NISA LABSCHOOL PRODI PIAUD FAKULTAS TARBIYAH IAIN BONE Muharram Muharram; Herman Herman; Putri Ramadhani; Sitti Ardianti; Darmina Adian Nur S. Putri; Siti Nurdifa Birizqin Achmad; Andi Kasliati; Armina M
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i1.50424

Abstract

The discussion about multiliteracies showing in youth training has caught consideration for educators. Educators should reconsider multiliteracies instructional method and multiliteracies learning conditions to plan inventive and significant instructive spaces for small kids. By tending to the topic of the issue of how the conceptualizations of youth homerooms as a genuine transformation of reasoning on the one of a kind spatial preparation of RA Al-Nisa lab school PIAUD Study Program, Faculty of Tarbiyah IAIN Bone. The review means to propose to reconceptualize youth homerooms as a genuine site of an extraordinary spatial plan thought unrest In RA Al-Nisa lab school PIAUD Study Program, Faculty of Tarbiyah IAIN Bone. Research a remarkable space to speculate the new forms of education instructional method. This exploration investigates and draws out the reasoning of youth instructors and establishes a multiliteracies of learning conditions, a sort of subjective examination with an ethnographic methodology, this examination was set ra Al-Nisa lab school PIAUD Study Program, Faculty of Tarbiyah IAIN Bone. Information assortment through Observation, meetings and documentation the discoveries show that the course of educators planning thinking styles lies in culture and is driven by kids' inclinations permitting some youngster organizations in fake spatial importance as co-creators of the multiliteracies learning climate they possess. The plan thinking process unfurls through a ceaseless circle of rehashed and cooperative four-stage cycles. Instructors make thoughts and ponder multiliteracies and spot settling on choices that epitomized a learning climate in light of the universe of youngsters. At the point when the job of the educator establishes a multiliteracies climate through the plan manner of thinking the instructor will be engaged as a fashioner where variety of individuals, texts, practices, implications, and social settings meet to lay out correspondenceĀ Pebincangan tentang pengajaran multiliterasi dalam pendidikan anak usia dini telah menyita perhatian bagi guru. Guru harus memikirkan kembali pedagogi multiliterasi dan lingkungan belajar multiliterasi untuk merancang ruang pendidikan yang inovatif dan bermakna untuk anak kecil. Dengan mengankat pokok permasalaha bagaiamana konsptualisasi ruang kelas anak usia dini sebagai nyata revolusi pemikiran desai tata ruang unik Di RA Al-Nisa labschool Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah IAIN Bone. Penelitian bertujuan menawarkan mengkonseptualisasikan kembali ruang kelas anak usia dini sebagai nyata situs revolusi pemikiran desai tata ruang yang unik Di RA Al-Nisa labschool Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah IAIN Bone. Penelitian ruang unik untuk berteori kontur baru pedagogi literasi. Penelitian ini mengeksplorasi dan memunculkan pemikiran guru anak usia dini dan membuat multiliterasi lingkungan belajar, jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, penelitian ini ditempatkan RA Al-Nisa labschool Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah IAIN Bone. Pengumupulan data melalui Observasi, wawancara dan dokukmentasi Hasil temuan menunjukkan bahwa proses guru mendesain gaya berpikir terletak pada budaya dan didorong oleh minat anak memungkinkan beberapa agensi anak di buatan bermakna spasial sebagai rekan penulis lingkungan belajar multiliterasi yang mereka tempati. Proses berpikir desain terungkap melalui siklus empat fase berulang dan kolaboratif yang berkelanjutan. Guru membuat ide dan merefleksikan multiliterasi dan keputusan pengambilan tempat yang terwujud lingkungan belajar berdasarkan dunia anak-anak. Saat peran guru membuat lingkungan multiliterasi melalui proses berpikir desain guru akan diberdayakan sebagai desainer di mana keragaman orang, teks, praktik, makna, dan konteks budaya bersinggungan untuk membangun komunikasi.
Model Pengelolaan Satuan Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Islam Sulfiyaya Sulfiyaya; Nur Ainun; Putri Ramadhani; Ahlun Ansar; Aris Munandar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk peserta didik yang berilmu dan berakhlak mulia. Tantangan utama sekolah Islam saat ini adalah mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek pengelolaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model pengelolaan satuan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam di SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sekolah dilakukan secara integratif dan partisipatif dengan menggabungkan nilai-nilai Islam dalam perencanaan, kurikulum, kesiswaan, dan hubungan masyarakat. Sekolah menggunakan kurikulum nasional serta menanamkan karakter melalui kegiatan tarbiyah, tahfidz, dan pembiasaan akhlak. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua turut memperkuat pembinaan karakter siswa. Model ini berorientasi pada nilai-nilai Islam dan menghasilkan pendidikan yang unggul serta berkarakter. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah Islam lainnya dalam mengembangkan sistem pengelolaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam secara menyeluruh.