Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Kader Keluarga Melalui Pengelolaan Penyakit Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sitopeng Badriah Badriah; TIFANNY SESARIA; Eyet Hidayat; Komarudin Komarudin; Syarif Zen Yahya; Zaitun Zaitun; Sriyatin Sriyatin
PASAI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Pendidikan Mitra Mandiri Aceh(YPMMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58477/pasai.v4i2.359

Abstract

Background: Diabetes Mellitus type 2 (DM T2) is one of the main focuses of NCDs in Indonesia with an increasing prevalence rate. DM management requires a multidisciplinary approach and family support that involves medical, psychological, and social aspects. Objective: This community service program aims to improve the knowledge, skills, and independence of family and community cadres in the prevention and management of T2 DM through a multidisciplinary approach to nursing. Method: The activity will be carried out in August 2025 at RW 05 Argasunya Village, Cirebon City. Methods include health screenings, education, psychosocial counseling, and self-care training. Participants consisted of Non-Communicable Disease (NCD) cadres, at-risk individuals, pregnant women, children, the elderly, and families of sufferers. Results: There was an increase in public knowledge about early symptoms, prevention of complications, and self-care skills. Multidisciplinary approaches have proven to be effective in increasing public participation and awareness. Conclusion: This program can be used as a model of community intervention for comprehensive management of T2 DM.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kespro Remaja Usia 10-12 Tahun di RW 04 Surapandan Kota Cirebon Tahun 2026 Dyah Widiyastuti; Lia Nurcahyani; Sriyatin Sriyatin; lisnawati lisnawati
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26311

Abstract

Masih tingginya angka kehamilan remaja di wilayah kerja Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon yang mencapai 7,4% menunjukkan perlunya upaya peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi sejak dini, mengingat rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja usia 10–12 tahun menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perilaku seksual berisiko. Di sisi lain, Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di wilayah tersebut belum berjalan optimal karena keterbatasan sumber daya manusia dan sarana, sehingga diperlukan strategi pemberdayaan kader kesehatan remaja sebagai pendidik sebaya di komunitas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader kesehatan remaja sebagai pendidik di komunitas melalui pelatihan terstruktur, sehingga mereka mampu memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja usia 10–12 tahun serta meningkatkan pengetahuan mereka dalam upaya mencegah perilaku seksual berisiko dan kehamilan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 6, 8, dan 9 Juli 2026, bertempat di wilayah kerja Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon. Pada hari pertama dilakukan sosialisasi materi kesehatan reproduksi remaja kepada sepuluh kader kesehatan remaja disertai pre-test dan post-test, kemudian dipilih empat kader kesehatan remaja untuk selanjutnya dilatih sebagai pendidik komunitas. Pada hari kedua, keempat kader terpilih diberikan pelatihan "Pendidik Komunitas" menggunakan modul pendidik teman sebaya yang telah ber-HKI. Pada hari ketiga, keempat kader yang telah dilatih memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara bergantian kepada dua puluh remaja usia 10–12 tahun, yang juga diawali dan diakhiri dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pre test pengetahuan kader kesehatan remaja (n=10) sebesar 85,4 dan post test sebesar 93,9, sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre test ke post test sebesar 8,5. Sementara itu, pada remaja usia 10-12 tahun (n=20) yang menerima edukasi dari kader terlatih, nilai rata-rata pre test pengetahuan sebesar 84,7 dan post test sebesar 89,8, sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 5,1. Luaran wajib yang dicapai yaitu satu artikel pada media massa elektronik (Radar Cirebon), satu video kegiatan pengabdian masyarakat, serta peningkatan keterampilan kader kesehatan remaja sebagai pendidik sebaya. Luaran tambahan yaitu satu artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi di tahun 2026. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan kader kesehatan remaja dari pre test ke post test sebesar 8,5 setelah mengikuti pelatihan pendidik komunitas, serta peningkatan rata-rata skor pengetahuan remaja usia 10-12 tahun sebesar 5,1 setelah menerima edukasi kesehatan reproduksi dari kader terlatih. Saran agar Puskesmas Sitopeng sebagai mitra kegiatan dapat mengintegrasikan kader kesehatan remaja yang telah dilatih ke dalam kegiatan Posyandu Remaja dan Program Kesehatan Remaja secara berkelanjutan, sehingga peran mereka sebagai pendidik sebaya dapat terus dimanfaatkan untuk mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja di wilayah kerja puskesmas.