Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN PERSEPSI ORANG TUA TENTANG VAKSINASI COVID-19 DI SDIT ADZKIA 2 KOTA PADANG Adella Aprilia; Rendri Bayu Hansah; Nurwiyeni
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 9 (2023): Nusantara Hasana Journal, February 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Children of all ages runs the risks of being exposed to an infectious agent sars-cov-2 and the manifestation of illness.Vaccination covid-19 to children aged 6 11 years has begun since december 2021 as one of the main prevent transmission of covid-19.The number of people who had dissented old their children in order to vaccinated with reason the absence of government accountability when vaccination had an impact on the health of children, worry the purpose of vaccination is not for health and fear that the vaccine is not yet tested.Aims: This study aims to find out the Picture of Parents' Perception About COVID-19 Vaccination at SDIT Adzkia 2 Padang City. Methods: This type of research is descriptive categorical with a cross-sectional approach that uses primary data derived from questionnaires given to respondents according to the criteria for describing parents' perceptions of COVID-19 vaccination at SDIT Adzkia 2 Padang city. The sampling technique of this study uses consecutive sampling techniques. The sample obtained was 100 people. Results: The research results show sexes respondents most were women made up 70 %, the age of respondents most were 40-49 of these families are 51 %, the level of education last respondents most were scholar namely 94 %, most were the kind of work the 2009 an army / police / bumn / bumd namely 42 %.And, perceptions on urgency vaccination covid-19 on child most were perception enough that is 50 percent, perception about the side effects of vaccination covid-19 on child most were perception enough namely 58 % and perceptions about the safety of the vaccination covid-19 on child most were enough that is 54 % perception. Conclusion : The most of parent’s perceptions regarding the urgency, side effects and safety of COVID-19 vaccination in children are in the sufficient category in SDIT Adkia 2 Padang city.
Stunting sebagai Ancaman Kualitas Sumber Daya Manusia: Perspektif Gizi, Lingkungan, dan Sosial Rika Amran; Nurwiyeni; Revivo Rinda Pratama; Sri Wahyuni
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.234

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kronis pada anak balita yang umumnya tampak nyata setelah usia dua tahun. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi berkepanjangan serta dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi, dan berdampak serius terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan definisi, penyebab, metode penilaian, dampak, serta strategi pencegahan stunting, sekaligus menganalisis hubungan antara faktor ibu dan rumah tangga dengan kejadian stunting di Nagari Ampuan Lumpo, Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) pada bulan Agustus 2024. Sebanyak 60 balita usia 24–36 bulan menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, dan status gizi dinilai berdasarkan indikator antropometri standar WHO. Analisis dilakukan untuk melihat hubungan antara stunting dengan jenis kelamin, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu, dan status sosial ekonomi. Hasil: Sebanyak 8,3% balita mengalami stunting. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara status gizi dengan jenis kelamin, berat badan lahir, dan status sosial ekonomi (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p < 0,005). Kesimpulan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat multidimensi. Pendidikan ibu terbukti berperan penting dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, intervensi yang terintegrasi melalui edukasi gizi, peningkatan akses layanan kesehatan, perbaikan sanitasi, dan perlindungan sosial sangat diperlukan, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Deteksi Dini Kanker Serviks dan Edukasi Kegunaan Pemeriksaan Pap Smear Nana Liana; Nurwiyeni; Meta Zulyati Oktora; Anandia Putriyuni
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cervical cancer is the second largest malignancy after breast cancer in Indonesia. The incidence is increasing every year. In the United States and several other countries, the incidence of cervical cancer has decreased due to public health services and lifestyle changes as well as early implementation through pap smears. In developing countries, the mortality and incidence of cervical cancer has also decreased by 34-80% in the last 50 years. This is sufficient because the period of occurrence of cervical cancer is long and 90-95% of pathological changes in the epithelium can be determined through the Pap smear test. However, in developing countries, health services are still limited and there are no screening programs, cervical cancer is still the leading cause of death in women. Cervical cancer is often diagnosed at an advanced stage and the survival rate is low. On the other hand, the cure rate for early cervical cancer is very high. Therefore, it is important for women to undergo regular pap smears test so that the health condition of the cervix can be monitored and cervical cancer can be detected early.
Edukasi Jajanan Sehat untuk Mengurangi Risiko Gagal Ginjal pada Anak di SD Telkom Padang: Penelitian Nurwiyeni; Nana Liana; Meta Z Oktora; Rika Amran
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5485

Abstract

Kasus gagal ginjal pada anak-anak di Indonesia, semakin meningkat akibat konsumsi berlebihan makanan dan minuman yang tinggi gula. Konsumsi gula, terutama dalam bentuk fruktosa, telah dihipotesiskan sebagai penyebab penyakit ginjal. Ulasan ini memberikan gambaran umum mengenai bukti epidemiologi bahwa konsumsi gula meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik. Terdapat studi yang menyatakan bahwa konsumsi minuman dengan pemanis buatan berhubungan dengan peningkatan risiko gagal ginjal kronik. Rendahnya kesadaran akan bahaya ini membuat anak-anak rentan terhadap penyakit serius di kemudian hari. Dokter cilik, sebagai agen kesehatan di sekolah, memiliki potensi besar untuk berperan dalam mengedukasi teman-temannya mengenai pentingnya memilih jajanan sehat. Namun, untuk dapat menjalankan peran ini secara efektif, mereka perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Untuk mengatasi masalah ini, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dokter cilik di SD Telkom Padang dalam mengenalkan dan mempromosikan jajanan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan yang komprehensif bagi dokter cilik tentang bahaya jajanan tidak sehat, khususnya yang tinggi gula, serta dampaknya terhadap kesehatan ginjal. Selain itu, mereka dilatih untuk menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada teman-teman mereka. Dengan peningkatan peran ini, diharapkan dokter cilik dapat menjadi duta kesehatan yang mampu mengubah kebiasaan jajan siswa di sekolah menjadi lebih sehat. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan dan edukasi kepada dokter cilik, diskusi interaktif dan kampanye jajanan sehat. Penyuluhan dan edukasi mencakup penjelasan ilmiah tentang bagaimana gula berlebih dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk gagal ginjal. Diskusi interaktif diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dokter cilik dalam berkomunikasi kepada teman mereka dan mengkampanyekan jajanan sehat melalui penyebaran poster ataupun kegiatan kreatif lainnya. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan peran dokter cilik dalam mengedukasi teman-temannya mengenai jajanan sehat. Dokter cilik di SD Telkom Padang dapat menjadi penggerak utama dalam mengubah kebiasaan jajan siswa menuju pilihan yang lebih sehat. Hal ini tidak hanya akan membantu mengurangi risiko gagal ginjal pada anak-anak, tetapi juga menciptakan budaya kesehatan yang lebih baik di lingkungan sekolah
Kurkumin Sebagai Agen Antikanker pada Kanker Kolorektal: Penelitian Nurwiyeni; M Ivan; Belia Riyasti Maresa; Maysa Triwahyuni; Nasywa Harditia Pradaningtyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5372

Abstract

Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian dan kematian tinggi di dunia. Terapi konvensional seperti kemoterapi sering menghadapi kendala berupa resistensi obat, efek samping sistemik, dan kekambuhan, sehingga diperlukan agen terapi tambahan yang efektif dan aman. Kurkumin, senyawa bioaktif dari Curcuma longa, memiliki potensi antikanker melalui efek antiproliferatif, pro-apoptotik, modulasi jalur pensinyalan onkogenik, serta peningkatan sensitivitas terhadap kemoterapi. Meninjau bukti ilmiah mengenai peran kurkumin sebagai agen antikanker pada kanker kolorektal. Penulisan ini menggunakan metode systematic review sesuai pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar (2020–2025) menggunakan kata kunci “curcumin”, “colorectal cancer”, “anticancer”, “apoptosis”, dan “chemoresistance”. Artikel yang dianalisis meliputi studi in vitro, in vivo, uji klinis, serta artikel tinjauan yang membahas mekanisme molekuler dan aplikasi terapeutik kurkumin. Dari 220 artikel yang ditemukan, dua puluh artikel memenuhi kriteria inklusi. Kurkumin terbukti menghambat proliferasi sel kanker kolorektal, menginduksi apoptosis, autophagy, dan ferroptosis, serta memodulasi jalur pensinyalan seperti NF-κB, PI3K/Akt, MAPK/ERK, Wnt/β-catenin, dan p53. Kurkumin juga meningkatkan sensitivitas terhadap kemoterapi (irinotekan, regorafenib, 5-fluorourasil, dan metformin) serta menurunkan kemoresistensi. Sistem penghantaran berbasis nanoteknologi, termasuk liposom, nanopartikel, dan enkapsulasi nanocellulose, meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas kurkumin. Kurkumin berpotensi sebagai agen antikanker multitarget pada kanker kolorektal dan dapat digunakan sebagai terapi adjuvan untuk meningkatkan efektivitas terapi standar. Diperlukan penelitian klinis lanjutan dengan formulasi terstandar dan sampel lebih besar untuk memastikan manfaat jangka panjang.
Peningkatan Kesiapsiagaan Dokter Kecil melalui Pelatihan dan Simulasi Pertolongan Pertama pada Kegawatdaruratan di SD Telkom Padang: Pengabdian Nana Liana; Nurwiyeni; Meta Z Oktora; Muhammad Ivan; Rika Amran; Anandia Putriyuni; Lismawati R; Desi Aliefia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7668

Abstract

Kesehatan dan keselamatan peserta didik merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Berbagai kondisi kegawatdaruratan sederhana, seperti mimisan, pingsan, luka bakar, luka lecet atau sayat, tersedak, perdarahan, terkilir, serta gangguan pernapasan, dapat terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan penanganan awal yang tepat dan cepat. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama dapat menyebabkan penanganan tidak optimal sebelum bantuan tenaga kesehatan tersedia. Dokter kecil sebagai bagian dari upaya pembinaan kesehatan sekolah, memiliki potensi untuk diberdayakan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut sesuai kapasitasnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membekali dokter kecil dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kegawatdaruratan sederhana di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SD Telkom Padang dan diikuti oleh 32 dokter kecil. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, pendampingan, serta diskusi dan berbagi pengalaman. Peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mempraktikkan berbagai teknik pertolongan pertama dengan pendampingan mahasiswa. Kegiatan ini membekali keterampilan P3K untuk mendukung kesiapsiagaan dokter kecil dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.