Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stunting sebagai Ancaman Kualitas Sumber Daya Manusia: Perspektif Gizi, Lingkungan, dan Sosial Rika Amran; Nurwiyeni; Revivo Rinda Pratama; Sri Wahyuni
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.234

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kronis pada anak balita yang umumnya tampak nyata setelah usia dua tahun. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi berkepanjangan serta dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi, dan berdampak serius terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan definisi, penyebab, metode penilaian, dampak, serta strategi pencegahan stunting, sekaligus menganalisis hubungan antara faktor ibu dan rumah tangga dengan kejadian stunting di Nagari Ampuan Lumpo, Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) pada bulan Agustus 2024. Sebanyak 60 balita usia 24–36 bulan menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, dan status gizi dinilai berdasarkan indikator antropometri standar WHO. Analisis dilakukan untuk melihat hubungan antara stunting dengan jenis kelamin, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu, dan status sosial ekonomi. Hasil: Sebanyak 8,3% balita mengalami stunting. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara status gizi dengan jenis kelamin, berat badan lahir, dan status sosial ekonomi (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p < 0,005). Kesimpulan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat multidimensi. Pendidikan ibu terbukti berperan penting dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, intervensi yang terintegrasi melalui edukasi gizi, peningkatan akses layanan kesehatan, perbaikan sanitasi, dan perlindungan sosial sangat diperlukan, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Skrining Fitokimia Dan Evaluasi Sediaan Teh Celup Daun Kopi Arabika (Coffea arabica L) Relin Yesika; Eka Desnita; Elsa Marsellinda; Revivo Rinda Pratama
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Arabica coffee (Coffea arabica L.) leaf has long been used in traditional medicine for enhancing stamina, promoting diuresis, and stimulating appetite. Arabica coffee leaves are known to contain diverse bioactive secondary metabolites that contribute to antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, antidiabetic, and antidyslipidaemic activities. This study aimed to evaluate the phytochemical profile and sensory characteristics of Arabica coffee leaf tea formulated in tea bags. Phytochemical screening was conducted, followed by product evaluation through organoleptic testing, pH and Sensory evaluation. Sensory evaluation involved 25 untrained panelists using questionnaire. Phytochemical analysis confirmed the presence of alkaloids, phenols, flavonoids, terpenoids, and tannins in the leaves coffea arabica leaf. Organoleptic assessment showed a distinctive aroma, brownish-orange color, clear infusion, and bitter taste. The tea infusion exhibited acidic properties, with an average pH of 5. Sensory analysis of color indicated that 60% of panelists expressed strong liking, while 40% reported liking. Aroma evaluation showed that 16% expressed strong liking, 60% liking, and 24% a neutral response. Taste evaluation: 20% expressed strong liking, 20% liking, 36% a neutral response, and 12% expressed dislike. In conclusion, Arabica coffee leaf tea preparations have the potential to be developed as a health-promoting beverage with various beneficial properties similar to Camellia sinensis.