Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Aizuchi dalam Percakapan Mahasiswa Bahasa Jepang Universitas Harapan Medan Abdul Gapur; Taulia Taulia; Laraiba Nasution; Alvy Mawaddah; Khairunnisa Nur Hasanah
Jurnal ABDIMAS Budi Darma Vol 3, No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/pengabdian.v3i1.5667

Abstract

Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diselenggarakan oleh tim pengabdian Program Studi Bahasa Jepang ini melalui kegiatan pelatihan penggunaan aizuchi dalam percakapan bahasa Jepang. Aizuchi adalah respon dalam menanggapi perkataan seseorang dalam percakapan yang lazim dalam percakapan bahasa Jepang. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam merespons pertanyaan sehingga tercipta percakapan bahasa Jepang yang natural. Peserta kegiatan ini adalah anggota himpunan mahasiswa bahasa Jepang Universitas Harapan Medan, yaitu HIKARI berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah model Q&A dengan kooperatif antara peserta dan penutur asli bahasa Jepang (native speaker). Hasilnya melalui kegiatan ini telah menambah keberanian dan kemampuan mahasiswa dalam memberi pertanyaan dan menjawab pertanyaan dalam bahasa Jepang. Mahasiswa mampu menggunakan aizuchi sebagai cara untuk merespons pertanyaan native speaker dan menjadikan aizuchi sebagai jeda berpikir untuk mencari kosakata dan kalimat dalam menjawab pertanyaan.
Mengaburkan Realitas Melalui Bahasa: Kode Sosiokultural Jepang dalam Dialog Horor pada Serial Animasi Yami Shibai: Blurring Reality Through Language: Japanese Sociocultural Codes in Yami Shibai's Horror Dialogues Abdul Gapur; Taulia; Muhammad Yusuf; Alvy Mawaddah; Laraiba Nasution
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 12 No. 2 (2026): Linguistic and Japanese Culture
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v12i2.111657

Abstract

This article analyzes the linguistic strategies used to blur the boundary between reality and hallucination in the Japanese horror anime series Yami Shibai Season 10, while reflecting on the underlying Japanese sociocultural codes. The study employs a descriptive qualitative approach and an interpretive case study method, examining transcripts from the first five episodes. The analysis utilizes Norman Fairclough’s critical discourse analysis framework, integrated with the Japanese cultural concepts of uchi/soto and tatemae/honne. The findings identify three main linguistic strategies: (1) referential incongruity and linguistic personification; (2) ambiguous spatial–temporal deixis; and (3) unnatural conversational registers. The analysis demonstrates that these strategies interact with and are reinforced by the Japanese cultural framework. The transgression of uchi/soto boundaries and the tension between tatemae and honne transform linguistic ambiguity into a distinct horror aesthetic. In conclusion, language in Yami Shibai serves as a cultural instrument that not only generates fear but also reflects the structural anxieties of contemporary Japanese society.