Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEPATUHAN SUPERVISOR TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM OCCUPATIONAL HEALTH & SAFETY (OHS) PLANNED INSPECTION DI PT. CCAI Sarah, Dewi; Ekawati, Ekawati; Widjasena, Baju
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 3, No 3 (2015): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.113 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v3i3.12212

Abstract

The Government has issued Regulation Legislation No. 50 Year 2012 on Health and Safety Management System (SMK3). CCAI is a company that has implemented SMK3. The application of the CCAI SMK3 supported by K3 program one of them is OHS Planned Inspection. This study aimed to analyze the implementation of Occupational Health & Safety (OHS) program Planned Inspection in CCAI. The subjects of this study amounted to five people as the main informants and 2 as an informant triangulation. The results showed key informants already knew this progrtam, goals, objectives, and program execution time. The attitude of key informants agreed with this program and in this  implementation need a good communication to superiors, as well as to the team below. The availability of facilities in the form is a checklist. The main informant had never been trained filling checklist. SOP that there has not been spread widely disseminated to all employees including key informants. Supervision only from an informant triangulation and has not from the respective. The results showed a less training and supervision provided by the OHS (Occupational Health Safety). This resulted in the knowledge and attitudes of employees is still low on the implementation of Planned Inspection program. CCAI need to provide training to fill the key informant checklist to improve the capability and compliance in conducting Planned Inspection program. Improve the surveilance and communication in the implementation of the program.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN ERITROSIT Ramadhana, Aslamnur Fikri; Indrayani, Sri; Irawan, Aurizal Risandy; Kamila, Rezkia Azka; Apriyandi, Restu Amelia; Bashirah, Danaparamita; Sarah, Dewi; Hilmi, Hanny Latifa; Rachmawati, Afina Dwi; Sinuraya, Rano Kurnia; Destiana, Dika Pramita; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22208

Abstract

ABSTRAKMasalah gizi yang utama yang dialami oleh para remaja diantaranya yaitu anemia yang dapat disebabkan karena kurangnya kadar hemoglobin. Kadar hemoglobin seseorang bisa dilihat dari pola makan yang tidak teratur yang akan mempengaruhi asupan makanan yang bisa dilihat dari nilai status gizi. Status gizi seseorang bisa dipantau dengan melihat nilai Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kadar hemoglobin dan eritrosit dalam tubuh pada mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Penilitian ini dilakukan dengan mengambil data meliputi jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh dan pemeriksaan laboratorium kadar haemoglobin beserta eritrosit. Data yang diperoleh didistribusikan dalam bentuk distribusi frekuensi kemudian ditampilkan dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram kemudian dilakukan analisis statistik menggunakan Normalitas Data Shapiro Wilk dan kemudian dilakukan Uji Korelasi Chi-Square. Didapatkan hasil Uji Pearson Chi-Square dengan nilai signifikansi antara BMI dan Hb Sig. (2-tailed) > 0.05 yaitu 0.170  dan nilai signifikansi antara BMI dan eritrosit Sig. (2-tailed) > 0.05 yaitu 0.837, maka dapat dikatakan untuk keduanya tidak terdapat hubungan linear antara BMI dengan Hb maupun Eritrosit. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Hemoglobin, Eritrosit
ARTIKEL REVIEW: PENERAPAN LEAN MANAGEMENT & SIX SIGMA SEBAGAI TOOLS DALAM PENERAPAN CONTINOUS IMPROVEMENT DI INDUSTRI FARMASI SARAH, DEWI; Saptarini, Nyi Mekar; Nugraha, Aristo Fajar; Rambia, Ikhsan
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.33164

Abstract

Continual improvement menjadi landasan dari banyak industri manufaktur di dunia karena telah terbukti mampu menghilangkan pemborosan yang memberi nilai tambah produk/jasa dari perspektif konsumen. Industri farmasi mengadopsi konsep tersebut, untuk tujuan mengefektifkan biaya dari segi cycle time, pemasaran, pengemasan, memantau rantai pasok, dan streamline proses manufaktur. Pendekatan Lean Six Sigma adalah salah satu tools yang dapat digunakan untuk melakukan continous improvement. Tujuan kajian artikel ini adalah untuk mendeskripsikan cara implementasi continuous improvement dengan pendekatan Lean Six Sigma dan pengaruhnya terhadap industri farmasi. Metode dengan cara pencarian melalui electronic database dari jurnal yang telah dipublikasi melalui Google Scholar, ProQuest, PubMed, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah continuous improvement, lean management, Six Sigma dan industri farmasi Hasil kajian menemukan bahwa implementasi continuous improvement dengan pendekatan Lean Six Sigma secara signifikan memberikan pengaruh positif dalam memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan waste selama produksi serta mengeliminasi berbagai tipe pemborosan, seperti proses yang tidak sesuai, proses yang tidak perlu, produksi berlebih, pengerjaan ulang, inventaris dan work in process serta pengangkutan material dan pengurangan penanganan.Kata kunci: perbaikan terus-menerus, perampingan manajemen, Six Sigma, industri farmasi
Otonomi Kerja dan Keamanan Psikologis dengan Mediasi Perilaku Inovatif terhadap Kinerja Pemasaran Konten di Kalangan UMKM Sarah, Dewi; Amalia, Dinda
DFAME Digital Financial Accounting Management Economics Journal Vol 4 No 2 (2026): MEI
Publisher : Awatara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61434/dfame.v4i2.340

Abstract

This study examines the influence of job autonomy and psychological safety on content marketing performance, with innovative behavior as a mediating variable among MSMEs. A quantitative approach was employed using survey data collected from 160 MSME actors in Purwakarta who are actively involved in digital marketing activities. The data were analyzed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that job autonomy and psychological safety have significant positive effects on innovative behavior. Furthermore, innovative behavior significantly enhances content marketing performance. The mediation analysis reveals that innovative behavior plays a crucial role in linking job autonomy and psychological safety to performance outcomes. These findings suggest that internal organizational factors must be translated into innovative actions to achieve optimal marketing performance. The study contributes to the literature by providing an integrated framework that explains how employee-driven innovation influences digital marketing effectiveness in MSMEs. Practically, the results highlight the importance of fostering autonomy and creating a psychologically safe environment to encourage creativity. Despite its contributions, this study is limited to a specific regional context and cross-sectional data. Future research should explore broader contexts and additional variables to strengthen the generalizability of the findings.