Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRUKTUR STRUKTUR MITEM DAN SINKRETISASI ISLAM DALAM NOVEL MANTRA PENJINAK ULAR KARYA KUNTOWIJOYO Ella Nuraini; Andaru Ratnasari; Junal
Buana Bastra Vol 9 No 2 (2022): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol9.no2.a6244

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan untuk menemukan mitem dan penyesuaian ajaran Islam dalam budaya Jawa yang terdapat pada karya sastra yaitu novel. Salah satu caranya adalah menyusun bentuk struktur mitem dan menemukan sinkretisasi Islam dalam novel Mantra Penjinak Ular Karya Kuntowijoyo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) bentuk struktur mitem dalam novel Mantra Penjinak Ular karya Kuntowijoyo dan 2) Mendeskripsikan sinkretisasi Islam dalam novel Mantra Penjinak Ular karya Kuntowijoyo. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data yang ditemukan pada penelitian ini adalah 28 data dan 22 mitem serta 8 data sinkretisasi Islam. Data tersebut dikumpulkan dengan metode deskriptif dengan cara mencatat dan mendeskripsikan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis isi dengan penyesuaian berdasarkan teori Struktualisme Levi-Straus. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh hasil penelitian berupa bentuk struktur mitem dan sinkretisasi Islam dalam novel Mantra Penjinak Ular Karya Kuntowijoyo.
Realita Kontingensi Moral Anak dalam Cerpen “Pelajaran Mengarang” Karya Seno Gumira Ajidarma Mariam Ulfa; Andaru Ratnasari
Jurnal Guru Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jgi.v3i1.339

Abstract

This study aims to describe the moral message in the short story "Composing Lessons" by Seno Gumiro Ajidarma. This qualitative research uses a mimetic approach. Data is collected through document analysis. Data validity through triangulation. The results of the research show that literary works can be media that can document the changes that occur in society. Literature is able to become an epic documentation medium to write down the realities that exist in society and its phenomena which are packaged in works that have aesthetic value. Literature as a product of the ever-changing social world can be used as a manifestation of the values and important events of its time. Literature is also seen as capable of containing moral messages that support world development. Literature can be a means of moral education because good literature can always influence and invite readers to uphold moral norms.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pesan moral pada cerita pendek Pelajaran Mengarang karya Seno Gumiro Ajidarma. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan mimetik. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen. Keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi media yang dapat mendokumentasikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Sastra mampu menjadi media dokumentasi yang epic untuk menuliskan kenyataan-kenyataan yang ada dalam masyarakat beserta fenomena-fenomenanya yang dikemas dalam karya yang memiliki nilai estetika. Sastra sebagai produk dunia sosial yang seantiasa berubah-ubah mampu dipakai sebagai perwujudan nilai-nilai dan peristiwa-peristiwa penting zamannya. Sastra juga dipandang mampu memuat pesan-pesan moral yang mendukung perkembangan dunia. Sastra dapat menjadi sarana pendidikan moral karena sastra yang baik selalu bisa memengaruhi dan mengajak pembaca menjunjung norma-norma moral.
DISKURSUS KRITIS DALAM CATATAN NAJWA KARYA NAJWA SHIHAB: PENDEKATAN RELASI BAHASA DAN KEKUASAAN NORMAN FAIRCLOUGH Andaru Ratnasari
Buana Bastra Vol 10 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol10.no2.a8637

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai eksperensial, nilai relasional, dan nilai ekspresif dalam buku Catatan Najwa karya Najwa Shihab dengan pendekatan Relasi Bahasa dan Kekuasaan Norman Fairclough. Nilai eksperensial meliputi, eksperensial kosakata dan eksperensial gramatika, Nilai relasional meliputi, nilai relasional kosakata dan nilai relasional gramatika sedangkan Nilai ekspresif meliputi nilai ekspresif kosakata dan nilai ekspresif gramatika. Catatan Najwa berisi sebuah refleksi atau narasi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai relasional lebih mendominansi daripada nilai eksperensial maupun nilai ekspresif, indikasinya karena lebih banyak menggunakan kosakata formal untuk mendukung kebutuhan formalitas dalam hubungan sosial. Namun, semua data yang diperoleh terdapat hubungan antarbahasa dan kekuasaan.
KONSTRUKSI MASKULINITAS DALAM NOVEL TERSESAT SETELAH TERLAHIR KEMBALI KARYA YOGA ZEN Riskiyeh .; Andaru Ratnasari
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 9 No 1 (2026): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v9i1.4276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi maskulinitas dalam novel Tersesat Setelah Terlahir Kembali karya Yoga Zen dengan menggunakan kajian gender perspektif Raewyn Connell. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian berupa novel Tersesat Setelah Terlahir Kembali, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan yang merepresentasikan praktik maskulinitas tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi maskulinitas dalam novel dibentuk melalui enam aspek utama, yaitu (1) tubuh, (2) lembut-kuat, (3) perasaan-pengetahuan sains (4) domestik-luar domestik (5) pola gender-politik, olahraga serta (6) domestik-dunia kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa maskulinitas tidak bersifat tetap, melainkan merupakan hasil konstruksi sosial yang dinamis, relasional, dan dipengaruhi oleh konteks budaya serta praktik sosial dalam masyarakat
BENTUK LELUCON DAN KECERDASAN YANG MENYINGGUNG DALAM CERITA KELAKAR MADURA Novita Angraini; Andaru Ratnasari
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2026): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v9i2.34729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk humor berupa lelucon dan kecerdasan yang bersifat menyinggung dalam cerita Kelakar Madura Buat Gus Dur karya Sujiwo Tejo melalui perspektif pragmatik bahasa tabu Timothy Jay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa membaca dan mencatat. Data penelitian berupa kutipan kata, kalimat, dan wacana yang mengandung unsur humor tabu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk humor yang ditemukan meliputi lelucon seksual, lelucon skatologis, lelucon etnis, lelucon bermuatan permusuhan, serta humor yang merendahkan laki-laki dan perempuan. Selain itu, terdapat bentuk kecerdasan yang menyinggung seperti sindiran, sarkasme, dan penggunaan makian yang berfungsi sebagai strategi kritik sosial. Berdasarkan kajian pragmatik, penggunaan bahasa tabu dalam humor tidak semata-mata bersifat ofensif, melainkan bergantung pada konteks sosial, relasi penutur, dan tujuan komunikatif. Dengan demikian, humor dalam karya ini berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium refleksi sosial dan kritik budaya yang disampaikan secara implisit. Kata kunci: humor; bahasa tabu; lelucon seksual; lelucon etnis ; pragmatik Abstract This study aims to describe the forms of humor, including jokes and offensive wit, in Sujiwo Tejo's "Kelakar Madura Buat Gus Dur" (Madura Jokes for Gus Dur) through the perspective of Timothy Jay's pragmatics of taboo language. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including reading and note-taking. The research data consisted of quotes, sentences, and discourse containing elements of taboo humor. The results indicate that the forms of humor found include sexual jokes, scatological jokes, ethnic jokes, jokes containing hostility, and humor that demeans men and women. Furthermore, offensive wit, such as satire, sarcasm, and the use of profanity, function as strategies for social criticism. Based on pragmatic studies, the use of taboo language in humor is not solely offensive but depends on the social context, the speaker's relationship, and the communicative purpose. Thus, the humor in this work functions not only as entertainment but also as a medium for social reflection and implicit cultural criticism. Keywords: humor, taboo language; sexual jokes; ethnic jokes; pragmatic