Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Penerapan Hidup Sehat dan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bimbingan Belajar dan Parenting di Desa Mekarsaluyu Hernawati Hernawati; Astri Sri Lestari; Handani Handani; Mulyanti Mulyanti; Neneng Dian; Yadi Suryadi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i3.6125

Abstract

AbstractHealthy living and good character are the needs of every Indonesian child, including the children of Mekarsaluyu Village. Mekarsaluyu Village is a village located in Cimenyan District, Bandung Regency, West Java Province. The road infrastructure in this village is in poor condition. The distance between RWs is very far and the road is very worrying. The awareness of the people of Mekarsaluyu Village in terms of education is still lacking, the majority of the population graduated from elementary school, many also dropped out of school, there are some residents who have graduated from high school and even graduated from college. influencing the formation of the quality of society, especially the next generation is the field of education. Through this community service activity, students are required to play a role in solving problems according to their capacity. Education is taken as the theme in this activity because education is one aspect of developing, organizing, shaping, maturing, directing humans and furthermore, the best education is to move education from an early age. Therefore, character education for children is carried out through tutoring and the provision of various creative and innovative learning methods. There are several specific educational programs that are carried out to improve the character of children's competitiveness, namely through education according to their needs. Apart from tutoring activities, it is also through parenting activities. This activity is expected to be the beginning of opening public awareness of the importance of education for children from an early age for a better future. Keywords: Character Education, Healthy living, ParentingAbstrak      Hidup sehat dan karakter yang baik merupakan kebutuhan setiap anak Indonesia, termasuk di dalamnya ada anak-anak Desa Mekarsaluyu. Desa Mekarsaluyu ini merupakan desa yang berada di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Provinsi JAwa Barat.. Infrastruktur jalan di desa ini dalam kondisi kurang baik. Jarak antar RW sangat berjauhan dan medan jalannya pun sangat di khawatirkan.Kesadaran masyarakat Desa Mekarsaluyu dalam hal pendidikan masih kurang, mayoritas penduduk lulus SD, banyak juga yang putus sekolah, ada beberapa warga yang sudah lulus SMA bahkan lulus Perguruan Tinggi.Salah satu sektor yang berpengaruh terhadap pembentukan kualitas masyarakat khususnya generasi penerus adalah bidang pendidikan. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, mahasiswa dituntut untuk berperan dalam menyelesaikan masalah sesuai kapasitas yang dimiliki. Pendidikan diambil sebagai tema dalam kegiatan inipengabdian dikarenakan pendidikan merupakan salah satu aspek dalam pengembangan, menata, membentuk, mendewasakan, mengarahkan manusia dan lebih lanjutnya pendidikan yang terbaik adalah menggerakan pendidikan yang sejak dini. Maka dari itu pendidikan karakter kepada anak-anak dilakukan melalui bimbingan belajar dan pemberian berbagai metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Ada beberapa program pendidikan yang spesifik dan dilakukan untuk meningkatkan karakter daya saing anak-anak yaitu melalui pendidikan yang sesuai kebutuhannya.  Selain melalui kegiatan bimbingan belajar juga melalui kegiatan parenting.Dengan adanya kegiatan ini diharapkan sebagai awal dari terbukanya kesadaran masyarkat  akan pentingnya Pendidikan bagi anak sejak dini untuk masa depan yang lebih baik.Kata Kunci: Hidup sehat, Pendidikan Karakter, Parenting
Pojok Literasi Sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Membangun Desa Cerdas Di Desa Nagrog Csicalengka Endah Megawati; Hernawati Hernawati; Amalia Amalia SR; Anggie Mauditya; Auliya Nuranis; Fadli Jihadul Islam; Fahmi Rahmah Astuty; Lulu Lutfiani
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has the lowest literacy rate in the world. It ranks 62 out of 70 countries that have made literacy part of the culture that lives and develops in society. This is due to the lack of understanding of the concept of literacy for Indonesians. The term literacy is something foreign that is not widely recognized, especially by rural communities who live in the interior of the mountain, allowing a lack of access to information obtained. The activities of reading, writing, discussing and being literate to the current situation are part of literacy. Nagrog village is located in the highlands of Bandung district, however facilities and infrastructure to support literacy activities are already available. However, there is no structured system in managing this potential. Thus, the PPK ORMAWA HIMA Islamic Religious Education Team of Muhammadiyah University Bandung together with the village government, community leaders and the community itself have the aim of re-empowering their potential so that they can help minimize educational inequality through the Literacy Corner program by participating in making the village community a smart village. The method used is the ABCD (Asset Based Community Development) method which focuses on community development by making the community the actors and determinants in efforts to develop a better environment.Keywords: Society, Potential, Literacy
Cultivating Character for Indonesia’s Golden Generation: Strengthening Student Values for National Progress Hernawati Hernawati; Supala Supala; Iim Ibrohim; Dewi Mulyani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.6408

Abstract

Indonesia's national development depends on cultivating a "Golden Generation"—youth who combine intellectual prowess with strong moral character. Character education is viewed as essential to shaping ethical, responsible future leaders. This mixed-methods study investigated the role of character education in student development. Data were collected from 422 students across 30 Indonesian universities through surveys, interviews, and focus group discussions. Findings reveal that 78% of students and 85% of educators observed notable improvements in student behavior, including enhanced discipline, empathy, and responsibility. Despite these benefits, challenges persist. Overloaded curricula, limited funding, and a shortage of trained educators were cited as key barriers to effective implementation. Furthermore, students expressed a need for character education programs that are more practical and aligned with real-world scenarios. While character education significantly contributes to personal growth and social behavior, structural issues hinder its full potential. Integrating character education into existing curricula and investing in teacher training are essential steps forward. Character education plays a vital role in shaping the Golden Generation and, by extension, Indonesia’s future leadership. To maximize its impact, educational policies must address systemic barriers and promote accessible, context-relevant character development programs
IMPLEMENTASI PROGRAM QUR’ANIC VILLAGE DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI SISWA DI MADRASAH AL-HASANAH DESA SINDANGLAYA Yulia Wulan Sari; Nayvha Az Zahra; Haifa Hasya Fatimah Nurafifah; Muhammad Thuvail; Ar Rais; Alif Muhammad; Hilmi Shuhaibur; Husnan Akbar; Muthia Azmi; Nur Halisah; Nazwa Aulia; Rana Mardiana; Alya Yusrina; Alfin Najib; Maulana Zidane Al Tajib; D Irfan Maulana; Rizky Ananda; Hernawati Hernawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34609

Abstract

ABSTRAKMadrasah Al-Hasanah menghadapi tantangan dalam pembinaan karakter Islami siswa, khususnya dalam literasi Qur’ani dan integrasi nilai agama dalam kegiatan belajar sehari-hari. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Program Qur’anic Village untuk meningkatkan literasi Qur’ani, menumbuhkan karakter Islami, dan mengoptimalkan peran madrasah sebagai pusat pembinaan nilai Qur’ani. Program dilaksanakan selama satu bulan melalui tahapan koordinasi, perencanaan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi, dengan melibatkan mitra kegiatan yaitu Belmawa (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan), PKM Ormawa, Madrasah Al-Hasanah, tokoh masyarakat, serta Universitas Muhammadiyah Bandung. Subjek program adalah siswa madrasah berusia 7–10 tahun sebanyak 24 orang, didampingi 6 guru dan tokoh masyarakat setempat. Evaluasi dilakukan melalui observasi, lembar penilaian keterampilan Qur’ani, serta dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam karakter Islami siswa. Sebagian besar siswa menunjukkan konsistensi dalam membaca Al-Qur’an, perilaku sopan santun, serta kepedulian sosial. Respons guru, siswa, dan masyarakat terhadap program sangat positif, sementara elemen Qur’anic Village mulai diintegrasikan dalam kegiatan rutin madrasah. Program ini terbukti memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan dalam pembentukan karakter Islami, serta meningkatkan kapasitas guru dan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan. Kata kunci: Qur’anic Village; karakter Islami; literasi Qur’ani; pembinaan siswa; pendidikan keagamaan. ABSTRACTMadrasah Al-Hasanah faces challenges in fostering Islamic character among students, particularly in Qur’anic literacy and integrating religious values into daily learning activities. This community service program aims to implement the Qur’anic Village to enhance Qur’anic literacy, develop Islamic character, and optimize the role of the madrasah as a center for Qur’anic education. The program was carried out for one month through stages of coordination, planning, implementation, and monitoring-evaluation, involving key partners such as Belmawa (Directorate of Learning and Student Affairs), PKM Ormawa, Madrasah Al-Hasanah, community leaders, and Universitas Muhammadiyah Bandung. The participants included 24 students aged 7–10 years, accompanied by six teachers and local facilitators. Evaluation was conducted using observation, Qur’anic skill assessment sheets, and activity documentation. The results showed significant improvement in students’ Islamic character. Most students consistently read the Qur’an, demonstrated polite behavior, and social responsibility. Teachers, students, and the community responded positively, and elements of the Qur’anic Village have been integrated into routine madrasah activities. The program has proven to provide long-term sustainable impacts on character building while enhancing teacher capacity and community involvement in education. Keywords: Qur’anic Village; Islamic character; Qur’anic literacy; student development; religious education.
PROGRAM LITERASI ISLAMI BERKELANJUTAN UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI PELATIHAN BERCERITA PADA ORANG TUA SISWA DAN PENGUATAN PERPUSTAKAAN DI TK KARYA CENDIKIA Hernawati Hernawati; Dewi Mulyani; Imas Kurniasih; Muhtadin Muhtadin; Ijang Faisal; Sheila Sheila; Muhammad Wahyudin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35400

Abstract

ABSTRAKPengembangan literasi Islami pada anak usia dini memerlukan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Namun, hasil observasi awal di TK Karya Cendikia, Bandung, menunjukkan beberapa tantangan, yaitu terbatasnya koleksi buku Islami, rendahnya pemanfaatan fasilitas perpustakaan, serta keterampilan orang tua dalam bercerita yang masih kurang. Kondisi ini menghambat tumbuhnya budaya literasi Islami berkelanjutan pada anak. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan bercerita bagi orang tua dan penguatan perpustakaan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi: (1) lokakarya interaktif dan pendampingan bagi orang tua untuk meningkatkan keterampilan bercerita; (2) perbaikan fasilitas perpustakaan melalui penataan ruang, penambahan koleksi buku Islami sesuai usia anak, serta penerapan katalog digital sederhana; dan (3) monitoring serta evaluasi keterlibatan anak dalam kegiatan literasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi orang tua dalam bercerita secara kreatif, meningkatnya minat anak dalam mengakses perpustakaan, serta bertambahnya ketertarikan anak membaca buku bertema Islami. Selain itu, perpustakaan menjadi lebih ramah anak dan berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan literasi.Program ini menegaskan pentingnya integrasi peran orang tua dengan dukungan kelembagaan sekolah dalam menumbuhkan literasi Islami anak usia dini.Kata kunci: Literasi Islami; Anak Usia Dini; Pelatihan Bercerita; Perpustakaan Sekolah; Pemberdayaan Orang Tua. ABSTRACTThe development of Islamic literacy in early childhood requires collaboration between schools and families. However, preliminary observations at TK Karya Cendikia, Bandung, showed several challenges: limited Islamic book collections, underutilized library facilities, and insufficient parental skills in storytelling. These conditions hinder the growth of sustainable Islamic literacy among children. This community service program was designed to address these issues by implementing storytelling training for parents and strengthening the school library. The methods included: (1) interactive workshops and mentoring sessions for parents to enhance storytelling techniques; (2) improvement of library facilities through spatial arrangement, enrichment of age-appropriate Islamic book collections, and the introduction of a simple digital catalog; and (3) monitoring and evaluation of children’s engagement in literacy activities.The results demonstrated increased parental competence in creative storytelling, greater enthusiasm among children in accessing the library, and heightened interest in reading Islamic-themed books. Furthermore, the library environment became more child-friendly and functional, supporting continuous literacy practices at school. This program highlights the importance of integrating parental involvement with institutional support in fostering early Islamic literacy. Keywords: Islamic Literacy; Early Childhood Education; Storytelling Training; School Library; Parental Involvement.
Implementasi Strategi Pembelajaran Diferensiasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Haris Saripudin; Muhtadin Muhtadin; Hernawati Hernawati
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 29, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v29i2.33986

Abstract

Abstrak: Pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang berpusat pada siswa, di mana guru menyesuaikan metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individual siswa. Konsep ini menjadi sangat relevan di tengah keberagaman kemampuan, gaya belajar, dan minat siswa dalam kelas. Pada pengamatan awal peneliti menemukan strategi pembelajaran quran yang dilaksanakan di MTs MIMHa Informatika Bandung masih belum maksimal. Pembelajaran yang dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa. Sehingga mengakibatkan ketidak stabilan hasil belajar siswa. Padahal guru sudah dibekali ilmu tentang pembelajaran secara diferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk Mengetahui: (1) Implementasi strategi pembelajaran defferensiasi di MTs MIMHa Informatika Bandung; (2) Hasil belajar siswa setelah menggunakan strategi pembelajaran defferensiasi; dan (3) Faktor pendukung dan penghambat dari strategi pembelajaran defferensiasi. Ahmad Tafsir menjelaskan bahwa metode merupakan suatu cara yang lebih cepat dan tepat dalam melaksanakan suatu kegiatan. Dalam penelitian ini, digunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Adapun teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data (display data), verifikasi, dan penarikan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Implementasi pembelajaran diferensiasi Tahfizh di MTs MIMHa Informatika berjalan sistematis melalui perencanaan berbasis asesmen siswa, pelaksanaan dengan metode variatif dan pendekatan individual hingga klasikal, serta evaluasi menyeluruh yang menyesuaikan kebutuhan siswa; (2) Faktor pendukung berasal dari kompetensi guru, sarana, dan keterlibatan orang tua, meski dihadapkan pada hambatan internal dan eksternal seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh game online; dan (3) Pembelajaran ini berdampak positif pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, menunjukkan efektivitas pendekatan dalam membentuk hafizh yang cakap dan berkarakter.Abstract: Differentiated instruction is a student-centered approach in which teachers their teaching methods to meet individual student needs. This concept is highly relevant amidst the diversity of students' abilities, learning styles, and interests in the classroom. Initial observations revealed that the Qur'an learning strategy implemented at MTs MIMHa Informatika Bandung was not yet optimal. The instruction provided did not align with students’ needs, resulting in unstable learning outcomes, despite teachers being equipped with knowledge of differentiated instruction. This study aims to examine: (1) The implementation of differentiated learning strategies at MTs MIMHa Informatika Bandung, (2) Student learning outcomes following the application of differentiated instruction, and (3) Supporting and inhibiting factors in the implementation of differentiated learning strategies. Ahmad Tafsir explains that a method is a faster and more precise way of carrying out an activity. This research employs a descriptive analysis method with a qualitative approach. The data sources include both primary and secondary data. Data collection techniques involve interviews, documentation, and observation. The data analysis process includes data reduction, data display, verification, and drawing final conclusions. The results of this study show that: (1) The implementation of differentiated Tahfizh instruction at MTs MIMHa Informatika is systematic, involving assessment-based planning, varied methods using individual, small group, and classical approaches, as well as comprehensive evaluation aligned with student needs; (2) Supporting factors include teacher competence, facilities, and parental involvement, although there are internal and external challenges such as limited resources and the negative influence of online games; and (3) This instructional approach has a positive impact on students’ cognitive, affective, and psychomotor domains, demonstrating its effectiveness in developing competent and well-characterized hafizh.