Claim Missing Document
Check
Articles

LITERASI DINI MELALUI TEKNIK BERNYANYI Dinar Nur Inten; Andalusia Neneng Permatasari; Dewi Mulyani
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 3 No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.799 KB)

Abstract

Abstract: Singing is one of the emergent literacy learning techniques that can be used by early childhood teachers. By technique of singing, early childhood teachers can establish all of emergent literacy activities based on children’s needs and interests. Through Literacy with singing techniques, early childhood teachers can introduce reading and writing unnoticed to the children because the children felt he wasn’t learning but singing and playing. Therefore, singing technique could be an alternative emergent literacy teaching technique for early childhood.Keywords; Emergent Literacy, Technique Of Singing, Early Childhood
LITERASI DINI MELALUI TEKNIK BERNYANYI Dinar Nur Inten; Andalusia Neneng Permatasari; Dewi Mulyani
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 3 No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Singing is one of the emergent literacy learning techniques that can be used by early childhood teachers. By technique of singing, early childhood teachers can establish all of emergent literacy activities based on children’s needs and interests. Through Literacy with singing techniques, early childhood teachers can introduce reading and writing unnoticed to the children because the children felt he wasn’t learning but singing and playing. Therefore, singing technique could be an alternative emergent literacy teaching technique for early childhood.Keywords; Emergent Literacy, Technique Of Singing, Early Childhood
Strategi Guru PAUD dalam Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini di Saat Belajar dari Rumah Mubiar Agustin; Dinar Nur Inten; Andalusia Neneng Permatasari; Dewi Mulyani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.1055

Abstract

Mewabahnya pandemi covid 19 secara masif yang menimpa hampir seluruh negara di dunia berdampak pada semua sendi kehidupan termasuk pendidikan. Aktivitas belajar mengajar pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akhirnya menuntut anak untuk belajar dari rumah (BDR). Kondisi ini menimbulkan hambatan dalam pengembangan kecerdasan interpersonal anak karena tidak adanya interaksi langsung dengan teman-teman sebayanya. Tujuan penelitian ini adalah berupaya mengungkap strategi guru PAUD dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini saat belajar dari rumah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kuantiaitif dengan metode survey. Data penelitian diperoleh secara online menggunakan media google form. Jumlah responden sebanyak 251 guru PAUD yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan skala yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru yang di butuhkan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini yaitu strategi yang sesuai perkembangan anak, pembelajaran mudah dilakukan oleh orang tua di rumah, bermakna dan menyenangkan.
Peran Orang Tua terhadap Pembelajaran Mitigasi Bencana Bagi Anak Usia Dini di Masa Covid-19 Khambali Khambali; Dinar Nur Inten; Dewi Mulyani; Funny Lichandra; Dies Tiwi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1866

Abstract

Penelitian ini didasarkan akan pentingnya orang tua dalam mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran dalam mengenalkan dan mengembangkan pemahaman tentang mitigasi bencana bagi anak usia dini di masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji peran orangtua dalam pembelajaran mitigasi bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui penyebaran angket terhadap 62 orang tua anak usia dini. Dalam penelitian ini terdapat beberaoa focus pertanyaan terkait: Orangtua menyiapkan tas siaga bencana di dalam rumah; Orang tua mengajarkan selalu bersyukur dan bersabar atas musibah; Kelekatan anak, dan Orang tua membantu menyiapkan media pembelajaran mitigasi bencana. Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa orang tua membantu dalam mengenalkan tentang konsep dan cara sederhana terkait mitigasi bencana juga adanya penyampaian Al-Quran dan hadits serta mahfudzot terkait mitigasi yang diramu melalui metode diskusi dan bercerita serta media yang menarik sehingga anak merasakan senang dan dapat menyampaikan ide serta gagasan terkait mitigasi dengan nyaman dan terwujudlah pembelajaran bermakna.
Al-Quran Literacy for Early Childhood with Storytelling Techniques Dewi Mulyani; Imam Pamungkas; Dinar Nur Inten
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v2i2.72

Abstract

Muslim children are part of the Muslims. They are the successors and propagators of the da'wah of the Muslims. It is an obligation for parents and teachers to provide them with the ability to read, write and understand the Qur'an as a guide for the lives of Muslims. With the literacy of Al-Quran from an early age, it is expected the generations of Muslims to understand and literate the guidelines of his life. However, children are different from adults. Early childhood teachers should choose the right techniques for early childhood. Children love the sound playing, fun, and freedom from stress. In this case, is offered one of the techniques favored by early childhood, that is storytelling techniques. This research method descriptive analytic with a qualitative approach. So that's this method can produce a clearer picture of Al-Quran literacy strategies for early childhood. In operational research, researchers conduct interviews, observation literature studies. The results showed that 75% of children in group A enjoyed Quranic literacy with storytelling techniques and in group B children 41,6% liked it too. Thus Al-Quran literacy through storytelling techniques is a fun and meaningful activity. 
Analisis terhadap Partisipasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 2 Garut Fitri Barokah; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.9 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v1i1.39

Abstract

Abstract. Student learning participation is a response shown by students during learning through various forms that are implemented in oral and written activities. Students generally assume that history lessons are memorization lessons, because there are some facts or events that are considered important. However, in reality, there are still many students who do not make history subjects (including Islamic Cultural History) optimally studied. For this reason, the teacher becomes the spearhead that can make the learning process in the classroom enjoyable and comprehensively followed by students. This study aims to: identify and analyze student learning participation in raising opinions, giving responses, doing assignments, making conclusions, and making presentations on SKI subjects. This type of research is a descriptive-analytic study. Data collection techniques used were interviews, observation, documentation, and questionnaires. Data analysis was performed through chi-square. The results showed that overall student learning participation in MTsN 2 Garut in expressing opinions, giving responses, doing assignments, making conclusions, as well as presentations, were per under the specified indicators. Student participation is more likely to make conclusions. That is because students are often included in learning activities especially in concluding, besides concluding is one of the objectives of SKI learning. Abstrak. Partisipasi belajar siswa merupakan sebuah respon yang ditunjukan siswa pada saat pembelajaran melalui berbagai bentuk yang diimplementasikan dalam kegiatan lisan dan tulisan. Siswa pada umumnya menganggap bahwa pelajaran sejarah adalah pelajaran menghafal, karena terdapat beberapa fakta ataupun peristiwa yang dianggap penting. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang tidak menjadikan mata pelajaran sejarah (termasuk Sejarah Kebudayaan Islam) dipelajari secara optimal. Untuk itu, guru menjadi ujung tombak yang dapat menjadikan proses pembelajaran di kelas dengan menyenangkan dan diikuti secara komprehensif oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: mengidentifikasi dan menganalisis partisipasi belajar siswa dalam mengemukaan pendapat, memberikan tanggapan, mengerjakan tugas, membuat kesimpulan, dan melakukan presentasi pada mata pelajaran SKI. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Analisis data dilakukan melalui chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan partisipasi belajar siswa di MTsN 2 Garut dalam mengemukakan pendapat, memberikan tanggapan, mengerjakan tugas, membuat kesimpulan, juga presentasi telah sesuai dengan indikator yang ditentukan. Partisipasi siswa lebih cenderung kepada membuat kesimpulan. Hal tersebut dikarenakan siswa seringkali diikutsertakan dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam kegiatan menarik kesimpulan, disamping itu menarik kesimpulan merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran SKI.
Analisis Perilaku Sibling Rivalry pada Anak Usia 2-3 Tahun di Kabupaten Bandung Feby Elinda; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.181 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.608

Abstract

Abstract. Sibling rivalry is a phenomenon that occurs in families, with the main roles being brothers and sisters, where in this phenomenon, there is a conflict that is triggered by feelings of jealousy, feeling rivaled by siblings, or negative feelings that arise as a result of parents starting to share their apologies. . when older siblings are 1-3 years old and already have younger siblings, it is the age group that most often causes sibling rivalry events, then the incident will reappear at the age of 3-5 years and 8-12 years. Children who experience sibling rivalry will show behaviors such as physical aggression, verbal aggression and regression. The purpose of this study is to see how the behavior of children who experience the phenomenon of sibling rivalry. This study uses a qualitative case study approach, with 2 main research subjects, namely parents with 2-3 year old children located in Bandung Regency, namely Sukamenak Village and Margaasih Village. In this study, older siblings in all sibling rivalry families showed aggressive behavior by hitting and pinching their younger siblings, verbally aggressive behavior by throwing negative sentences that showed feelings of jealousy and lack of attention from their parents, and showed regression behavior such as wanting to breastfeed immediately when the younger sibling was breastfeeding. mother, wants to be carried when she sees her brother being carried by her parents and biting finger behavior. Abstrak. Sibling rivalry adalah suatu fenomena yang terjadi pada keluarga, dengan peran utama nya adalah kakak dan adik, dimana didalam fenomena tersebut, terdapat konflik yang di picu oleh rasa cemburu, rasa tersaingi oleh saudara, atau pun perasaan negative yang timbul akibat orang tua mulai membagi kasih sayangnya. Usia 1-3 ketika anak tersebut memiliki adik, adalah rentan usia yang paling sering menimbulkan kejadian sibling rivalry, lalu akan muncul kembali pada usia 3-5 tahun serta 8-12 tahun. Anak yang mengalami sibling rivalry akan menunjukan perilaku-perilaku seperti agresif fisik, verbal dan regresi. Tujuan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana perilaku anak yang mengalami fenomena sibling rivalry. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, dengan 2 subjek penelitian utama yaitu orang tua dengan anak berusia 2-3 tahun yang berlokasi di Kabupaten Bandung, yaitu Desa Sukamenak dan Desa Margaasih. Dalam penelitian ini, kakak pada seluruh keluarga mengalami sibling rivalry dengan menunjukan perilaku agresif fisik yaitu memukul dan mencubit adik nya, berperilaku agresif verbal dengan melontarkan kalimat negative yang menunjukan perasaan cemburu dan kurang diperhatikan oleh orang tuanya, serta menunjukan perilaku regresi seperti ingin menyusu langsung ketika melihat adik sedang menyusu pada ibu, ingin digendong ketika melihat saudaranya digendong oleh orang tuanya dan perilaku mengigit jari.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak terhadap Orang Tua dalam Q.S Luqman Ayat 14 Fahrezi Yusron Huda; Eko Surbiantoro; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.234 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v1i1.50

Abstract

Abstract. As good Muslims, we must have perfect morals towards our people. Even in this day and age, there are many cases that are happening now to the murder of parents with trivial matters. From the above problems, the decline in morals and morals that should be something that should not be underestimated and should be prioritized, because moral education will be just decorative words in life without an application that is in accordance with real Muslim morals, namely akhlakul karimah as taught by Rasulullah SAW. This study uses a qualitative method, while the technique used in this research is a literature study/book survey by examining in depth various interpretations and books related to the main research problem. The content according to the mufassirins in supervising the QS. Luqman verse 14 explains how great the services and sacrifices of parents are that Allah SWT wills for every human being to do good to both of them. Regarding mother, she has gone to great lengths to produce and give birth as well as educate and nurture. From here a child should always do good for both parents and glorify parents and do not forget to always be grateful and grateful to both parents. Abstrak. Sebagai muslim yang baik, yaitu kita harus memiliki akhlak sempurna terhadap orang kita. Bahkan di zaman sekarang ini banyak terjadi kasus-kasus penganiayaan sampai pembunuhan terhadap orang tua dengan masalah sepele. Dari persoalan diatas bahwa kemerosotan akhlak dan moral yang seharusnya menjadi hal yang tak boleh dipandang sebelah mata dan harus diprioritaskan, karena pendidikan akhlak akan menjadi kata-kata hiasan saja dalam kehidupan tanpa aplikasi yang sesuai dengan akhlak muslim yang sesungguhnya yaitu akhlakul karimah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literature/book survey dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir dan buku yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Isi kandungan menurut para mufassirin dalam menafsirkan QS. Luqman ayat 14 menjelaskan begitu besar jasa dan pengorbanan orang tua sehingga Allah Swt mewasiatkan kepada setiap manusia untuk berbuat baik kepada keduanya terlebih pada ibu. Mengenai ibu, dia telah bersusah payah mengandung dan melahirkan serta mendidik dan mengasuh.
Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di MAN 2 Kota Sukabumi Parida; Asep Dudi; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.896 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2044

Abstract

Abstract. This study will discuss "Islamic Spiritual Extracurricular Activities (Rohis) in Formation of Students' Religious Character at MAN 2 Sukabumi City". This study uses qualitative methods using qualitative descriptive. Collecting data through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that: Planning for Islamic Spiritual (Rohis) extracurricular activities in the formation of students' religious character is carried out through (1) Provision of religious knowledge first (2) Through exemplary (3) Through habituation (4) Through coaching (5) Through MABIT (Night of Bina and Taqwa). The spiritual extracurricular activities in the formation of students' religious character are contained in (1) Habituation of Duha and Dzhur prayers in congregation (2) Morning recitations (3) NGABARIS (Ngaji Together with Rohis) (4) Tahfidz Quran (5) Dauroh Al-Quran (6) Study Muslimah (7) Recitation of Mawlid, Ratib, Dhikr and Sholawat (8) Filling in madding with Islamic themes (9) Muhadhoroh (10) Tadzkiroh (11) Monthly Majlis (12) Mahabbah Pilgrimage (13) Tadabur Alam (14) Archery (15) Mabit (16) Commemoration of Islamic Holidays. And the evaluation of spiritual activities at MAN 2 Sukabumi City is included in the evaluation of the work program. In the extracurricular Rohis at MAN 2 Sukabumi City, there is an evaluation in terms of assessment. The assessment includes process assessment and activity result assessment Abstrak. Penelitian ini akan membahas “Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Di MAN 2 Kota Sukabumi”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Perencanaan kegiatan ekstakurikuler Rohani Islam (Rohis) dalam pembentukan karakter religius siswa dilakukan melalui (1) Pembekalan ilmu agama terlebih dahulu (2) Melalui keteladanan (3) Melalui pembiasaan (4) Melalui pembinan (5) Melalui MABIT (Malam Bina dan Taqwa). Adapun Kegiatan Ekstakurikuler Rohis dalam pembentukan karakter religius siswa terdapat dalam (1) Pembiasaan Shalat Duha dan Dzhur berjamaah (2) Tilawah pagi (3) NGABARIS (Ngaji Bareng Rohis) (4) Tahfidz Quran (5) Dauroh Al-Quran (6) Kajian Muslimah (7) Pembacaan Maulid, Ratib, Dzikir dan Sholawat (8) Mengisi madding dengan tema Islami (9) Muhadhoroh (10) Tadzkiroh (11) Majlis Bulanan (12) Ziarah Mahabbah (13) Tadabur Alam (14) Panahan (15) Mabit (16) Peringatan Hari Besar Islam. Dan evaluasi kegiatan rohis di MAN 2 Kota Sukabumi termasuk kedalam evaluasi program kerja. Dalam ekstakurikuler Rohis di MAN 2 Kota Sukabumi terdapat evaluasi dari sisi penilain. Penilaian tersebut mencakup penilaian proses dan penilaian hasil kegiatan.
Implementasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam secara Daring di Kelas VIII SMP Alam Bandung Syifa Latifah Amatulloh; Dedih Surana; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.182 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2171

Abstract

Abstract. When the emergence of the Covid-19 outbreak that hit Indonesia today triggered various challenges in terms of life, but no exception for the world of education. Especially in the study of the History of Islamic Culture that must be known and practiced by educators. SMP Alam Bandung is one of the schools that use online learning system as an alternative to this pademi condition. Therefore, the author is encouraged to conduct research that aims to find out the learning process of Islamic Cultural History online in class VIII of Alam Bandung Junior High School which includes planning, implementation, and evaluation in class VIII of Alam Bandung Junior High School. This research is a field study to collect the necessary data on online SKI learning in class VIII of Bandung Alam Junior High School. This research uses a qualitative approach, with a descriptive data approach. The object in this study is the process of learning SKI online in class VII Smp Alam Bandung. The data collection techniques in this study use several techniques, namely observation, interview and documentation. Based on the results of the data analysis obtained, the conclusion that online SKI learning in class VIII of Smp Alam Bandung includes planning, implementation, and evaluation. Learning is done through media that are often used by other educators, namely zoom meeting applications with RPP specifically called lesson plans and using a special curriculum. Educators deliver material with lecture methods, literacy, power points, and video. Supporting factors for online SKI learning can be to know the sophistication of technology, creative in teaching and the unlimited space and time be it factors from educators, learners and parents. While the inhibiting factors of ski learning online include internet access, interference in electronics used, lack of learning exploration, and supervision and assessment of educators to learners. Abstrak. Ketika munculnya wabah Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini memicu berbagai tantangan dalam segi kehidupan, akan tetapi tidak terkecuali untuk dunia pendidikan. Khususnya pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang harus diketahui serta diamalkan oleh pendidik. SMP Alam Bandung merupakan salah satu sekolah yang memakai sistem pembelajaran secara daring sebagai alternatif pada kondisi pademi ini. Karena hal itu penulis terdorong melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam secara daring di kelas VIII SMP Alam Bandung yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi di kelas VIII SMP Alam Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan untuk mengumpulkan data- data yang diperlukan mengenai pembelajaran SKI secara daring di kelas VIII Smp Alam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pendekatan data deskriptif. Objek dalam penelitian ini yaitu proses pembelajaran SKI secara daring di kelas VII Smp Alam Bandung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa Teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, kesimpulannya bahwa pembelajaran SKI secara daring di kelas VIII Smp Alam Bandung meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran dilakukan dengan melalui media yang sering digunakan oleh pendidik yang lain yaitu aplikasi zoom meeting dengan RPP yang khusus dinamakan lesson plan serta menggunakan kurikulum yang khusus. Pendidik menyampaikan materi dengan metode ceramah, literasi, power point, dan vidio. Faktor pendukung untuk pembelajaran SKI secara daring dapat mengetahui kecanggihan teknologi, kreatif dalam mengajar dan tidak terbatasnya ruang dan waktu baik itu faktor dari pendidik, peserta didik dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat pembelajaran SKI secara daring meliputi akses internet, gangguan dalam elektronik yang dipakai, kurangnya eksplorasi pembelajaran, serta pengawasan dan penilaian pendidik terhadap peserta didik.