Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

School Development Strategy (Case Study at Kemala Bhayangkari Kindergarten School 02 Pabaeng-Baeng Brimob Sulawesi Selatan Branch) Nurul Fuadi; Lahming; Andi Sukainah
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 7 (2023): July, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i7.5094

Abstract

The research aims to determine internal factors (strengths, weaknesses) and external factors (opportunities, threats) in improving the quality of Kemala Bhayangkari 02 Pabaeng-baeng Kindergarten School and to find out the strategies that need to be implemented to improve the quality of Kemala Bhayangkari 02 Pabaeng-baeng Kindergarten School based on SWOT analysis . This study uses a qualitative and quantitative approach with the SWOT analysis method. Data collection techniques are Observation interviews, questionnaires, and Documentations Data analysis techniques are descriptive analysis, SWOT matrix analysis, and IFE (internal factor evaluation) and EFE (external factor evaluation) matrix analysis. The results of the SWOT analysis of Kemala Bhayangkari Kindergarten School are in quadrant 1 where the IFE and EFE scores are (2.22: 1.38) which is a position that supports an aggressive strategy in improving school development. Based on the results obtained, the strategy that must be carried out to improve the quality of schools is the SO strategy (Strength-Opportunities strategy) which supports aggressive growth policies as the approach.
Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Dalam Penyediaan Pakan Fermentasi Di Kelompok Tani-Ternak Di Kabupaten Majene Dewi Puspitasari; Evi Restiana; Lahming; Baso Riadi Husda; Muhammad Bhilal Halim
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.195

Abstract

Agricultural waste that is not processed properly will cause environmental pollution. in Banggae District, Majene Regency have agricultural waste that has not been utilized optimally and also farmers who own livestock, so the aim of this service is to provide education and training regarding fermented feed for livestock. This activity is carried outtake place in June 2023 in Banggae District, Majene Regency, West Sulawesi. Participants who took part in this activity were: member Livestock group in Banggae' District. The method used is socialization, training theory and practice, as well as assistance in making fermented feed. Results of activities shows that fermented feed is very useful for dealing with animal feed, especially in dry season. The training activities went well and were useful for realizing feed independence by utilizing local potential agricultural waste. Mentoring activities are still needed for program sustainability. Fermented feed has better nutritional value and preferably livestock so that it can increase livestock production.
PKM Pelatihan Penyusunan Sintaks Pembelajaran pada Perangkat Kurikulum Merdeka di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar Khaidir Rahman; Nurmila; Akmal Hidayat; Lahming; Ervi Novitasari
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.244

Abstract

The application of the independent curriculum in learning activities is mandatory at every independent level, which requires teachers to be able to develop their instruments and innovate learning strategies or syntax so that the learning atmosphere becomes more enjoyable, both indoors and while working on projects outdoors. The aim of this service is to provide understanding and skills to teachers in compiling the syntax of learning activities, starting with introductory activities, core activities, and closing activities. In this service activity, there are 3 stages carried out, namely: (1) preparation stage; (2) implementation stage; and (3) evaluation stage. After the training activities, it was seen that the teachers were very enthusiastic and understood the flow in creating learning syntax on the independent synchronization instrument. This made it easier for each teacher to design their learning activities to be more fun and measurable
PKM Pembuatan Nugget Ikan Daun Kelor Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SMP Kemala Bhayangkari Hartini Ramli; Andi Sukainah; Reski Praja Putra; Dewi Puspitasari; Lahming; Andi Yasir Amsal
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 3 (Oktober 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i3.530

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang juga tidak lepas dari digitalisasi. Keberadaan teknologi mengalami kemajuan yang luar biasa terutama jaringan informasi dan komunikasi. Project Based Learning berpotensi besar dalam meciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna , dan dapat meningkatkan kinerja ilmiah dalam pembelajaran. Sehingga peran guru sebagai fasilitator dan mediator dapat terpenuhi dengan baik yang digunakan sebagai wahana penguasaan kompetensi dan penguatan profil pelajar pancasila (P5). Kegiatan Program kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk melakukan pelatihan sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan guru SMP Bhayangkari Makassar dalam pemahaman dan pembuatan nugget ikan dan daun kelor berbasis Project Based Learning (PJBL). Dengan adanya pelatihan ini diharapkan guru-guru SMP Kemala Bhayangkari mampu mengajak siswa terlibat dalam kegiatan praktis yang melibatkan pembuatan nugget dengan penambahan daun kelor sebagai bahan utama. Selain meningkatkan keterampilan kulinernya, diharapkan proyek ini juga akan memberikan pemahaman tentang manfaat daun kelor dalam makanan sehari-hari. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta. Setelah mengikuti kegiatan ini para guru khususnya ibu-ibu telah mamahami dengan baik cara pengolahan nugget ikan dengan penambahan kelor. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebelum kegiatan, pengetahuan akan pengolahan nugget ikan, mitra belum pernah membuat nugget sendiri. Pada saat peserta telah mendapatkan pengetahuan pembuatan nugget ikan daun kelor, mitra mengkomsumsi dan ada juga dapat mengajarkan ke siswa.. Setelah kegiatan PKM guru di SMP Bhayangkari Makassar telah mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan nugget ikan dan cara pengolahannya meningkat.