Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Pengolahan Sampah Berbasis Komunitas Pada Kampung Sampah Bernilai Samarinda Fahrizal Adnan
Retii 2022: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-17
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah organik rumah tangga merupakan masalah yang dihadapi oleh warga perkotaan. Jumlahnya semakin banyak berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Akibat negatif dari sampah organik dapat dielakkan dengan mengolahnya menjadi benda yang bernilai. Metode maggot dan ekoenzim merupakan pendekatan yang dilakukan untuk mengurangi sampah organik. Program studi S1Teknik Lingkungan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan pelatihan untuk pengurangan sampah dengan metode maggot dan ekoenzim. Bahan yang digunakan untuk pembuatan ekoenzim berupa air, gula merah dan kulit-kulit buah. Setelah materi dan praktek pengurangan sampah, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab, pemberian bingkisan bagi peserta yang aktif dan pembentukan komunitas peduli sampah kampung salai.
OPTIMALISASI SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI IPA PAMPANG SAMARINDA Dwi Rahayu; Nisrina Indah Permata Sari; Fahrizal Adnan
Hexagon Jurnal Teknik dan Sains Vol 3 No 2 (2022): HEXAGON - Edisi 6
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.669 KB) | DOI: 10.36761/hexagon.v3i2.1641

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada jaringan distibusi yang dilayani oleh instalasi pengolahan air (IPA) Pampang sering terjadi pada tahun 2020 yaitu kebocoran pada pipa distribusi dan pipa sekunder. Gangguan ini menyebabkan gangguan distribusi air ke pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah optimalisasi sistem distribusi air bersih pada jaringan perpipaan di IPA Pampang, dan mengetahui faktor yang mempengaruhinya Analisis dilakukan dengan menggunakan aplikasi EPANET 2.0 dan pengukuran tekanan di lapangan. Berdasarkan simulasi, didapatkan bahwa tekanan pada simulasi EPANET lebih tinggi daripada tekanan pada pengukuran lapangan. Selisih tertinggi terdapat pada Jalan Dahlia dengan junction 16 dan pipa 16 yang terdekat dengan model EPANET yaitu sebesar 30,56 dan selisih terendah pada Jalan Sungai Lantung junction 57 dan pipa 58 yang terdekat dengan model EPANET yaitu sebesar 0,92. Optimalisasi yang dapat digunakan untuk jaringan distribusi air bersih di IPA Pampang ini menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2007, yaitu dengan mengganti pipa yang berdiameter terlalu besar di beberapa titik. Faktor yang mempengaruhi optimalisasi distribusi air bersih dari aspek jaringan PDAM yaitu terbatasnya anggaran atau dana untuk melakukan perbaikan jaringan distribusi air bersih secara besar-besaran dan adanya laporan berupa pengaduan dari pelanggan.
DESAIN UNIT PENGOLAHAN LUMPUR DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) GUNUNG LINGAI PERUMDAM TIRTA KENCANA KOTA SAMARINDA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN TIMBULAN LUMPUR YANG DIHASILKAN Salsabilla Nurul Aulia; Fahrizal Adnan; Searphin Nugroho
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17431

Abstract

Pada proses pengolahan air bersih IPA Gunung Lingai menggunakan koagulan berupa tawas, sehingga menghasilkan residu sampingan berupa lumpur. Lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan air bersih tersebut belum dilakukan pengolahan dan pemanfaatan, sehingga diperlukan unit pengolahan lumpur agar tidak mencemari lingkungan. Dilakukan uji parameter lumpur yang keluar dari pipa pembuangan sedimentasi yang diambil secara grab sampling meliputi pH, suhu, kekeruhan, TS, TSS, BOD, COD, Fe, dan Al yang dihasilkan IPA Gunung Lingai. Kuantitas lumpur diketahui dari perhitungan berdasarkan data debit air baku, kekeruhan air baku, dan dosis koagulan yang digunakan IPA Gunung Lingai. Pada penelitian ini dilakukan pemilihan unit dewatering menggunakan analisis SWOT dan analisis decision matrix. Perhitungan dimensi setiap unit digunakan sebagai dasar pembuatan Detail Engineering Design (DED). Berdasarkan hasil uji laboratorium sampel lumpur IPA Gunung Lingai, jika dibandingkan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2014 nilai TSS pada IPA Gunung Lingai 2 melebihi baku mutu lingkungan yaitu sebesar 708 mg/L dan parameter lainnya masih sesuai dengan baku mutu yang berlaku. Volume lumpur yang dihasilkan IPA Gunung Lingai sebesar 65,590 m3/hari. Alternatif yang terpilih meliputi bak pengumpul, gravity thickening, belt filter press, dan bak pengumpul dry cake. Rencana anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1.589.000.000.Kata kunci: instalasi pengolahan air, perencanaan, pengolahan lumpurĀ 
Pelatihan Pengelolaan Lingkungan untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kota Samarinda pada Kecamatan Samarinda Utara Fahrizal Adnan; Febrina Zulya; Munaji Mahbub Afif
Retii Vol 18 No 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Pengabdian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan pengelolaan lingkungan di Kecamatan Samarinda Utara bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen dari seluruh stakeholders yang ada di kecamatan Samarinda Utara mengenai pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan pihak kecamatan, kelurahan, RT, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat dan Universitas Mulawarman. Pelatihan dilakukan melalui sesi materi dan tanya jawab serta diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama dalam pengelolaan lingkungan. Responden yang pada awalnya hanya 50% yang memiliki pemahaman terkait dengan pengelolaan lingkungan, pada akhir sesi secara keseluruhan telah memiliki pemahaman terkait pengelolaan lingkungan dengan menggunakan teknologi tepat guna sederhana.