Siti Hotna
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR  YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI PADA BAYI 0-6 BULAN DI DESA BUKIT KEMUNING WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 2022 Erma Kasumayanti; Siti Hotna; Endang Mayasari
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13935

Abstract

Masa bayi merupakan masa kritis dalam kehidupan manusia, dimana bayi di usia 6 bulan pertama kelahiran hanya bisa diberikan ASI Ekslusif untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Namun  kenyataannya, banyak diantara bayi sebelum usia 6 bulan sudah diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian MP-ASI dini dapat berdampak pada gangguan kesehatan bayi seperti gangguan pencernaan. Pemberian MP-ASI dini disebabkan  kurangnya pemahaman orang tua terhadap pemberian ASI Ekslusif, budaya dan dukungan keluarga yang salah dalam memberikan  MP-ASI pada bayi sebelum usia 6 bulan.  Jenis penelitian ini  adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan  di desa Bukit Kemuning yang berjumlah 92 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling.   Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi 0-6 bulan  dengan p value=0,002, ada hubungan antara dukungan social keluarga dengan pemberian MP-ASI pada bayi 0-6 bulan  dengan p value =0,0001, ada hubungan pekerjaan dengan kejadian pemberian MP-ASI dini pada bayi 0-6 bulan dengan p value =0,005. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan peranan orang tua dan dukungan keluarga terhadap pentingnya pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan pemberian MP-ASI sesuai usia anak sehingga kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dan anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMILIKI BALITA TERHADAP PEMANFAATAN POSYANDU DI DESA EMPAT BALAI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK TAHUN 2022 Endang Mayasari; Erma Kasumayanti; Siti Hotna
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14046

Abstract

Pemanfaatan posyandu adalah partisipasi ibu untuk membawa balitanya ke posyandu dan memanfaatkan berbagai pelayanan kesehatan di posyandu. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui Gambaran pengetahuan ibu yang memiliki balita dalam pemanfaatan posyandu oleh ibu balita. Desain penelitian ini adalah Deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita di desa Empat balai Wilayah Kerja Puskesmas tahun 2022 yang berjumlah 57 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Pengambilan data di lapangan Analisa data yang digunakan adalah Univariat Hasil penelitian menunjukkan terdapat bahwa dari 67 responden, mayoritas ibu balita berusia yaitu 20-35 Tahun (59,7%). diketahui bahwa dari 67 responden, mayoritas tidak bekerja yaitu 52 orang (77,6%). 67 responden, memiliki pengetahuan baik sebanyak 56 orang ( 83,6%) Pengetahuan mempengaruhi keputusan untuk melakukan Tindakan termasuk keputusan pemanfaatan posyandu dalam mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan balita
Hubungan Ketersediaan Sarana Identifikasi Risiko Jatuh Dengan Pelaksanaan Identifikasi Pasien Risiko Jatuh di Rumah Sakit Jiwa Erma Kasumayanti; Siti Hotna; Ridha Hidayat; Awari Susanti
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.510

Abstract

Risiko jatuh merupakan salah satu sasaran keselamatan pasien yang menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan karena dapat menimbulkan cedera, memperpanjang masa perawatan, dan meningkatkan biaya pelayanan. Pasien yang dirawat di rumah sakit jiwa memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap kejadian jatuh akibat gangguan persepsi, penurunan fungsi kognitif, efek samping penggunaan obat psikotropika, serta perubahan perilaku yang dapat memengaruhi kemampuan menjaga keselamatan diri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah kejadian jatuh adalah pemberian identifikasi kepada pasien yang memiliki risiko jatuh. Namun, pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh tidak selalu berjalan optimal, salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan sarana identifikasi yang digunakan sebagai penanda pasien berisiko. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh di Rumah Sakit Jiwa. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa. Sampel penelitian berjumlah 109 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh berada pada kategori kurang baik, yaitu sebanyak 76 responden (58,5%). Pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh juga sebagian besar berada pada kategori kurang baik, yaitu sebanyak 71 responden (54,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh di Rumah Sakit Jiwa (p = 0,003). Ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh yang memadai berperan dalam mendukung pelaksanaan identifikasi pasien secara optimal. Diharapkan penyediaan sarana identifikasi yang sesuai perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien dan mencegah kejadian jatuh di rumah sakit jiwa.