Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan perilaku makan wanita dewasa dengan indeks massa tubuh di rw 003 rt 003 kelurahan bahagia kecamatan babelan – bekasi utara Tahun 2020 Nina Sri; Laras Pretty Sholeha
Journal Prima Health Science Vol 1 No 4 (2020): Agustus
Publisher : LPPM STIKes Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body mass indeks is a number that connect body weight and height. BMI is a reliable and accurate indicator for measuring body fat. The purpose of this study was to determine the relationship of adult women’s eating behavior with body mass index in RW. 003 RT. 003 Nort Bekasi year 2020. The method used in this research is analytic method with crossectional data collection using a questionnaire as a research instrument and analyzed by bivariate using SPSS 2.0 with chi-square test. The independent variable of this study is adult female eating behavior. The dependent variable of this study is BMI. The sampling technique in this study was by purposive sampling totaling 50 respondents. The result showed there was a relationship between adult female eating behavior with BMI with a p value 0,000 less than 0,05. It is expected that adult women can adopt healty eating behaviors to prevent healt problems, one of which is obesity
Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Pada Wanita Usia Subur Nina Sri; Bangaran, Agnomelsya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4867

Abstract

Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia semakin mengkhawatirkan, dengan kelompok rentan salah satunya adalah wanita usia subur (WUS). Pengetahuan dan kesadaran akan pencegahan HIV/AIDS pada WUS di Kecamatan Sukmajaya-RW. 06 Kelurahan Sukmajaya-Kota Depok masih rendah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS kepada WUS di Kecamatan Sukmajaya-RW. 06 Kelurahan Sukmajaya-Kota Depok melalui penyuluhan dan kegiatan interaktif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan langsung, diskusi kelompok terarah (FGD), dan distribusi materi edukasi. Hasilnya, terjadi peningkatan pemahaman tentang HIV/AIDS dan langkah-langkah pencegahan di kalangan WUS setempat. Program ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam pencegahan HIV/AIDS. Edukasi yang berkesinambungan sangat dibutuhkan untuk menanggulangi masalah ini.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Penularan HIV/AIDS: The Effect of Health Education on Adolescent Knowledge About Prevention of HIV/AIDS Transmission Nina Sri; Rosa Susanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2877

Abstract

Latar belakang: HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan AIDS. Jumlah kumulatif ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Indonesia sampai dengan bulan Maret tahun 2021 yaitu 427.201 kasus. Provinsi Jawa Barat berada pada peringkat kedua dengan ODHA terbanyak di Indonesia yaitu sebanyak 1.115 kasus. Remaja merupakan kelompok usia 15-29 tahun dan beresiko tertular HIV/AIDS. Data kasus ODHA pada remaja dengan umur 5-14 tahun sebanyak 0,5% dan umur 15-19 tahun sebanyak 2,7% serta umur 20-24 tahun sebanyak 16,3%. Tahun 2030 telah ditetapkan menjadi tahun untuk mengakhiri epidemi HIV/AIDS. Sebagai penyakit infeksi yang sampai dengan saat ini belum ada obatnya, promosi kesehatan menjadi upaya yang menjadi dasar untuk mencegah bertambahnya kasus baru HIV. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Metode: Desain penelitian yaitu semi eksperiman dengan one-group pra-post test design yang dilakukan bulan Agustus 2022. Sampel penelitian berjumlah 74 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Pada uji Wilcoxon yang dilakukan pada kelompok sample berpasangan terhadap pengetahuan remaja tentang pencegahan penularan HIV/AIDS didapatkan Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Ada perbedaan rata-rata antara hasil pre test dan post test sehingga dapat dikatakan adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang pencegahan penularan HIV/AIDS SMAS Islam Riyadlul Jannah.
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, dan Sumber informasi terhadap Sikap Remaja dalam Upaya Pencegahan Kehamilan Remaja : Relationship of Reproductive Health Knowledge, and Information Sources to Adolescent Attitudes in Efforts to Prevent Teen Pregnancy Rosa Susanti; Nina Sri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3312

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi antara masa kana-kanak dan masa dewasa dimana kondisi kesehatan dimulai saat remaja perempuan ditandai dengan haid pertama dan pada remaja laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Permasalahan kesehatan reproduksi remaja sangat berkaitan dengan perilaku remaja yang bersesiko yaitu diantaranya adalah perilaku merokok, minum yang mengandung alkhohol, penggunaan narkoba serta melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, dan Sumber informasi Terhadap Sikap Remaja Dalam Upaya Pencegahan Kehamilan Remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional. Dengan responden sebanyak 37 orang siswa/I yang menjabat sebagai pengurus OSIS. Penelitian dilakukan pada September 2022. Analisis dilakukan menggunakan uji chi square untuk menguji hubungan signifikan antara variabel pengetahuan dan Sumber informasi Terhadap variable Sikap. Hasil: Hasil penelitian diketahui P value 0.005 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan Terhadap Sikap Remaja Dalam Upaya Pencegahan Kehamilan Remaja dengan OR 9,500 artinya responden yang memiliki pengetahuan yang tinggi mempunyai peluang 9,500 kali untuk memiliki sikap yang positif Dalam Upaya Pencegahan Kehamilan Remaja. Kesimpulan: Dari hasi penelitian ini diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, dan Sumber informasi Terhadap Sikap Remaja Dalam Upaya Pencegahan Kehamilan Remaja. Diharapkan di sekolah mengadakan penyeluhan tentang kesehatan khususnya tentang kesehatan reproduksi dan dibentuk konselor sebaya