Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : conomics Learning Experience

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAYURAN LAPAK BAPAK MA’MUN DI CIKERETEG BOGOR Fitrian Dewi, Heni; Dianawati, Altatit
Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal Vol 2 No 2 (2022): Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan usaha sayuran pada lapak Bapak Ma’mun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deksriptif dengan pengumpulan data menggunkan kuesioner dengan jumlah sampel 3 orang. Pengolahan data menggunakan analisis data internal factor evaluation (IFE), external factor evaluation (EFE), matriks internal eksternal (IE), analisis SWOT, dan quantitative strategic planning matrix (QSPM). Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 14 faktor internal dan 11 faktor eksternal yang dapat digunakan untuk menilai kondisi lapak Bapak Ma’mun. Dari hasil pengolahan data, total skor bobot pada matriks Internal Factor Evaluation (IFE) yaitu 2,46 dan total skor bobot matriks External Factor Evaluation (EFE) yaitu 3,54. Total skor bobot matriks IFE dan EFE dimasukkan ke dalam matriks Internal-Eksternal (IE), sehingga diketahui bahwa posisi lapak Bapak Ma’mun berada pada sel II. Selanjutnya dirancang alternatif strategi menggunakan matriks SWOT. Kemudian alternatif strategi yang diperoleh dari matriks IE dan matriks SWOT diberikan skor daya tarik terhadap faktor-faktor utama kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk memperoleh prioritas strategi yang akan dijalankan oleh pemilik usaha sayuran lapak Bapak Ma’mun. Berdasarkan hasil pada tahap keputusan diperoleh strategi yang memiliki prioritas tertinggi yaitu strategi “Menyediakan produk yang bervariatif dan mengoptimalkan pemasaran yang dapat dilakukan melalui sosial media untuk meningkatkan penjualan”.
ANALISIS STRATEGI JASA WEDDING (KARLIN WEDDING PROJECT) Lilis Karlina, Neng; Dianawati, Altatit
Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal Vol 1 No 2 (2021): Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kondisi lingkungan internal eksternal serta menyusun alternatif strategi pengembangan usaha Karlin wedding project. Analisis lingkungan internal menganalisa aspek – aspek dalam lingkungan internal perusahaan yaitu sumber daya manusia, produksi dan operasi jasa, keuangan dan pemasaran. Sedangkan analisis lingkungan eksternal menggunakan analisis STEEPLE yang berfokus pada kebijakan pemerintah dan teknologi serta Porter's Five Forces Analysis. Kemudian melakukan perumusan strategi melalui tiga tahapan yaitu tahap masukan (input stage) menggunakan matriks Eksternal Factor Evaluation dan matriks Internal Factor Evaluation. Selanjutnya tahap pencocokan (matching stage) dengan matriks Internal-Ekternal dan matriks SWOT, dan tahap keputusan (decision stage) dengan menggunakan Quantitative Strategics Planning Matrix. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 10 faktor internal dan 9 faktor eksternal digunakan untuk menilai kondisi Karlin wedding project. Dari hasil pengolahan data, total skor bobot pada Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) yaitu 2,797 dan total skor bobot Matriks External Factor Evaluation (EFE) yaitu 2,674. Total skor bobot matriks IFE dan EFE dimasukkan ke dalam matriks Internal-Eksternal (IE), sehingga diketahui bahwa posisi Karlin wedding project berada pada sel V. Selanjutnya dirancang alternatif strategi menggunakan Matriks SWOT. Kemudian alternatif strategi yang diperoleh dari Matriks IE dan matriks SWOT diberikan skor daya tarik terhadap faktor – faktor utama kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk memperoleh prioritas strategi yang akan dijalankan oleh Karlin wedding project. Berdasarkan hasil pada tahap keputusan diperoleh strategi yang memiliki prioritas tertinggi yaitu Penghematan biaya operasional usaha, menjual asset usaha yang tidak produktif dan merubah kesepakatan perjanjian kerja.