Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pengolahan Ikan Bandeng Menjadi Amplang dan Keripik Kulit Ikan dalam Meningkatkan Perekonomian Kelompok Ibu Rumah Tangga Desa Barangmamase Darwis Darwis; Syamsiar Syamsiar; Erni Kasim; Yusran Yusran
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/inovasi.v4i1.66418

Abstract

Abstrak. Pengambangan sektor perikanan hendaknya berlandaskan pada potensi lokal yang memprioritas ektor hulu sebagai eksekutor utama. Terdapatnya dispersepsi perihal pemanfaatan sumber daya lokal yang berfokus pada aspek material input menyebabkan nelayan dan ibu rumah tangga pada masyarakat pesisir terabaikan. Terkhusus bagi kelompok ibu rumah tangga dalam masyarakat pesisir yang selama ini belum memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan ekonomi Negara terkhusus ekonomi tingkat keluarga. Banyaknya unit produksi kelompok ibu rumah tangga dalam masyarakat pesisir cenderung jauh dari aspek optimal yang disebabkan kurangnya pelatihan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan mereka. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar pengabdian yang dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan peran perempuan disektor perikanan. Olehnya itu pengabdian dilaksanakan melalui kelompok pengolahan perikanan ibu rumah tangga sebagai akomodator kepentingan peningkatan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Adapun tujuan dari pengabdian ini yaitu; 1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra terkait penerapan teknologi pembuatan amplang dan meningkatkan gizi produk melalui standarisasi formulasi serta peningkatan nilai jual melalui branding kualitas produk dan kemasan yang menarik, 2) Meningkatkan pengetahuan mitra dalam mengolah limbah kulit ikan bandeng menjadi kerupuk yang kaya akan gizi, 3) Meningkatkan pengetahuan mitra terkait manajemen tata kelola usaha yang progresif dan akuntabel, 4) Memperluas jangkauan pasar melalui pendampingan digital marketing dan pemanfaatan media sosial. Implementasi tujuan merupakan langkah mendorong ketahanan pangan melalui bentuk pemberdayaan perempuan dalam mengeksplorasi potensi sumber daya alam yang ada di pedesaan. Kata Kunci: Amplang ikan bandeng, kerupuk kulit ikan bandeng, perempuan, pemberdayaan
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK (Studi Kasus Dan Implikasinya Pada Peningkatan Guru di UPT SD NEGERI 331 Tempe Kabupaten Wajo) Afiah, Andi Ulfah; Ismail, Imran; Abbas, Hasbih; Darwis, Darwis; Yusran, Yusran
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v4i3.813

Abstract

This study aims to evaluate the role of the driving teacher in improving pedagogical competence at UPT SD Negeri 331 Tempe, Wajo Regency. Using a descriptive qualitative approach, this study focuses on observations and interviews with driving teachers and members of the learning community at the research location. The novelty of this study lies in the exploration of how collaboration in a learning community can strengthen teachers' pedagogical abilities and improve teaching effectiveness. The results of the study indicate that driving teachers not only act as facilitators, but also as motivators who influence other teachers to improve their pedagogical skills. Driving teachers are also able to create a more enjoyable and contextual learning atmosphere, according to students' needs. In conclusion, the presence of driving teachers and learning communities contributes significantly to improving pedagogical competence, which in turn improves the quality of learning in schools.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran guru penggerak dalam meningkatkan kompetensi pedagogik di UPT SD Negeri 331 Tempe, Kabupaten Wajo. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini memfokuskan pada observasi dan wawancara dengan guru penggerak dan anggota komunitas belajar di lokasi penelitian. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada eksplorasi bagaimana kolaborasi dalam komunitas belajar dapat memperkuat kemampuan pedagogik guru dan meningkatkan efektivitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai motivator yang mempengaruhi guru lain untuk meningkatkan keterampilan pedagogik mereka. Guru penggerak juga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kontekstual, sesuai dengan kebutuhan siswa. Kesimpulannya, kehadiran guru penggerak dan komunitas belajar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Studi Kelayakan Usaha Tepung Limbah Ceker Ayam Sebagai Produk Subtitusi Pakan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Sektor Peternakan Dan Perikanan Yusran, Yusran
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.324

Abstract

Ketahanan pangan ditopang oleh aspek produksi dalam menjaga ketersediaan yang melibatkan sektor peternakan dan perikanan. Dinamika fluktuasi produk ternak dan budidaya disebabkan oleh adanya kontraksi pada usahanya secara internal. Tingginya biaya produksi menyebabkan pelaku usaha enggan memperluas usaha sehingga tingkat produksi tidak meningkat signifikan. Biaya pakan merupakan item produksi yang menelan anggaran 50-70% dari total biaya yang dikeluhkan oleh peternak dan pembudidaya. Olehnya itu penelitian ini bertujuan untuk menciptakan usaha pendukung penyedia bahan baku produksi pakan berupa tepung dari limbah ceker ayam yang melimpah. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif deksriptif untuk menggambarkan rencana usaha terkait produk yang dibuat secara keseluruhan. Tahapan penelitian dimulai dengan pembuatan tepung, pencatatan segala biaya produksi untuk mendapatkan data operasional kemudian melakukan kajian analisis finansial menggunakan variabel kelayakan usaha. Adapun hasil yang diperoleh yairu Total biaya operasioan Rp. 2.440.000 dengan Total penerimaan Rp. 4.800.000. Keuntungan (Net Profit) Rp. 2.360.000, Profil Rate sebesar 96,72%. Sementara Break Event Point (BEP) untuk produksi 122 kg dengan harga penjualan sebesar Rp. 40,666 dengan Payback Period selama 6,7 bulan dan Benefit Cost Rasio (BCR) sebesar 1,96. Olehnya itu rencana usaha produk tepung limbah ceker ayam layak untuk dikembangkan.
Tea Grounds and Coffee Grounds Support Sustainable Growth of Mustard Plants Darwis; Yusran; Asrijal; Arifin, Asia; Marufah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10874

Abstract

The concept of organic farming is an effort to maintain optimal levels of environmentally friendly production. Therefore, this research aims to determine the effect of adding tea dregs and coffee dregs to compost media alone or mixed as additional nutrients on the growth of mustard greens (Brassica juncea L.).  This research used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments with 3 replications, namely compost without tea dregs and coffee dregs as control (P0). The research data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Least Significant Difference Test (LSD) at a significance level of 5%. The results of the research obtained were that giving tea dregs and coffee dregs to the mustard plant planting medium obtained positive results. Single application of tea dregs had a significant effect on plant height (9.80 cm) and number of leaves (7.5). The treatment with tea dregs also had a significantly different effect from the control and other treatments. Meanwhile, coffee grounds alone contributed to a plant height of 7.1 cm and a number of leaves of 3.75, where the results obtained were not significantly different from the control and other treatments. However, overall, both single and mixed treatments had no significant effect on plant root length. The results of the ANOVA analysis for growth with the mustard plant height parameter obtained a value of Fcount of 4.496 > Ftable, namely 3.49, the parameter number of leaf blades Fcount 8.757 > Ftable, namely 3.49, and the root length parameter Fcount 0.367 < Ftable 3.49.
Pemberdayaan IRT dan Remaja Putri dalam Pengolahan Kerupuk Udang dan Kepala Udang Vannamei sebagai Flavor Dalam Pengolahan Kerupuk Amplang Ikan Bandeng di Desa Barangmamase Murmayani, Murmayani; Darwis, Darwis; Aminah, Sitti; Putri, Harmin Adijaya; Yusran, Yusran
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v4i1.66416

Abstract

Abstrak. Blue Economy merupakan konsep pengelolaan perairan dengan memkasimalkan pemanfaatan sumber daya alam, menjunjung kelestarian lingkungan serta mendapatkan nilai ekonomi yang optimal. Akan tetapi ketimpangan masih sering terlihat diantara ketiga faktor tersebut yang salah satunya disebabkan oleh tidak proporsionalnya peran antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat pesisir. Dominasi peran laki-laki menyebabkan segala bentuk keputusan produksi dan pengelolaan usaha perikanan mereduksi keterlibatan perempuan. Posisi perempuan dalam kebanyakan wilayah pesisir hanya menjadi penerima informasi kedua dalam bentuk keputusan yang melibatkan mereka dalam lingkup keluarga tanpa ada pengaruh dan keterlibatan dalam membuat keputusan. Laki-laki tidak hanya berperan sebagai kepala keluarga tetapi juga memegang kendali terkait pengelolaan usaha sehingga memunculkan kelebihan wewenang yang berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi keluarga. Berdasarkan kondisi permsalahan maka pengabdian yang dilaksanakan bertujuan : 1) Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi kerupuk udang mitra. 2) Inovasi pembuatan flavor dari limbah kepada dan kulit udang sebagai bahan subtitusi fortifikasi produk kerupuk amplang ikan bandeng. 3) Optimalisasi manajemen usaha untuk meningkatkan kapasitas anggota mitra berbasis pelatihan sebagai upaya memaksimalkan proses pemasaran.Kata Kunci: Kerupuk Udang, Flavor, Pemberdayaan Perempuan, Blue Economy