Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: Pengaruh Penerapan Protokol ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) Terhadap Length of Stay pada Pasien Pasca Pembedahan Miladina Zahra Aulia; Risal Wintoko; Sutyarso Sutyarso; Anggraeni Janar Wulan
Medula Vol 13 No 3 (2023): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v13i3.653

Abstract

Surgery is a follow-up action of invasive emergency treatment by making an incision in a certain part of the body so that it can reach the target organ, after which it ends with closing or suturing the wound. The patient will experience the postoperative impact which is limited movement due to the pain felt after the surgical wound. Furthermore, because the patient cannot mobilize properly, it will affect wound healing. This has an impact on the patient's length of stay which is getting longer and will ultimately make the patient's quality of life worse. Patients with prolonged length of stay are at risk of developing other complications because the patient experiences a decrease in functional status during hospitalization. In addition, the impact of an extended length of stay can increase the financing burden for the hospital. Therefore, efforts are needed to accelerate effective post-surgical healing by implementing the ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) protocol. ERAS is a multidisciplinary-based perioperative management protocol with the aim that postoperative patients experience immediate recovery by maintaining postoperative organ function, reducing stress response during surgery, and reducing morbidity in surgery. In several studies, the length of stay of postoperative patients applying the ERAS protocol was shorter than that of patients who did not use the ERAS protocol. This is because in the ERAS protocol, preparations are made for patients starting from pre-admission, pre-operative, intra-operative, and post-operative, each of which has components that can have an impact on accelerating post-operative patient recovery so that the patient's length of stay becomes shorter.
EDUKASI KEBUTUHAN ENERGI HARIAN UNTUK MASYARAKAT TANI DENGAN AKTIVITAS FISIK TINGGI DI DESA PEKON BANJAR AGUNG UDIK, PUGUNG, TANGGAMUS MENUJU POLA HIDUP AKTIF DAN PRODUKTIF Dzul Fithria Mumtazah; Sutyarso Sutyarso; Eti Ernawiati; Enur Azizah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.34092

Abstract

Masyarakat yang bekerja di sektor pertanian memerlukan asupan energi dan nutrisi yang cukup untuk menunjang aktivitas fisik yang tinggi. Salah satu komponen penting dalam nutrisi adalah protein. Protein diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, serta sebagai sumber energi. Namun, banyak petani, salah satunya di Desa Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Lampung, kurang memahami pentingnya asupan protein yang cukup dan sehat dalam keseharian mereka. Meskipun demikian, banyak petani yang kurang memahami pentingnya asupan protein yang cukup dan sehat dalam keseharian mereka. Faktor ekonomi, kurangnya akses informasi, dan kebiasaan makan yang tidak seimbang menjadi penghalang dalam mendapatkan asupan protein yang memadai. Kekurangan protein dapat berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas petani, termasuk menurunnya kekuatan fisik, daya tahan tubuh, dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan berat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kebutuhan energi harian, sumber-sumber protein sehat, dan cara mengintegrasikan protein sehat dalam pola makan sehari-hari. Edukasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya protein dalam diet mereka dan memberikan informasi praktis tentang cara memperoleh dan mengolah sumber protein sehat yang terjangkau dan mudah didapatkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan asupan protein mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja. Kegiatan diikuti oleh sekitar 30 orang warga masyarakat desa. 40% peserta sebelum kegiatan pengabdian belum mengetahui diversifikasi sumber karbohidrat dan protein, diketahui lewat kegiatan pretest, setelah kegiatan pengabdian berlangsung pengetahuan masyarakat meningkat sampai 85%. Kegiataan edukasi kebutuhan energi harian dan jenis protein sehat untuk masyarakat tani dengan aktivitas fisik tinggi penting untuk dilaksanakan sebagai salah satu program menurunkan angka kejadian penyakit dengan sindrom metabolik di berbagai lapisan masyarakat.