p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
Eca Wongsopatty
Universitas Banda Naira

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINDAK TUTUR DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Selvia S. Frangkemon; Mujiati La Saadi; Eca Wongsopatty
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.63 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.189

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei Tahun 2021 yang berlokasi di desa Nusantara Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Jumlah data keseluruhan dalam hasil penelitian ini adalah 7 data tuturan, yang dimana memiliki 36 kutipan terdiri lokusi 22 kutipan, ilokusi 8 kutipan dan perlokusi 6 kutipan. Penelitian ini bertujuan untuk “mendeskripsikan tindak tutur di lingkungan keluarga masyarakat Desa Nusantara Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu keluarga masyarakat Desa Nusantara RT 03. Data dalam penelitian ini yaitu tuturan yang mengandung lokusi, ilokusi dan perlokusi yang terjadi dalam interaksi sehari-hari, sumber data yaitu keluarga masyarakat Desa Nusantara RT03. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data yang digunakan adalah teknik alir yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifiksi.  Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa tindak tutur yang terjadi yaitu tindak tutur lokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan tindak tutur lokusi pertanyaan. Tindak tutur ilokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan tindak tutur ilokusi bentuk kalimat perintah. kemudian tindak tutur perlokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan kalimat membujuk yang menimbulkan efek tindakan atau perbuatan dari lawan tutur. Saran yang dapat diberikan yaitu bagi Mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dapat menambah pengetahuan dalam bidang kebahasaan dan bidang pragmatik.
ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA PROSESI PENYUSUNAN KUBA ULUN DI KEPULAUAN KEI MALUKU TENGGARA Herni Yahelissa; Eca wongsopatty; Muhammad Miftah Sabban
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.397

Abstract

Kuba ulun merupakan makanan tradisional suku Kei yang disusun berbentuk menara, piramida atau rumah. Makanan ini dapat dijumpai pada acara-acara tertentu. Makanan tradisional ini harus tetap dijaga dan dilestarikan agar tidak punah dimakan zaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna Semiotika Ferdinand De Saussure Pada Prosesi Penyusunan Kuba Ulun di Kepulauan Kei. Jenis penelitian berupa jenis kualitatif dan lokasi penelitian ini dilakukan di Ohoi (Desa) Langgur Kepulaun Kei dari bulan Juli sampai November. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 orang yaitu kepala Ohoi Holat dan orang penting yang ada di Ohoi Langgur. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan yang mengandung semiotika Ferdinand De Saussure dalam Prosesi Penyusunan Kuba Ulun di Kepulauan Kei. Sumber data dalam penelitian ini yaitu tokoh pemerintahan, tokoh masyarakat, dan beberapa orang penting. Teknik pengumpulan data adalah menentukan narasumber, menyusun pertanyaan, wawancara, merekam, mengidentifikasi data sesuai dengan teori penelitian, dan di analisis sesuai dengan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menggunakan metode semiotika Ferdinand De Saussure pada prosesi penyusunan Kuba Ulun di Kepulauan Kei terdapat 5 penanda dan 5 petanda. Makna dari prosesi penyusunan kuba ulun yaitu sebagai simbol harmonisasi pada kehidupan manusia.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MA SAIRUN PULAU AY Misna Arif; Eca Wongsopatty; Muhammad Miftah Sabban
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1).Mendeskripsikan gaya belajar siswa pada matapelajaran Bahasa Indonesia(2).Mendeskripsikan apasajakah faktor yangmempengaruhi gaya belajar siswa pada mata pelajaran BahasaIndonesia(3).Mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam gaya belajarsiswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif deskriptif dengan metode yang digunakan dalam penelitianini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalampenelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis data menurut Miles and Hubermanyaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa, pertama gaya belajar siswa di sekolah MA Sairun Pulau Aykecamatan Banda kabupaten Maluku Tengah mempunyai tiga tipe gaya belajaryaitu Visual, Audiotori dan Kinestik, dan gaya belajar yang paling mendominandigunakan adalah gaya belajar Audiotori. Kedua faktor yang mempengaruhi gayabelajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu, faktor internal dan faktoreksternal. Faktor internal adalah merupakan faktor dari dalam diri siswa seperti,jasmani, pisikologi dan motivasi. dan faktor eksternal adalah faktor yang berkaitandengan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dari kedua faktor ini yang lebih dominanadalah faktor eksternal hal ini dikarenakan bahwa siswa lebih terpengaruh denganlingkungan luar seperti dari keluarga yaitu siswa kurang adanya motivasibelajar.Selain itu, dari faktor sekolah yaitu guru tidak terlalu menggunakan mediadalam mengajar dan faktor dari masyarakat berkaitan dengan lingkungan luar yaitukurang adanya dukungan dari masyarakat terhadap moivasi belajar siswa. Ketigaupaya yang dapat di lakukan oleh guru yaitu guru melakukan pendekatan kepadasiswa, menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Guru berusahamengkondisikan situasi pembelajaran dengan baik untuk meningkatkan gayabelajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalammembantu Analisis Gaya Belajar siswa di Sekolah MA Sairun Pulau Ay dan dapatditerapkan dalam mengatasi permasalahan pendidikan secara umum.