Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konfigurasi Kelompok Tiang Terhadap Daya Dukung Pondasi Di Tanah Lunak Widayat Amariansah; Apriyanto Apriyanto; M Doni Febriansah; Sasmito Sari
Neo Teknika Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 No 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i2.1973

Abstract

Bangunan di tanah lunak umumnya menggunakan pondasi dalam. Kedalaman pondasi diupayakan mencapai tanah keras dengan prinsip end bearing atau menggunakan shear resistance jika lapisan tanah keras sangat dalam dan perubahan sifat kekakuan tanah menjadi hard soil tidak signifikan dengan kedalaman tanah. Jika bangunan baru berdiri di atas pondasi tiang bangunan eksisting yang tidak bisa dibongkar maka akan menimbulkan variasi bentuk pile cap dan konfigurasi titik tiang pancang yang berbeda-beda. Pemodelan konfigurasi ini harus tetap memperhatikan nilai efisiensi kelompok tiang minimal 0,60 dan jarak tiang efektif minimal dua kali diameter tiang agar daya dukung tiang kelompok menjadi optimal. Semakin tinggi nilai efisiensi dan jarak antar tiang maka daya dukung ijin tiang semakin besar sehingga dapat menghemat jumlah tiang namun tetap memperhatikan kelonggaran ruang antar pile cap. Hal ini berlaku jika kedalaman tiang, diameter tiang, bentuk tiang dan bahan tiang pada semua pile cap pada suatu bangunan adalah sama. Hasil analisis menunjukkan dengan 11 variasi pile cap yang memikul beban vertikal, lateral dan momen yang berbeda-beda, menghasilkan kapasitas daya dukung ijin kelompok tiang yang baik sehingga melebihi beban maksimum yang bekerja, prediksi penurunan 0,07 m dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun, nilai heave 0,03 m dan angka keruntuhan blok 4,50 1,00. Kata kunci : konfigurasi, kelompok tiang, daya dukung, tanah lunak.
STUDI KOMPARATIF PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN BETON SEMEN (RIGID PAVEMENT) BERDASARKAN MDPJ 2017 DAN AASHTO 1993 (Studi Kasus : Jl. Pantura Ujung Tol Kaligawe-Traffic Light Terboyo STA 3+400 s/d 4+600)) Sasmito Sari; Soehartono; Sri Subekti
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/7184qr51

Abstract

Ruas jalan Pantura Kaligawe – Terboyo merupakan jalur logistik strategis dengan volume kendaraan berat yang sangat tinggi dan tantangan lingkungan berupa banjir rob serta penurunan muka tanah. Kondisi tersebut memerlukan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) yang optimal secara struktural dan efisien secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tebal perkerasan pelat beton menggunakan dua metode standar, yaitu Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2017 yang berbasis mekanistik-empiris dan AASHTO 1993 yang berbasis empiris. Data primer dan sekunder yang mencakup Lintas Harian Rata-rata (LHR), nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar, dan pertumbuhan lalu lintas dianalisis untuk mendapatkan parameter desain. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode MDPJ 2017 menghasilkan tebal pelat beton sebesar 31 cm, sedangkan metode AASHTO 1993 menghasilkan ketebalan 35 cm. Selisih ketebalan 4 cm tersebut disebabkan oleh perbedaan filosofi dalam penentuan faktor beban dan parameter reliabilitas. Secara teknis, MDPJ 2017 memberikan desain yang lebih efisien bagi kondisi jalan nasional di Indonesia karena telah mempertimbangkan spektrum beban aktual. Hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan MDPJ 2017 untuk optimasi biaya konstruksi tanpa mengabaikan aspek keamanan struktur pada ruas jalan dengan beban lalu lintas berat.