Hendy Wijaya
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEK TIME HISTORY BANGUNAN GEDUNG TERHADAP FONDASI TIANG PADA TANAH LUNAK YANG BERLOKASI DI TANGERANG Jessica Gabriella; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 1, Februari 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i1.20496

Abstract

Indonesia is an earthquake prone area, because its is a located the confluence of three tectonic plates of the world’s. Earthquake is a rock event in the earth’s crust that releases energy suddenly and can result in loss of life and other damage. Therefore, it is necessary to take steps to reduce of prevent loss of live and other damage bye the analyzing of the earthquake impact on the analyses that can be used. Time history analysis is a method to determine the movement of a structure by providing a record of the earthquake, this method requires several earthquake recordings and was carried out with the help on the Midas Gen program. Required data such as superstructure modelling, soil parameters, and pile bearing capacity are entered into the program. After that, the program will generate displacemenet and reaction forces, which will be analyzed from each earthquake record. Abstrak Indonesia merupakan daerah yang berpotensi gempa karena berada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Gempa bumi merupakan peristiwa batuan pada kerak bumi yang melepaskan sejumlah energi secara tiba-tiba dan dapat mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan lainnya. Maka dari itu dibutuhkan langkah – langkah untuk mengurangi dan mencegah terjadinya korban jiwa dan kerusakan lainnya, dengan menganalisis efek gempa terhadap kestabilan fondasi pada bangunan. Salah satu analisis yang dapat digunakan adalah analisis riwayat waktu. Analisis riwayat waktu adalah salah satu metode untuk mengetahui pergerakan struktur dengan cara pemberian suatu rekaman gempa terhadap model tersebut. Analisis riwayat waktu ini dilakukan dengan program Midas GEN. Metode ini membutuhkan beberapa rekaman gempa.  Data yang diperlukan seperti pemodelan stuktur atas, parameter tanah, daya dukung tiang dimasukan kedalam program. Selanjutnya program akan menghasilkan deformasi dan gaya reaksi yang akan dianalisis dari masing masing rekaman gempa.
NONLINEAR TIME HISTORY PADA FONDASI TIANG PANCANG DENGAN PROGRAM MIDAS GTS NX Ardi Suryadi; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i2.21674

Abstract

Indonesia is a potential earthquake area. If an earthquake occurs, a wave energy appears that is emitted in all directions caused by damage or fracture of the aid. The results from the vibrations can we seen in the earthquake recording. Therefore, steps are needed to reduce and prevent casualties and damage to others, by analyzing the effects of earthquakes on the stability of the foundation buildings. One of the analyzes method that can be used is nonlinear time history analysis. Nonlinear time history analysis is method to determine the movement of the structure by giving an earthquake record to the model. The necessary data for program requires such as superstructure models, soils factor. This time history analysis was carried out with midas GTS NX which can produce displacement and internal force values due to loads from earthquake record which to be compared with one of the pile capacity brochures. Based on the 11 earthquakes’ record analysis result, the loading from the x and y directions has a large displacement value and some part normal tensile force along with moment from the earthquake load exceeds the brochure capacity of the pile Abstrak Indonesia merupakan daerah potensial gempa. Jika terjadi gempa, akan terlihat sebuah gelombang energi yang di pancarkan kesegala arah, hal itu diakibatkan oleh kerusakan dan patahan bantuan. Hasil getaran tersebut dapat kita liat pada rekaman suatu gempa. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah–langkah untuk mengurangi dan mencegah terjadinya korban jiwa dan kerusakan pada lainnya, dengan cara menganalisis akibat dari gempa terhadap suatu kestabilan dari fondasi pada bangunan. Ada cara analisis yang dapat dipakai yaitu, dengan analisis riwayat waktu secara nonlinear. Analisis riwayat waktu tidak linier adalah salah satu metode untuk mengetahui pergerakan dari struktur dengan memberikan suatu rekaman gempa terhadap permodelan tersebut. Data yang diperlukan seperti parameter tanah, permodelan struktur atas dimasukan kedalam program. Analisis riwayat waktu ini dilakukan dengan midas GTS NX dengan mendapatkan suatu nilai perpindahan dan gaya dalam akibat dari beban salah satu rekaman gempa yang akan dibandingkan dengan salah satu brosur kapastias tiang. Dari 11 rekaman gempa yang sudah dianalisis, pembebanan dari arah x dan y memiliki nilai perpindahan yang besar dan sebagian dari gaya dalam normal tarik serta momen akibat beban gempa melebihi brosur kapasitas tiang tersebut.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN SLAKE DURABILITY AND THE DISPERSIVITY POTENTIAL OF CLAY SHALE BOGOR Aven Polin Power Manalu; Hendy Wijaya; Ali Iskandar; Bernard Sumarlin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.37342

Abstract

Clay shale is a material which is highly slaking, and is commonly assumed to be dispersive. Investigations related to the correlation between slake durability and soil dispersivity, are however, rather sparse. The aim of this research is to examine the relationship between slake durability and dispersivity properties of clay shale obtained from Sentul City, Bogor, Indonesia. Laboratory tests were performed using slake durability, pinhole, crumb and double hydrometer test. The results show that the durability of the clay shale is low, with an average second cycle durability index (Id₂) of 45,95%. The pinhole test gave a result of non-dispersive to slightly dispersive (ND3 – ND2), which corresponds to effluent that is clear to slightly turbid with a final hole diameter less than 2,5 mm. However, the double hydrometer analysis gave a dispersion percentage of 84,85%, and the crumb test gave moderate to high dispersivity. The results indicate that, low slake durability does not necessarily mean high soil dispersivity. A pinhole test is still considered the most representative test to identify dispersive soils, and offers valuable information for the development of resilient infrastructure in regions where clay shale deposits are present. Abstrak Clay shale merupakan material yang rentan terhadap pelapukan (slaking) dan sering diasumsikan memiliki perilaku dispersif ketika terkena air. Namun, penelitian mengenai hubungan antara ketahanan pelapukan dan dispersivitas tanah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketahanan pelapukan dan potensi dispersivitas clay shale dari Sentul City, Bogor, Indonesia. Pengujian laboratorium dilakukan melalui uji slake durability, pinhole, crumb, dan hidrometer ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa clay shale memiliki nilai rata-rata indeks durabilitas siklus kedua (Id₂) sebesar 45,95% yang termasuk kategori durabilitas rendah . Hasil uji pinhole mengklasifikasikan material sebagai non-dispersif hingga sedikit dispersif (ND3–ND2), ditunjukkan oleh aliran keluar yang jernih hingga sedikit keruh dan diameter akhir lubang kurang dari 2,5 mm. Sebaliknya, analisis hidrometer ganda menghasilkan persentase dispersi sebesar 84,85%, sedangkan uji crumb menunjukkan dispersivitas sedang hingga tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pelapukan yang rendah tidak selalu menunjukkan tingkat dispersivitas yang tinggi. Uji pinhole tetap menjadi metode yang paling representatif dalam identifikasi tanah dispersif, serta memberikan informasi yang bermanfaat untuk mendukung pengembangan infrastruktur yang tangguh pada wilayah dengan endapan clay shale.
ANALISIS PERUBAHAN NILAI CBR PADA TANAH LATERIT AKIBAT PENAMBAHAN GARAM Muhammad Raihan Suganda; Hendy Wijaya; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33218

Abstract

Laterite soil is a specific type of soil characterized by high iron and alumina content, found mainly in tropical regions. The density of soil is an important physical parameter that affects soil quality and has a significant impact on plant growth and soil structure stability. The addition of salt to laterite soil can potentially alter its physical properties, including soil density, due to changes in soil particle aggregation and electrostatic interactions caused by salt ions. Laterite soil samples were taken from Cakung area, East Jakarta and mixed with coarse salt at concentrations of 5% and 10%. This study aims to investigate the effects of salt on the density of laterite soil by adding salt to the soil and observing the changes in soil compaction and strength through various laboratory tests, including compaction, CBR, pocket penetrometer, and shear tests. Results indicated that the addition of salt can increase soil density by altering soil particle structure, leading to more compact soil conditions. This research provides valuable insights for sustainable land management in tropical areas, particularly for agricultural and construction purposes. Abstrak Tanah laterit adalah jenis tanah yang memiliki kandungan besi dan alumina tinggi, banyak ditemukan di daerah tropis. Kepadatan tanah merupakan parameter fisik yang penting yang memengaruhi kualitas tanah dan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman serta kestabilan struktur tanah. Penambahan garam pada tanah laterit dapat mempengaruhi sifat fisik tanah, termasuk kepadatannya, akibat perubahan dalam pengikatan partikel tanah dan interaksi elektrostatik yang disebabkan oleh ion garam. Sampel tanah laterit diambil dari daerah Cakung, Jakarta Timur dan dicampur dengan garam krosok pada konsentrasi 5% dan 10%. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh garam terhadap kepadatan tanah laterit dengan menambahkan garam pada tanah dan mengamati perubahan kompaksi dan kekuatan tanah melalui berbagai uji laboratorium seperti uji kompaksi, CBR, pocket penetrometer, dan uji geser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan garam dapat meningkatkan kepadatan tanah dengan mengubah struktur partikel tanah, yang mengarah pada kondisi tanah yang lebih kompak. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk pengelolaan lahan secara berkelanjutan, terutama untuk keperluan pertanian dan konstruksi.
ANALISIS MEKANIK CAMPURAN TANAH LEMPUNG BERLANAU (MH-OH) DENGAN PASIR GUNA MENINGKATKAN KEKUATAN GESER TANAH Aniek Prihatingingsih; Hendy Wijaya; Christopher Christopher; Ralf Josh Hilliard Valentino
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33274

Abstract

Silty clay (MH-OH) exhibits high plasticity, low bearing capacity, and significant instability, often posing challenges in construction projects. To address these issues, this study investigates the effect of mixing silty clay with sand to improve the soil's shear strength. The research involves compaction tests, triaxial tests, and unconfined compression tests (UCT) to evaluate the impact of sand addition with varying percentages of 8%, 10%, and 12% by the weight of the clay. The compaction test results show that adding sand reduces the optimum water content from 34.8% to 32% and increases the dry density from 1.311 g/cm³ to 1.342 g/cm³. Triaxial tests indicate that increasing the sand content raises the soil’s shear angle from 13.97° to 34.27°, while cohesion decreases from 2.57 kg/cm² to 1.94 kg/cm². In the UCT, cohesion also declines with increasing sand content, from 3.37 kg/cm² to 2.64 kg/cm². This study demonstrates that adding sand to silty clay effectively enhances soil shear strength, making it more stable and suitable for safer construction applications. Abstrak Tanah lempung berlumpur (MH-OH) memiliki karakteristik plastisitas tinggi, daya dukung yang rendah, dan ketidakstabilan yang signifikan, sehingga sering menjadi tantangan dalam proyek konstruksi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan penelitian mengenai pencampuran tanah lempung berlumpur dengan pasir guna meningkatkan kekuatan geser tanah. Penelitian ini menggunakan uji kompaksi, triaksial, dan uji tekan bebas (Unconfined Compression Test atau UCT) untuk mengukur pengaruh penambahan pasir dengan variasi persentase 8%, 10%, dan 12% terhadap berat tanah. Hasil uji kompaksi menunjukkan bahwa penambahan pasir menurunkan kadar air optimum dari 34,8% menjadi 32% dan meningkatkan kepadatan kering dari 1,311 g/cm³ menjadi 1,342 g/cm³. Uji triaksial mengindikasikan bahwa peningkatan campuran pasir meningkatkan sudut geser tanah dari 13,97° menjadi 34,27°, sedangkan kohesi menurun dari 2,57 kg/cm² menjadi 1,94 kg/cm². Pada uji tekan bebas, kohesi juga mengalami penurunan seiring bertambahnya pasir, yaitu dari 3,37 kg/cm² menjadi 2,64 kg/cm². Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pasir pada tanah lempung berlumpur secara efektif dapat meningkatkan kekuatan geser tanah, menjadikannya lebih stabil dan cocok untuk aplikasi konstruksi yang lebih aman.