Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH TERAPI SPIRITUAL TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN SUMBERJO 1 KARANGANYAR Nuriyah Yuliana; Puput Ari Yanti; Nurul Gilang Abriani
Jurnal Stethoscope Vol 3, No 2 (2022): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v3i2.925

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah suatu keadaan seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Upaya untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensidengan tindakan nonfarmakologi yaitu terapi spiritual mendengarkan sholawat burdah.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi spiritual terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Dusun Sumberjo 1. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimen dengan cara Nonequivalent Control Group Design. Jumlahsampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 30 orang meliputi kelompok eksperimen 15 orang dan kelompok control 15 orang.Responden diberikan intervensi berupa sholawat burdah selama 10 menit dilakukan 2 minggu sebanyak 6 kali terapi. Analisis data menggunakan uji independent t- test.Hasil uji hipotesis kelompok intervensi pre dan post-test tekanan sistolik p –value0.001, tekanan diastolik p –value0.033. Pada kelompok kontrol pre dan post test tekanan sistolik p –value0.001, untuk tekanan diastolik 0.479. hasil analisis beda antar kelompok didapatkan tekanan sistole nilai p –value pretest postest intervensi dan kontrol 0,001 0,05 dan tekanan diastole nilai p – value pretest postest intervensi dan kontrol 0,166 0,05. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi spiritual terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Dusun Sumberjo 1 Karanganyar.Kata kunci : terapi spiritual, hipertensi  THE EFFECT OF SPIRITUAL THERAPY ON REDUCING BLOOD PRESSURE ONHYPERTENSION PATIENT AT SUMBERJO VILLAGE  1 KARANGANYAR AbstractHypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. Efforts to reduce blood pressure in hypertensive patients with non-pharmacological measures such as: spiritual therapy or listening to the Burdah prayer. The purpose of this study was to determine the effect of spiritual therapy on reducing blood pressure among hypertensive patients in Sumberjo 1 Village. This study was quantitative, quasi-experiment design with a nonequivalent control group design. In this study, 30 respondents were used as samples, including the experimental and control groups. Respondents were given a 10-minute intervention in the form of prayer, which was repeated six times over the course of two weeks. Data analysis used an independent t-test. The results of the hypothesis testing of the intervention group pre- and post-test showed a systolic pressure p-value of 0.001 and a diastolic pressure p-value of 0.033. In the control group, pre- and post-test systolic pressure p-values were 0.001 and 0.479 for diastolic pressure. The analysis of differences between experiment and control group revealed a p-value for systolic pressure of0.0010.05 and a p-value for diastolic pressure of 0.166 0.05 respectively. So from these results, it can be concluded that there is an effect of spiritual healing on reducing blood pressure among hypertension patients in Sumberjo I, Karanganyar. Keywords: spiritual therapy of Sholawat Burdah, hypertension patients
PKM Edukasi Gizi Berbasis Sekolah Pada Remaja di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar Tunjung Bayu Sinta; Hanifah Hanifah; Nuriyah Yuliana
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2023): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v5i1.14167

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang penting diperhatikan karena merupakan masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Gizi seimbang pada masa ini sangat menentukan kematangan mereka di masa depan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar pada remaja putra dan putri kelas X dengan memberikan materi tentang pentingnya gizi, tiga beban gizi serta faktor penyebab terjadinya beban gizi pada remaja. Setelah itu dilakukan kegiatan pengukuran tinggi dan berat badan lalu dihitung massa indeks tubuhnya. Kegiatan akhir masing-masing siswa diberikan buku saku gizi siswa untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Hasil yang diharapkan pada pengabdian ini adalah remaja dapat merubah perilaku dan pola pikir cara mengkonsumsi makanan dengan melihat kebutuhan gizi yang seimbang agar tidak terjadi tubuh yang underweight, overweight, dan obesitas
Pendidikan Kesehatan Tentang Napza di Desa Sroyo Jaten Karanganyar : Health Education About Drug in Sroyo Village, Jaten Karanganyar Christiana Arin Proborini; Nuriyah Yuliana; Akbar Willi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.029 KB)

Abstract

Abstrak: Peredaran narkoba terus menggeliat dan laju penggunaannya pun terus meningkat signifikan setiap tahunnya, kondisi geografis Indonesia yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan dan memiliki ribuan pulau manjadikan Indonesia sebagai tempat yang strategis bagi sindikat untuk menyelundupkan narkotika dari luar negeri.  Di wilayah Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar didapat adanya laporan kejadian warga sebagai pengguna NAPZA (  narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya) dan terdapat pula kematian yang disebabkan oleh overdosis. Untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang NAPZA dan pencegahan terhadap dalam penggunaan NAPZA, maka STIKes Mitra Husada Karanganyar memberikan pendidikan kesehatan tentang NAPZA. Metode pelaksanaan penyuluhan pendidikan tentang NAPZA. Kegiatan ini dilakukan satu hari dan dilakukan pre dan post test yang dihadiri oleh 50 orang kader dari RW Desa Sroyo Jaten Karanganyar. Hasil kegiatan ada peningkatan pengetahuan kader tentang NAPZA dari 45% menjadi 88%. Adanya peningkatan pengetahuan tentang NAPZA merupakan upaya masyarakat terutama kader untuk melakukan pencegahan penanggulangan terhadap NAPZA   Abstract : The circulation of drugs continues to stretch and the rate of use continues to increase significantly every year, Indonesia's geographical conditions, where most of its territory is waters and has thousands of islands, make Indonesia a strategic place for syndicates to smuggle narcotics from abroad. In the area of Sroyo village, Jaten sub-district, Karanganyar district, there were reports of incidents of residents being drug users and there were also deaths caused by overdoses. To increase the knowledge of cadres about drugs and prevention of drug use, STIKes Mitra Husada Karanganyar will provide health education about drugs. The method of implementing educational outreach about drugs. This activity was carried out one day and a pre and post test was carried out which was attended by 50 cadres from the RW of Sroyo Jaten Karanganyar village. The results of the activity were an increase in cadre knowledge about drugs from 45% to 88%. An increase in knowledge about drugs is an effort by the community, especially cadres, to carry out prevention efforts against drugs
Faktor Determinan Kejadian Post Anesthetic Shivering di Instalasi Bedah Sentral RS Pku Muhammadiyah Karanganyar Nuriyah Yuliana; Doni Nur Setyawan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44311

Abstract

The complications or side effects anesthetic techniques is shivering. Tremor after anesthesia is a body compensation mechanism that causes side effects, such as discomfort and even pain in patients, as well as increased oxygen requirements due to increased muscle activity. This study aims to find determining factors for post-anesthetic shivering in the central operating room of PKU Muhammadiyah Karanganyar Hospital. The research used a cross-sectional design involving post-operative patients. The method used was an observation format adapted from an instrument developed and validated by Crossley, A. W. and Mahajan, R.P. The results showed that age, environmental temperature, and operating time were factors that influenced PAS (p <0.05), while gender, type of anesthesia and BMI did not influence the occurrence of post-anesthetic shivering (p > 0.05). Conclusion: surgery time is the main factors influencing the occurrence of post- anesthetic shivering. Suggestion: Pay attention to the factors that cause shivering in patients to be able to predict the possibility of shivering in patients and treat patients who experience post-operative shivering
Pencegahan Bencana Tanah Longsor Dengan Penanaman Pohon di Ngargoyoso Karanganyar Christiana Arin Proborini; Nuriyah Yuliana; Estiningtyas Estiningtyas; Anindhita Yudha; Triana Mirasari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i2.459

Abstract

Tanah longsor adalah sebuah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Tanah longsor adalah bencana alam yang membawa banyak kerugian bagi manusia dan lingkungan alam di sekitar tanah longsor. Meskipun tidak dapat dicegah, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah tanah longsor. Dampak paling signifikan yang diakibatan tanah longsor adalah terputusnya jalur transportasi, timbulnya korban jiwa, ataupun hilangnya mata pencaharian dan rusaknya objek-objek pariwisata yang berada didekatnya. Banyak objek wisata yang berada didekat lereng ataupun perbukitan mengingat lokasi tersebut memiliki pemandangan yang indah dan tempat yang sejuk sehingga dapat menarik minat wisatawan. Salah satu daerah objek wisata yang berada di lereng terjal perbukitan adalah Desa Ngargoyoso Karanganyar. Metode pelaksanaan pencegahan bencana tanah longsor dengan penanaman pohon di Ngargoyoso Karanganyar. Kegiatan ini dilakukan satu hari dan dilakukan bersama pemuda, pemudi dari pecinta alam beserta masyarakat sekitar Tambakrejo Ngargoyoso Karanganyar. Hasil kegiatan ini adalah mitigasi terhadap bencana tanah longsor yang sering terjadi di lingkungan tersebut, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau was-was lagi bilamana terjadi hujan deras yyang mengakibatkan tanah longsor.
Meningkatkan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Pada Warga di Dusun Beruk Jatiyoso Karanganyar Nuriyah Yuliana; Estiningtyas Estiningtyas; Fitri Wulandari; Damayyanti Nur Khotimah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i2.479

Abstract

Kesiapsiagaan bencana berfungsi untuk memicu agar masyarakat lebih paham tentang bencana dan masyarakat bisa menciptakan ketangguhan dan kesiapsiagaan bencana. Permasalahan mitra berdasarkan hasil wawancara yaitu masih minimnya kesiapsiagaan bencana yang ada di Dusun Ngantirejo, Beruk, Jatiyoso. Dampak kurangnya kesiapsiagaan bencana yang dimiliki oleh relawan dan warga yang ada didaerah tersebut mengakibatkan kerugian yang besar terutama material ketika terjadi bencana di daerah tersebut. Tujuan yang dicapai pada PKM ini diantaranya: meningkatnya kemampuan kesiapsiagaan masyarakat tentang bencana tanah longsor. Metode yang dilakukan dengan melakukan identifikasi kesiapsiagaan warga setempat, sosialiasi dan simulasi tentang kesiapsiagaan bencana. Hasil kegiatan peningkatakan kesiapsiagaan bencana yaitu hasil studi pendahuluan rata-rata kesiapsiagaan bencana dalam kategori cukup 51 orang, belum ada titik assembling dan jalur evakuasi, masih minimnya pemahaman tentang penanganan korban bencana dengan masalah gangguan sistem muskuloskeletal. Evaluasi kegiatan peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana efektif dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana sebanyak 66 dari 80 warga memiliki pengetahuan kesiapsiagaan kategori baik, tersedianya jalur evakuasi di Desa Beruk, adanya titik assembling, denah peta kerawanan bencana dan titik rawan bencana longsor.
Pengetahuan Triase Bagi Relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) di Desa Beruk Jatiyoso Christiana Arin Proborini; Nuriyah Yuliana; Estiningtyas Estiningtyas; Betty Kusdhiarningsih; Nurul Gilang Abriani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.574

Abstract

Relawan merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat nyata. Banyak kalangan yang tertarik untuk menjadi relawan, baik itu para anak muda yang belum menamatkan pendidikan atau para orang dewasa yang sudah sukses. Para relawan tidak hanya ditempatkan di daerah bencana atau daerah konflik, tapi juga ditempatkan di daerah yang tertinggal baik dari segi fasilitas maupun segi pendidikan. Tugas menjadi seorang relawan tidaklah mudah. Seorang relawan harus memiliki keterampilan dasar. Triase adalah suatu tindakan yang sangat penting untuk pemilihan korban atau penderita berdasarkan kebutuhannya. Triase merupakan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh tenaga pra-rumah sakit ataupun tim lapangan seperti para relawan bencana. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di desa Beruk Jatiyoso Karanganyar dengan memberikan pendidikan tentang Triase pada bencana tanah longsor pada relawan setempat. Hasil dari pendidikan kesehatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari responden, dibuktikan dengan banyaknya relawan yang bertanya tentang triase. Bisa disimpulkan banyak relawan mengalami kurang pengetahuan. Setelah dilakukan pendidikan tentang triase ini menunjukkan peningkatan pengetahuan relawan dari pengetahuan rendah 71.4% menjadi pengetahuan tinggi 100%. Relawan mengatakan memiliki pengetahuan baru yang baik dan benar, serta mampu melakukan secara mandiri apabila terjadi bencana dan alur korban bencana.
Brain Gym: Upaya Efektif Mengendalikan Tekanan Darah Nuriyah Yuliana; Damayanti Nur Khotimah; Hajjar Nur Khasanah; Dewi Wulandari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.580

Abstract

Seiring bertambahnya usia, penuaan tidak dapat dihindarkan dan terjadi adanya perubahan termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu penyakit yang banyak ditemukan pada lansia adalah peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Diperlukan terapi pelengkap atau komplementer untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Salah satu upaya komplementer yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah melalui brain gym. Permasalahan mitra berdasarkan hasil wawancara yaitu terdapat lansia aktif di Posyandu Bakalan Polokarto yang menderita hipertensi, mereka hanya mengandalkan obat kimia maupun ramuan tradisional untuk mengendalikan tekanan darah. Tujuan yang dicapai pada PKM ini diantaranya: meningkatkan pengetahuan lansia dalam pengendalian tekanan darah salah satunya dengan melakukan brain gym. Metode yang dilakukan melalui 3 tahap yaitu melakukan pengukuran tekanan darah sebelum brain gym dilanjutkan sosialisasi dan simulasi brain gym, yang terakhir adalah dilakukan pengukuran tekanan darah kembali setelah kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat melalui brain gym ini sangat efektif sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi, hal ini dibuktikan dengan menurunnya angka sistole dan diastole pada lansia, dengan rata-rata penurunan untuk sistole 2,2 mmHg dan diastole 0,8 mmHg. Diharapkan lansia yang sudah mengikuti pelatihan brain gym ini bisa secara rutin untuk mempraktikan sendiri di rumah untuk menurunkan tekanan darah secara signifikan.
Edukasi Tanggap Bencana Gempa Bumi Wujudkan Sikap Kesiapsiagaan Siswa PMR Wira SMA Negeri Karangpandan Joey Anung Anindtya Widodo; Anindhita Yudha Cahyaningtyas; Nuriyah Yuliana
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i2.1250

Abstract

SMAN Karangpandan, Karanganyar, terletak di wilayah dengan potensi risiko gempa bumi tinggi sehingga memerlukan analisis kesiapsiagaan bencana yang komprehensif. Kegiatan ini diawali dengan identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (analisis SWOT) yang dimiliki sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta diskusi dengan pihak sekolah, dilanjutkan dengan penyusunan strategi kesiapsiagaan berbasis hasil analisis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah memiliki komitmen kuat dari pihak manajemen, keterlibatan aktif guru dan siswa, dukungan BPBD dan PMI, serta lokasi strategis untuk evakuasi. Namun, ditemukan kelemahan berupa rendahnya pemahaman evakuasi, keterbatasan fasilitas pendukung, minimnya dana, serta kurangnya dokumentasi dan evaluasi. Peluang peningkatan kesiapsiagaan muncul dari dukungan regulasi, keberadaan relawan, dan kemajuan teknologi, sementara ancaman yang dihadapi meliputi potensi gempa besar, sikap acuh sebagian warga sekolah, keterbatasan anggaran, dan penyebaran disinformasi. Kesimpulannya, strategi kesiapsiagaan yang efektif memerlukan peningkatan pelatihan dan simulasi rutin, perbaikan sarana prasarana, pencarian sumber pendanaan, serta penguatan jejaring kemitraan, dengan dukungan edukatif dari Dosen Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Mitra Husada Karanganyar guna membentuk komunitas sekolah tangguh bencana.