Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK MORFOLOGI JEWAWUT (Setaria italica L.) INDONESIA Ramlah, Ramlah; Indrastuti, Indrastuti; A. Karim, Harli; Pabendon, Marcia Bunga
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4868

Abstract

Jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman serealia fungsional yang dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Morfologi tumbuhan relevan dengan hampir semua disiplin ilmu biologi, seperti genetika, fisiologi, ekologi, biologi evolusi, dan sistematika tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur morfologi tamanan jewawut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif morfologi berdasarkan International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR) untuk Setaria italica. Struktur morfologi tanaman jewawut dimulai dari organ akar, batang, pelepah daun, daun, bunga, dan biji. Morfologi tanaman yang diamati terdiri dari karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Morfologi tanaman jewawut berperan penting dalam identifikasi dan klasifikasikan tanaman, membantu memahami berbagai aspek ekologi tanaman dalam program pemuliaan tanaman serta adaptasi struktural tanaman jewawut terhadap lingkungannya.
Uji kualitas dan kuantitas tanaman jewawut (setaria italic) di Balai Penelitian Tanaman Serealia Kabupaten Maros Turrahmi, Mawadda; Nurhidayani, Nurhidayani; Hasyimuddin, Hasyimuddin; Pabendon, Marcia Bunga
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.885 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i2.23803

Abstract

Jewawut adalah tanaman ekonomi minor namun memiliki nilai kandungan gizi yang mirip dengan tanaman pangan lainnya seperti padi, jagung, dan tanaman biji-bijian yang lain karena tanaman jewawut sendiri tergolong ke dalam jenis tanaman serealia. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Molekular Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros yang dimulai pada bulan Februari sampai Maret 2019. Bahan tanaman yang digunakan adalah daun jewawut usia 15 hari. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dan isolasi DNA, uji kualitas dan kuantitas DNA. Hasil Penelitian menunjukkan Fragmen DNA pada sampel 22a, 24a, 24b, 26a, 26b dan 28a memiliki warna yang paling terang sesuai dengan λ 300. Sedangkan pada sampel 22b, 23a, 25a dan 29b memiliki tingkat keceraha yang sama dengan λ 200. Pada sampel 23b, 25b, 28b dan 29a memiliki tingkat kecerahan sama dengan λ100, selebihnya adalah sempel dengan nomor 21a dan 21 b memiliki tingkat kecerahan yang sama dengan λ 50. Nilai kemurnian yang paling tinggi terdapat pada sampel 25b dengan konsentrasi 214 dan nilai kemurniannya sebesar 1.562. Sedangkan nilai kemurnian yang paling rendah terdapat pada sampel 21a dengan konsentrasi 209 dan titik kemurniannya 1.096.
Genetic Variation of Foxtail Millet (Setaria italica (L.) P. Beauv.) Germplasm From Polewali Mandar West Sulawesi Based On Morphological Characters Ramlah, Ramlah; Indrastuti, Indrastuti; Rahmah, Mufti Hatur; Pabendon, Marcia Bunga
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i1.54702

Abstract

Foxtail millet (Setaria italica (L.) P. Beauv.) is a cereal crop that has long been domesticated worldwide and has been adopted as a model crop to provide a deeper understanding of plant biology. This plant has long been a mainstay of indigenous Indonesian people, especially in Polewali Mandar, West Sulawesi Province. This study aims to evaluate the genetic variation of foxtail millet germplasm from Polewali Mandar, West Sulawesi based on morphological characters. Three germplasm populations were collected from Polewali Mandar to assess genetic variation in millet germplasm. The observations of morphological traits were carried out based on the IBPGR of Setaria italica. Genetic variation in foxtail millet populations was measured using 28 morphological traits with nine qualitative and 19 quantitative characters. The research showed that seed color, stem diameter, plant height, panicle stalk length, and panicle stalk diameter had diverse variations. Cluster analysis of morphological characters using the UPGMA method shows a similarity coefficient ranging from 0.15-0.2. At a genetic similarity coefficient of 0.2, the three populations were divided into Cluster A and Cluster B. Cluster A consists of two populations (Minna' and Lasse'). In contrast, Cluster B consists of one population (Bulawang). The millet population SLB.C.3-SLB.A.1 has the highest genetic distance and is a potential candidate to be selected as a parent cross to produce higher het-erosis. Intensification of millet plant breeding programs is expected to increase the genetic basis for determining specific characteristics.