Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA KUSTA YANG MENJALANI MULTI DRUG THERAPY (MDT) DI RS KUSTA DR. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG yusneli - yusneli; Ifryani Ifryani; Nurhayati Nurhayati; Itail Husna Basa; Sri Sulpha Siregar
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 2 No 2 (2022): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.362 KB) | DOI: 10.36086/medlabscience.v2i2.1406

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Dalam upaya pemutusan mata rantai penularan kusta dilakukan pengobatan Multi Drug Therapy (MDT), salah satu efek samping dari obat MDT adalah anemia. Indikasi adanya anemia salah satunya dapat diukur dengan estimasi kadar hemoglobin darah. Hemoglobin adalah suatu protein sel darah merah yang memiliki peranan penting dalam proses transport oksigen, karbondioksida serta proton dalam tubuh. Oleh karena itu, perlu diketahui kadar hemoglobin pada penderita kusta yang menjalani MDT. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada penderita kusta yang menjalani MDT di RS Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang tahun 2018. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel yang digunakan adalah semua penderita kusta yang sedang menjalani pengobatan MDT di RS Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang. Sampel yang diambil berjumlah delapan belas responden yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan 55,6% mengalami anemia, berdasarkan umur remaja 0%, dewasa 60%, lansia 80%. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 57,1%, perempuan 50%. Berdasarkan jenis pengobatan MDT PB 40%, MDT MB 61,5%. Berdasarkan lama pengobatan 1-3 bulan 20%, 4-6 bulan 40%, 7-9 bulan 87,5%. Sedangkan 44,4% tidak anemia. Bedasarkan umur remaja 100%, dewasa 40% , lansia 20%. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 42,9%, perempuan 50%. Berdasarkan jenis pengobatan MDT PB 60%, MDT MB 38,5%. Berdasarkan lama pengobatan 1-3 bulan 80%,4-6 bulan 60% dan untuk 7-9 bulan 12,5%. Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan yang mengalami anemia lebih banyak pada umur lansia, jenis kelamin laki-laki, jenis pengobatan MDT MB, dan lama pengobatan 7-9 bulan. Kata kunci: Kusta, kadar hemoglobin, MDT
PENGARUH EKSTRAK KEMANGI (Ocimum sanctum Linn) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans Herry Hermansyah; Sri Sulpha Siregar; Itail Husna Basa; Muhammad Ihsan Tarmizi; Anton Syailendra
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 1 (2023): Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i1.1602

Abstract

Latar Belakang : Kemangi (Ocimum sanctum Linn) dapat dijadikan sebagai obat tradisional penyakit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penggunaanya dapat dilakukan dengan memakan langsung kemangi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun dan batang kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode : Jenis penelitian Eksperimen. Sampel yang digunakan sebanyak 500 gram. Metode pemeriksaan yang digunakan yaitu metode Kirby Bauer. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,000 sehingga Ha diterima yang berarti ada pengaruh ekstrak daun dan batang kemangi terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Dengan kekuatan efektifitas ekstrak daun dan batang kemangi terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans sangat baik (R=0,951). Distribusi statistik rata-rata konsentrasi ekstrak daun dan batang kemangi yaitu 37,50% dengan median 37,50% serta standar deviasi 15,13%. Untuk konsentrasi minimumnya 15% dan konsentrasi maksimumnya 60%. Dengan estimasi interval 95% diyakini rata-rata konsentrasi ekstrak daun dan batang kemangi adalah 26,67% sampai dengan 48,32%. Distribusi statistik rata-rata diameter zona hambat yaitu sebesar 7,6 mm dengan median 7,5 mm serta standar deviasi 1,42 mm. Untuk diameter zona hambat minimumnya 6 mm dan maksimumnya 10 mm. Dengan estimasi interval 95% diyakini rata-rata diameter zona hambat adalah 6,57 mm sampai 8,6 mm. Kesimpulan : Ada pengaruh ekstrak daun dan batang kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, maka kemangi dapat dijadikan sebagai obat tradisional penyakit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kata Kunci: kemangi, Candida albicans, zona hambat
Uji Kontaminasi Bakteri Spons Pencuci Piring Rumah Makan Berdasarkan Lama Penggunaan Sri Sulpha Siregar; Herry Hermansyah; Handayani Handayani
Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spons pencuci peralatan makan yang terbuat dari busa tidak mudah teruraikan dan dapat menjadi media perkembangbiakan bakteri. Kebiasaan yang dapat menyebabkan perkembangbiakan bakteri pada spons antara lain menggunakan satu spons mencuci banyak peralatan dapur. meninggalkan spons cuci piring dalam air sabun waktu lama menyebabkan bakteri berkembang biak dan terjadi kontaminasi silang. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis bakteri dan berapa lama waktu yang aman menggunakan spons pencuci piring rumah makan kota Palembang. Metode digunakan deskriptif analitik untuk mengetahui gambaran kontaminasi bakteri dan berapa lama waktu aman menggunakan spons pencuci piring. Waktu penelitian tanggal 10 juli 2023 - 20 Agustus 2023. Jumlah dan cara pengambilan, sampel spons diletakkan di 3 titik rumah makan ditentukan masing-masing rentang waktu pemakaiannya, masing-masing sampel spons dilanjutkan proses penanaman media selektif media EMB (eosin methylene blue agar dan media BAP (blood agar plate). Hasil penanaman media padat dibandingkan dengan kontrol bakteri yang digunakan sebagain acuannya seperti bakteri escherichia coli, salmonella dan staphylococcus. Koloni yang ditemukan menyerupai kontrol dilakukan uji penegasan biokimia, dilakukan pemeriksaan mikroskop dan pemeriksaan pewarnaan gram. Sampel ditanam media selektif diinkubasi 24 jam suhu 35°C memastikan adanya kontaminasi bakteri dan koloni jenis bakteri yang tumbuh. Pengumpulan data primer, yaitu data diambil langsung dari hasil uji kontaminasi bakteri, di identifikasi jenis bakteri, dibuat bentuk tabel dan gambar lalu data di analisis deskriptif berdasarkan hasil pengamatan koloni bakteri pada media diferensial EMB didapatkan koloni menyerupai ciri E.coli. Hasil identifikasi jenis bakteri  spons pencuci piring pada sampel 2 dan 4 minggu identifikasi dari 3 jenis bakteri menunjukkan hasil negatif pada sampel 6 minggu hasil identifikasi bakteri E.coli menunjukkan hasil positif. Kesimpulan penelitian adalah spons pencuci piring pemakaian lebih dari 4 minggu menujukkan hasil positif kontaminasi bakteri Escherichia coli dan penggunaan 4 minggu spons pencuci piring waktu yang aman untuk diganti setelah pemakaian.