Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPRESI VEGF DAN ENDOGLIN SEBAGAI FAKTOR PROGNOSTIK PADA BERBAGAI DERAJAT HISTOPATOLOGIK DAN KLASIFIKASI MOLEKULER PADA INVASIVE BREAST CARCINOMA OF NO SPECIAL TYPE Adi Arianto; Siti Amarwati; Indra Wijaya; Meira Dewi Kusuma Astuti; Ika Pawitra Miranti; Hermawan Istiadi
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 3 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.007 KB) | DOI: 10.30743/stm.v3i2.42

Abstract

Invasive carcinoma of no special type adalah tipe karsinoma invasif payudara yang paling umum (40% - 75%). Angiogenesis pada tumor merupakan faktor prognostik pada kanker payudara karena berpengaruh pada faktor pertumbuhan, invasi dan metastasis tumor. Neovaskularisasi dideteksi dengan ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Endoglin. Desain analitik observasional dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel adalah blok parafin yang secara histopatologis telah didiagnosis sebagai Invasive carcinoma of no special type derajat 1, 2 dan 3 serta klasifikasi molekuler Luminal A, Luminal B, Her-2 (+) dan triple-negative di laboratorium Patologi Anatomi RSUP dr. Kariadi Semarang. Sampel diproses dengan metode pewarnaan VEGF dan Endoglin. Ekspresi VEGF diberi skor semi-kuantitatif menjadi 0-2 (negatif), 3-4 (positif), 5-6 (positif kuat). Ekspresi endoglin dinilai positif jika diamati sebagai endapan linear tipis di membran dan sitoplasma sel endotel di pembuluh mikro. Kerapatan microvessel adalah median microvessel yang diwarnai secara positif oleh Endoglin di 5 lapangan pandang besar. Korelasi antar variabel dianalisis dengan uji korelasi Spearman.Terdapat korelasi sedang antara ekspresi VEGF dengan klasifikasi molekuler (p = 0,042 (p < 0,05), r = 0,373. Terdapat korelasi, tapi tidak bermakna antara ekspresi VEGF dengan derajat histopatologik (p = 0,749 ( p > 0,05), r = - 0,061), ekspresi Endoglin dengan klasifikasi molekuler (p = 0,543 (p > 0,05), r = 0,116), ekspresi Endoglin dengan derajat histopatogik (p = 0,965 (p > 0,05), r = - 0,008). VEGF dan Endoglin memiliki peran sebagai faktor prognostik pada Invasive breast carcinoma of no special type.
Hubungan Ekspresi CD13 dan CD33 dengan Profil Klinikopatologik Pasien Plasma Cell Myeloma di RSUP Dr. Kariadi Semarang Rayno Praditya Erickson; Hermawan Istiadi; Devia Eka Listiana; Dik Puspasari; Vega Karlowee
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 7, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.7.2.2025.57-65

Abstract

Pendahuluan: Plasma Cell Myeloma (PCM) merupakan keganasan sel plasma dengan variasi klinikopatologik dan outcome yang beragam. Molekul CD13 dan CD33 yang umumnya diekspresikan pada sel mieloid juga dapat muncul pada PCM, diduga berperan dalam proses diferensiasi sel, adhesi, serta invasi tumor, sehingga berpotensi memengaruhi perjalanan penyakit dan prognosis pasien.Metode: Penelitian observasional analitik belah lintang ini dilakukan terhadap 40 sampel blok parafin PCM di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama periode 2023–2024. Pemeriksaan ekspresi CD13 dan CD33 dilakukan menggunakan metode imunohistokimia oleh dua observer, dengan uji Kappa menunjukkan tingkat kesesuaian sempurna (κ=1,000; p<0,001). Analisis hubungan ekspresi dengan parameter klinikopatologik dilakukan menggunakan uji Chi-square/Fisher’s Exact, sedangkan analisis ketahanan hidup dilakukan dengan metode Kaplan-Meier dan uji Log-rank.Hasil: Ekspresi CD13 positif ditemukan pada 14 sampel (35,0%) dan CD33 positif pada 11 sampel (27,5%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara ekspresi CD13 maupun CD33 dengan usia (p=0,350 dan p=1,000). Ekspresi CD13 juga tidak berhubungan signifikan dengan varian klinik (p=0,331) maupun histologik (p=1,000), sedangkan ekspresi CD33 menunjukkan hubungan bermakna dengan varian klinik (p=0,003) dan histologik (p=0,025). Analisis Kaplan-Meier memperlihatkan kecenderungan survival lebih pendek pada ekspresi positif CD13 dan CD33, meskipun tidak bermakna secara statistik.Kesimpulan: Ekspresi CD13 dan CD33 ditemukan pada sebagian kasus PCM. CD13 tidak berhubungan signifikan dengan parameter klinikopatologik, sedang-kan CD33 berhubungan bermakna dengan varian klinik dan histologik. Tren survival lebih pendek pada ekspresi positif menegaskan potensi CD13 dan CD33 sebagai biomarker prognostik yang perlu divalidasi melalui penelitian berskala lebih besar.