Muhammad Hasyim
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transforming Islamic Boarding School Education: Institutional Modernization and Quality Improvement in Tebuireng Jombang Lukman Hakim; Suwandi Suwandi; Muhammad Hasyim; Erika Mei Budiarti; Aji Wahyudin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7685

Abstract

This study examines the educational transformation and institutional modernization of Tebuireng Islamic Boarding School in Jombang, Indonesia. The focus is on enhancing educational quality and reforming governance to meet the evolving demands of society and educational standards. A qualitative case study approach was employed, utilizing in-depth interviews, participatory observation, and analysis of institutional documents to gather comprehensive data on internal processes and structural changes. Findings reveal that transformation at Tebuireng is largely driven by the leadership’s growing awareness of the importance of educational quality and community expectations for graduates who are both religiously grounded and academically proficient. A key factor in this shift is the transition from a charismatic leadership style to a collective-delegative model. This change has fostered a more professional and innovative governance system and enhanced the recruitment and training of competent human resources. As a result, the school has witnessed improved graduate quality, rising public interest, and a stronger reputation as an adaptive, quality-focused pesantren. The study underscores the significance of participatory leadership and institutional responsiveness in pesantren modernization. The governance shift has enabled Tebuireng to maintain traditional Islamic values while adopting professional educational practices. This research contributes to the theoretical understanding of institutional transformation and participatory leadership in Islamic education. Practically, it offers a replicable model for other pesantren seeking modernization without compromising core religious principles.
Uncovernig the meaning of the Poem “ياربّ ياعالم الحال” by Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad: A Roland Barthes Semiotic Study Eka Firdausi Nuzula Ghozali; Muhammad Hasyim
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v11i2.27055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif yang terkandung dalam puisi religi " ياربّ ياعالم الحال " karya Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad melalui kajian semiotika Roland Barthes. Karya sastra, khususnya puisi atau syair, memiliki kepadatan makna yang efisien dalam penggunaan bahasanya, sehingga membutuhkan analisis mendalam seperti semiotika. Semiotika adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antartanda dengan tujuan menafsirkan dan memberi makna pada sebuah teks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memfokuskan analisis pada makna denotatif (makna literal atau aktual) dan makna konotatif (makna sekunder, yang lebih kompleks dan subjektif, dipengaruhi oleh konteks budaya dan nilai-nilai sosial) yang terdapat dalam bait-bait puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif memberikan makna literal yang dapat ditemukan dalam kamus, sedangkan makna konotatif dalam puisi ini mengungkap dimensi filosofis atau sufistik. Makna konotatif yang ditemukan merupakan gambaran mendalam tentang sikap rendah hati (kemiskinan/kemelaratan) seorang hamba di hadapan Allah, pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya sumber pertolongan, penegasan Keesaan dan kesempurnaan mutlak Allah, dan bahwa tujuan hidup tertinggi (maqam) adalah meraih ridha Allah yang abadi. Puisi ini pada hakikatnya merupakan permohonan (munajat) dan pengakuan atas kelemahan seorang hamba. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman makna spiritual di balik puisi-puisi religius berbahasa Arab bagi pembaca non-Arab, khususnya di Indonesia.