Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Industri Perumahan Lumpia Sebagai Oleh-Oleh Khas Semarang Imron Widjaja; Tan Winda; Iswahyudi Iswahyudi
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.993 KB) | DOI: 10.46362/servire.v3i1.129

Abstract

The food souvenir industry in Semarang is currently dominated by several well-known celebrity brands. This large capital business hampers the competitiveness of the local souvenir home food industry. This community partnership program works with home industry partners "Yudi Lumpia" to gain their competitiveness. The problems experienced by partners are: (1) production is not efficient, (2) packaging is not up to standard, (3) business management, finance and marketing are not good, and (4) do not have PIRT and Halal permits. To overcome these problems assistance has been carried out, including: (1) procurement of production equipment that has been upgraded to overcome production inefficiencies; (2) repackaging the product using a sealer and redesigning the packaging box; (3) mentoring and workshops on market research topics, product diversification, financial management, stock management, and e-commerce; and (4) assistance in obtaining PIRT and Halal permits. After the mentoring efforts, the following results were obtained: (1) increased production efficiency and safety; (2) better product shelf life; (3) increasing understanding and changing behavior related to business management, finance, and marketing; (4) expansion of marketing and (5) issuance of PIRT licenses. Industri oleh-oleh makanan di Semarang saat ini didominasi oleh beberapa merek selebriti ternama. Bisnis modal besar ini menghambat daya saing industri makanan rumahan oleh-oleh lokal. Program kemitraan masyarakat ini bekerja sama dengan mitra industri rumah tangga “Yudi Lumpia” untuk mendapatkan daya saing mereka. Permasalahan yang dialami mitra adalah: (1) produksi tidak efisien, (2) pengemasan tidak sesuai standar, (3) pengelolaan usaha, keuangan, dan pemasaran kurang baik, dan (4) tidak memiliki PIRT dan izin Halal . Untuk mengatasi permasalahan tersebut telah dilakukan pendampingan antara lain: (1) pengadaan alat produksi yang telah diupgrade untuk mengatasi inefisiensi produksi; (2) pengemasan ulang produk menggunakan sealer dan desain ulang kotak kemasan; (3) pendampingan dan workshop dengan topik riset pasar, diversifikasi produk, manajemen keuangan, manajemen stok, dan e-commerce; dan (4) pendampingan untuk memperoleh PIRT dan izin Halal. Setelah upaya pendampingan diperoleh hasil: (1) peningkatan efisiensi dan keamanan produksi; (2) umur simpan produk yang lebih baik; (3) peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku terkait manajemen usaha, keuangan, dan pemasaran; (4) perluasan pemasaran dan (5) penerbitan izin PIRT.
Analisis Konsep Tritunggal Allah dan Implikasinya berdasarkan Injil Yohanes: An Analysis of the Concept of the Trinity and Its Implications based on the Gospel of John Djonny Pabisa; Pratiwi Eunike; Tan Winda
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 5 No 1 (2024): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.5 No.1 (April 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v5i1.218

Abstract

The concept of the Trinity, referring to God as one essence in three Persons: the Father, the Son, and the Holy Spirit, has been a subject of debate throughout Christian history. Although this doctrine is widely accepted in Christianity, its interpretation and understanding often vary among different Christian denominations and traditions. The type of research used is qualitative with a text analysis approach including text selection, text analysis, interpretation and theological context, and a study of relevant literature. The result is the concept of the Trinity in the Gospel of John, affirming the existence of one God who exists in three Persons: the Father, the Son, and the Holy Spirit. The three persons are distinct but equal and the same in essence and divinity. They interact and relate to each other in ways that cannot be understood by humans because they are carried out according to God's incomprehensible ways. The implication of understanding the principle of the Trinity opens a new perspective on how we can interact and work together in various aspects of our lives. Although we are different, we are interconnected and need each other. Like the Trinity, we can work together in harmony, supporting each other, and achieving greater goals together. Konsep Tritunggal Allah, merujuk kepada Allah sebagai satu esensi dalam tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus, telah menjadi subjek perdebatan sepanjang sejarah Kristen. Meskipun doktrin ini secara umum diterima secara luas dalam kekristenan, namun interpretasi dan pemahamannya seringkali bervariasi di antara berbagai denominasi dan tradisi Kristen. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis teks meliputi seleksi teks, analisis teks, penafsiran dan konteks tologis, dan kajian literatur yang relevan. Hasilnya, konsep Tritunggal Allah dalam Injil Yohanes, menegaskan adanya satu Allah yang eksis dalam tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ketiga pribadi berbeda namun setara dan sama dalam esensi dan keilahian. Ketiga pribadi saling berinteraksi dan saling berelasi satu sama lain dalam cara yang tidak dapat dipahami oleh manusia karena dilakukaan menurut cara-Nya Allah yang tidak dapat dijelaskan dengan akal manusia. Implikasi pemahaman tentang prinsip Tritunggal Allah membuka perspektif baru tentang bagaimana kita dapat berinteraksi dan bekerja bersama dalam berbagai aspek kehidupan kita. Meski kita berbeda, kita saling terkait dan membutuhkan satu sama lain. Seperti Tritunggal Allah, kita bisa bekerja bersama dalam harmoni, saling mendukung, dan mencapai tujuan yang lebih besar bersama-sama.