Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MOTIVASI PEGAWAI DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI SULAWESI TENGAH Imam Sofyan; Meldi Amijaya; Erdiyansyah
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 7 No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.746 KB) | DOI: 10.25157/moderat.v7i3.2480

Abstract

Rendahnya motivasi kerja pegawai ditunjukkan oleh adanya sebagian pegawai yang hanya datang duduk dan menunggu waktu untuk istrahat, serta kurangnya desakan pimpinan membuat pegawai kurang termotivasi dan merasa aman dengan keadaan saat ini. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi motivasi pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini didesain menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini bertujuan untuk menemukan makna dan permasalahan utama terkait dengan motivasi pegawai. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling kepada seluruh informan dengan pertimbangan bahwa informan penelitian ini adalah pegawai yang memahami masalah penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek gaji dan kepastian penghasilan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis telah terpenuhi, sehingga hal ini tidak lagi dianggap sebagai aspek yang mempengaruhi motivasi pegawai, sedangkan kebutuhan rasa aman dan kebutuhan sosial yang dikaji dengan tinjauan aspek kenyamanan dalam bekerja dan keharmonisan dalam hubungan kerja di lingkungan kantor belum terpenuhi dengan baik. Begitupun dengan kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri belum terpenuhi. Motivasi yang yang rendah dari penelitian ini karena kurangnya semangat kerja, etos kerja dan inovasi dari pegawai yang disebabkan karena tidak terpenuhinya kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri.
A MODALITAS KANDIDAT PETAHANA DPRD KOTA PALU PADA PEMILU 2024 Irwansyah Kamindang; Meldi Amijaya; Nurhayati Hamid
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 8 No 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v8i02.6555

Abstract

Incumbent candidates often possess advantages over newcomers in elections, particularly in name recognition, campaign resources, and experience. However, these advantages do not always guarantee victory, especially when voters are dissatisfied with the incumbent’s performance. This study aims to analyze the modalities of incumbent candidates and elected members of the Palu City Regional House of Representatives (DPRD) in the 2024 election using a qualitative method with a case study approach, based on four dimensions of capital, economic, social, cultural, and symbolic. Data were collected through in depth interviews, observations, and documentation. The findings reveal that political success is not solely supported by economic, cultural, symbolic capital, or structural positions. Success is more strongly determined by the effective management of social capital, as well as the ability to build trust and closeness with the community. The failure of incumbents in this study reflects a lack of adaptation to social dynamics and suboptimal management of social relations in response to changing conditions, while the success of new candidates highlights the importance of a strong social base and responsive communication strategies. These findings underscore the need for political actors to focus on communication strategies and strengthening constituent relationships rather than merely relying on material resources or structural positions.
Coordinate Authority Model dalam Penetapan Status Darurat Bencana Nasional di Kota Palu Syamsul Bahri; Meldi Amijaya; Irwansyah Kamindang
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i7.2779

Abstract

This study aims to examine the procedures and criteria applied in determining the level of disaster emergency status and its potential escalation to national disaster status in Indonesia. The study draws on the context of the earthquake, tsunami, and liquefaction disasters that struck Palu City seven years ago. It employs three principal models that illustrate authority relationships among national, provincial, regency, and municipal jurisdictions within the framework of intergovernmental relations in Indonesia. The study also seeks to understand the dynamics of intergovernmental relations operating at both structural and behavioral levels by adopting Deil S. Wright’s conceptualization of intergovernmental relations, with particular emphasis on an in-depth examination of the Coordinate Authority Model. The findings reveal distinct boundaries among levels of government in the procedures and criteria used to determine disaster status. Central and local governments are connected not only through formal coordination mechanisms during periods of disaster escalation but also through a profound degree of interdependence in determining emergency status. Under certain circumstances, this interdependence generates bureaucratic tensions among governmental actors and levels of authority.