Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tumbuhnya Toleransi Beragama di Desa Balun, Turi, Lamongan Jawa Timur: Kajian Historis Bernadetta Budi Lestari; Suhartono
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.23 KB) | DOI: 10.57251/ped.v2i1.552

Abstract

Toleransi beragama perlu ditanamkan dalam sanubari Bangsa Indoneisa pada umumnya dan pada masyarakat didesa Balun, Turi, Lamongan. Jawa Timur. Peneliti sangat tertarik dengan istilah desa Pancasila disini karena memang masyarakatnya sangat damai dalam bertoleransii dalam pergaulan antar umat beragama bermula dari penghayatan ajaran agama masing-masing. Demi memelihara kerukunan beragama sikap toleransi harus dikembangkan untuk menghindari pertengkaran. Biasanya pertengkaran masyarakat beragama disebabkan oleh perasaan dirinya atau agamanya paling benar , sedangkan orang lain dianggap tidak benar. Negara Indonesia masyarakatnya mayoritas memang beragama Islam, tetapi fakta sejarah mengakui bahwa negeri ini berdiri berdasarkan keaneka ragaman suku Bangsa, Bahasa, Agama dan Budaya sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Keistimewaan Toleransi disini diantaranya tempat peribadatn antara Agama Hindu Islam dan Kristen Jawa berada disatu lokasi yang sangat berdekatan.Selanjutnya keistimewaan yang lain apabila terjadi pernikahan antar pemeluk Agama maka calon mempelai diberi kesempatan untuk memilih salah satu dari Agama mereka sebnetara masyarakat bisa menerima sepenuhnya tanpa perasaan kebencian.
Upaya Deradikalisasi di Lingkungan Masyarakat Melalui Implementasi Sosial Dalam Nilai-Nilai Pancasila Suyono; Suhartono; I Wayan Arsana; Dwi Retnani Srinarwati
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.5056

Abstract

Pengabdian pada masyarakat kerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan di desa Desa Kebaron Kecamatan Tulangan kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur dengan tujuan untuk sosialisasi dan penyuluhan dan bimbingan deradikalisasi di lingkungan masyarakat melalui implementasi sosial dalam nilai-nilai pancasila dengan baik, bersamaan dengan mempublikasikan karya tulisannya. Adapun kegiatan yang telah dilakukan dalam bentuk kegiatan Sosialisasi, bimbingan dan penyuluhan dan tanya jawab, dan cara mengatasi apabila di desa Kebaron Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo berkembang paham radikal. Adapun kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2021 sampai 10 Januari 2022 yang menempati Kantor desa Kebaron, Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan Sosialisasi dan penyuluhan dan bimbingan pada masyarakat Desa Kebaron Kecamatan Tulangan Sidoarjo dengan tujuan guna memberikan penjelasan pada warga masyarakat Kebaron tentang paham radikalisme dan bahaya-bahaya, yang ditimbulkan dan ada iktiar dari warga masyarakat sejak awal dalam menanggulangi masuknya paham radikalisme di Desa Kebaron. Metode yang dipakai dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat tersebut memberikan edukasi melalui penjelasan interaktif, berikutnya tanya jawab. Dalam pelaksanaan PPM dari 36 peserta yang telah hadir pada kegiatan PPM sebanyak 18 peserta telah paham hakikat radikal, dan dampak yang timbul apabila paham ini dibiarkan menyebar di masyarakat, dan cara menanggulangi paham radikal. Dapat diketahui dari pertanyaan pendahuluan yang ditanyakan oleh pemateri kepada peserta yang hadir, para peserta dapat menjawab pertanyaan secara urut. Peserta yang telah memahami paham radikal dari perwakilan kelompok Karang taruna, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat dan perwakilan dari Ibu-ibu PKK. Mereka menyampaikan bahwa pengetahuan paham radikal diperoleh dari Melihat tayangan TV, siaran radio dan media sosial. Sedang peserta lainnya belum paham pengertian paham radikal, dan hanya sebatas pelaku radikal merakit dan memiliki BOM dan dapat mengancam dan membahayakan keselamatan warga Masyarakat.
Etika dan Keamanan Digital dalam Penggunaan AI di Kelas SMA Wachid Hasim 5 Surabaya Suyono; Suhartono; Icha Dwi Listari; Meia Melati Putri; Valentina Suryani Ades; Efrandi Arnoldus Sandur
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jm9f2426

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan yang menuntut guru untuk memahami etika dan keamanan digital, terutama dalam penerapannya di kelas. Namun, banyak guru di SMA Wachid Hasyim 5 Surabaya masih kurang terlatih, sehingga diperlukan pendampingan untuk mampu meningkatkan kompetensi mereka. Kegiatan ini yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan guru dalam menerapkan etika dan keamanan digital saat menggunakan AI di dalam kelas, serta memetakan potensi yang dimiliki sekolah untuk upaya pengembangan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Pendekatan yang digunakan Asset Based Community Development (ABCD) dengan 5 (lima) tahapan: 1) Wawancara Apresiatif untuk memahami kebutuhan guru; 2) Pemetaan Potensi (Assets Mapping) untuk mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki sekolah; 3) Tautan dan Mobilisasi Aset (Linking and Mobilizing Assets) dengan memanfaatkan kompetensi guru, fasilitas, dukungan dari komunitas; 4) Penyusunan Rencana Aksi; dan 5) Monitoring dan Evaluasi. Peserta yang terdiri dari 25 guru, termasuk kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Kegiatan ini yang berhasil meningkatkan antusiasme dan respons positif para peserta, dengan 68% guru menyatakan materi yang disampaikan baik dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, 56% peserta merasa praktik relevan dalam menerapkan AI secara etis di dalam kelas.
The Influence of Campus Ecological Environment on Student Ecological Citizenship: ANCOVA's Nonparametric Quade Analysis in Three Cities in Indonesia Minto Santoso; Isyanto; Suhartono; Siti Aisyah
International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education Vol. 4 No. 1 (2026): 1 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijgsme.v4n1.p23-37

Abstract

This study aims to analyze the influence of campus ecological environmental conditions on students' ecological citizenship and test the differences between regions in three cities, namely Blitar, Sumenep, and Surabaya. The method used is a comparative quantitative approach with an ex post facto design. Data were collected through questionnaires of 190 college students and analyzed using ANCOVA's Nonparametric Quade to control for covariate variables under unnormally distributed data conditions. The results of the study show that the ecological environment condition of the campus has a significant effect on the ecological citizenship of students contribution of 47.9%. However, after covariate control, there was no significant difference in the level of ecological citizenship between cities. In addition, the influence of the campus ecological environment has proven to be consistent across various regional contexts. ANCOVA's Quade Nonparametric approach also shows that ranking adjustments result in more stable estimates in the analysis of nonparametric data. The conclusion of this study confirms that the ecological environment of the campus is the main factor in forming student ecological citizenship, while geographical factors do not show a significant role after being controlled. This research makes an empirical and methodological contribution to the study of sustainability education in higher education.