Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Kajian Kategori Education pada Pelaksanaan Green Campus di Itenas (Hal. 105-114) Shima, Ratih Dewi; Wimala, Mia; Akmalah, Emma
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.686 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.105

Abstract

ABSTRAKGreen campus merupakan salah satu terobosan green building dalam mengubah cara pandang dan gaya hidup warga kampus agar sadar akan pentingnya konsep ramah lingkungan. Di antara indikator-indikator pembentuk green campus, kategori education merupakan kategori yang membedakan green campus dengan green building. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan green campus di Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) berdasarkan kategori Education—Greenmetric UI. Data diperoleh dari hasil studi literatur dan wawancara dengan pihak Itenas dan Greenmetric UI, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis kesenjangan. Hal ini dimaksudkan untuk membandingkan pelaksanaan pendidikan green campus Itenas (eksisting) dengan nilai rata-rata standar Greenmetric UI Global Ranking System (ideal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Itenas memiliki nilai di bawah rata-rata standar Greenmetric UI Global Ranking System, terutama pada nilai kategori Sustainability Publication.Kata Kunci: green campus, Greenmetric UI, kategori education ABSTRACTGreen campus is a part of green building to change people’s perspective towards efficient lifestyle and eco-living concept. One category which emphasize green campus on green building is education category. This paper aims to provide the implementation of green campus in of the National Institute of Technology Bandung (Itenas), based on education category (Greenmetric UI). The data were obtained from literature study and interview with Itenas and Greenmetric UI staff. Gap analysis method is used to measure the implementation green campus in Itenas based on education category Greenmetric UI Global Ranking System 2015 average grades and to identify the gap between existing condition and Greemetric UI Standard. The results showed that Itenas has not fulfill the average value based on Greenmetric UI Global Ranking System, especially on Sustainability Publication indicator.Keywords: green campus, Greenmetric UI, education category
Kajian Variabel Risiko Kecelakaan Kerja dan Upaya Mitigasi Risiko Berdasarkan pada Proyek Pembangunan SUTT 150 kV di Kota X Berdasarkan Standar AS/NZS 4360:2004 Shima, Ratih Dewi; Puspadewi, Selly; Hazairin, Hazairin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.186

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan pembangunan SUTT 150 kV terdapat kemungkinan potensi risiko kecelakaan kerja, sehingga diperlukan tindakan lebih lanjut untuk menganalisis faktor penyebab posibilitas kecelakaan kerja selama proses pembangunan SUTT. Hal ini disebabkan oleh minimnya penerapan SMK3. Penelitian ini menggunakan metode tingkat kemungkinan (likelihood) dan matriks level, sedangkan untuk standar yang digunakan pada penilaian tingkat risiko adalah AS/NZS 4360:2004. Berdasarkan hasil penelitian pada pembangunan SUTT 150 kV di Kota X diperoleh hasil indeks risiko dan matriks risiko (level) potensi risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan erection dan pekerjaan stringing memiliki variabel risiko non-teknis, seperti dehidrasi dan tersambar petir.Kata kunci: AS/NZS 4360:2004, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) ABSTRACTHigh Voltage Transmission Lines (HVTL or SUTT in Indonesia terms) 150 kV construction has the potential risk of work accidents, therefore action is needed in the implementation of the construction 150 kV SUTT has the potential risk of work accidents, so that action is needed to analyze various factors that cause work accidents that may occur during the SUTT construction process. This can be caused by the lack of implementation of the Occupational Health and Safety Management System. The methods used are likelihood and matrix level, while the standard used in the risk level assessment in this study is AS/NZS 4360:2004. Data were obtained from the results of discussions, interviews and questionnaires distributed to several respondents. Based from research on the X City 150 kV SUTT Development Project, the results that obtained from the analysis are value of the risk index and risk analysis matrix (level) of the potential risk of work accidents in erection tower work and in stringing tower work has a non-technical risk variable.Keywords: AS/NZS 4360:2004, Occupational Health and Safety Management System (SMK3), High Voltage Transmission Lines (SUTT)
Kajian Komparatif Ekonomi Perkerasan Lentur dan Kaku dengan Metode MDPJ 2017, Studi Kasus: Rekonstruksi Jalan Jampang Tengah-Kiara Dua Azhar, Mochammad Rafi; Shima, Ratih Dewi; Elkhasnet, Elkhasnet
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.180

Abstract

ABSTRAKRuas Jalan Jampang Tengah-Kiara Dua adalah jalan nasional antar Kota Sukabumi dan Sukabumi Selatan. Jalan ini mempunyai lebar 5 m dan panjang 10,40 km, serta tingkat kerusakan yang cukup parah, sehingga memerlukan perbaikan. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi berdasarkan jenis perkerasan jalan yang kemudian ditinjau berdasarkan anggaran ekonomis untuk jalan tersebut. Dari perencanaan perkerasan lentur dan kaku menggunakan metode MDPJ 2017, diperoleh perkerasan lentur yaitu AC-WC setebal 4 cm, AC-BC setebal 6 cm, LFA Kelas A setebal 40 cm. Untuk perkerasan kaku, tebal pelat beton ialah 28,5 cm, lapis LMC setebal 10 cm, lapis drainase setebal 15 cm, lapis stabilisasi 30 cm, dowel D 36 sepanjang 450 mm, dan jarak 300 mm,  lalu tie bars D 16 sepanjang 810 mm, dan spasi 750 mm. Dari hasil perhitungan ekonomi menggunakan metode Annual Worth didapat biaya untuk pembangunan dan pemeliharaan selama 40 tahun. Untuk Perkerasan Lentur Rp50.216.997.833 dan Perkerasan Kaku Rp48.641.598.628 dapat disimpulkan dari segi biaya konstruksi awal perkerasan lentur lebih ekonomis tetapi setelah adanya pemeliharaan pekerasan kaku lebih ekonomis dibandingkan perkerasan lentur.Kata kunci: annual worth analysis, MDPJ 2017, NPV, perkerasan kaku, perkerasan lentur ABSTRACTThe Jampang Tengah-Kiara Dua road section is a national road between Sukabumi City and South Sukabumi. This road is 5 m wide with a length of 10.40 km and has a fairly severe level of damage so that the road needs to be reconstructed. The study was aimed to check and re-evaluating based on the type of road pavement that is appropriate in terms of budget and is more economical for the road. Using the MDPJ 2017 method, the flexible pavement thickness resulted with AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, LFA Class A 40 cm. While for the rigid pavement, the concrete slab thickness is 28.5 cm, LMC layer 10 cm, drainage layer 15 cm, stabilization layer 30 cm, dowel D 36 length 450 mm, with in-between space of 300 mm, then tie bars D 16 length 810 mm, with in-between space of 750 mm. In terms of economic calculations using the Annual Worth method, the costs for construction process and maintenance for 40 years for Flexible Pavement Rp50,216,997,833 and Rigid Pavement Rp48,641,598,628. The study concluded that in terms of initial construction costs, flexible pavement is more economical, but after maintenance, rigid pavement is more economical than flexible pavement.Keywords: annual worth analysis, MDPJ 2017, NPV, rigid pavement, flexible pavement 
Pemanfaatan Limbah Kaca Sebagai Substitusi Filler Dalam Campuran Mortar Geopolimer Sandika, Faris Gilar; Desimaliana, Erma; Shima, Ratih Dewi
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.52

Abstract

ABSTRAKLimbah kaca merupakan material anorganik yang tidak dapat didaur ulang secara alami, sehingga perlu penanganan yang tepat supaya tidak mencemari lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kembali limbah kaca sebagai alternatif material konstruksi, seperti material pengisi (filler) dalam campuran beton geopolimer karena memiliki kandungan kimia silika yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah kaca sebagai filler dalam campuran mortar geopolimer. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Pengujian kuat tekan mortar geopolimer dengan variasi penambahan limbah kaca sebesar 0%, 25%, 50% dan 75% terhadap agregat halus. Limbah kaca yang digunakan yaitu lolos saringan no. 4. Rasio larutan alkali aktivator (NaoH:Na2SiO3) yaitu 1:3 dengan konsentrasi 10M. Hasil kuat tekan maksimum rata-rata didapatkan pada substitusi limbah kaca 25%; yaitu 37,39 MPa melampaui kuat tekan rencana mortar tipe M 17,16 MPa berdasarkan ASTM C 270. Walaupun nilai tersebut menurun 14,81% dari variasi 0% sebagai mortar geopolimer kontrol.Kata kunci: limbah kaca, substitusi filler, kuat tekan, mortar geopolimer ABSTRACTGlass waste is an inorganic material that cannot be recycled naturally, so it needs proper handling so as not to pollute the environment. This can be done by reusing glass waste as an alternative construction material, such as filler material in geopolymer concrete mixtures because it has a high silica chemical content. This study aims to determine the effect of utilizing glass waste as a filler in a geopolymer mortar mixture. The study was conducted experimentally in the laboratory. Testing the compressive strength of geopolymer mortar with variations in the addition of glass waste of 0%, 25%, 50% and 75% to fine aggregate. The glass waste used is that which passes sieve no. 4. The ratio of alkali activator solution (NaoH: Na2SiO3) is 1: 3 with a concentration of 10M. The average maximum compressive strength results were obtained at 25% glass waste substitution; namely 37.39 MPa exceeding the planned compressive strength of type M mortar 17.16 MPa based on ASTM C 270. Although the value decreased by 14.81% from the 0% variation as a control geopolymer mortar.Keywords: glass waste, filler substitution, compressive strength, geopolymer mortar
Analisis Perbaikan Produktivitas Pemasangan Dinding Bata Ringan dengan MPDM pada Proyek Pembangunan Apartemen X Kota Bandung Shima, Ratih Dewi; Desimaliana, Erma; Farrosi, M. Adryan Arif; Santoso, Nur Diyanti
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 3: November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i3.219

Abstract

ABSTRAKPembangunan hunian dengan jenis bangunan bertingkat tinggi membutuhkan jumlah partisi dinding yang cukup banyak, dengan pasangan batu bata yang ringan dan kokoh. Pemasangan dinding bata ringan relatif lebih mudah dikerjakan ketimbang dinding bata merah biasa, namun memerlukan presisi keahlian yang tinggi. Kajian ini membandingkan nilai produktivitas pemasangan bata ringan dengan menganalisis ruang pergerakan dan kekosongan waktu pekerja menggunakan Crew Balance Chart dan Perhitungan Nilai Labour Utilization Factor (LUF), serta memberikan solusi perbaikan terhadap alur produktivitas pemasangan bata ringan berdasarkan studi kasus proyek Apartemen PT X di Kota Bandung. Pengambilan data menggunakan metode pengamatan rekaman video dan time studies. Kesimpulan yang diperoleh, ditemukan bahwa metode pemasangan bata ringan di Apartemen PT. X memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas produksi dengan menggeser beberapa kegiatan beberapa menit lebih awal pada laden.Kata kunci: produktivitas, konstruksi, MPDM, time studies, cycle chart, crew balance chart ABSTRACTThe construction of high-rise residential buildings necessitates substantial wall partitions utilizing lightweight yet robust brick masonry. Although lightweight brick installation is more straightforward than conventional red brick masonry, it demands high precision and expertise. This study evaluates the productivity of lightweight brick installation by analyzing worker movement patterns and idle time through Crew Balance Chart analysis and Labour Utilization Factor (LUF) calculations. Based on a case study at the PT X Apartment project in Bandung City, the research proposes workflow optimization strategies for lightweight brick installation. Data acquisition was conducted through video recording observation and time studies. The findings indicate that the installation methodology requires procedural refinements to enhance production effectiveness by advancing the commencement of several activities during the laden phase. These improvements aim to minimize worker idle time and optimize crew balance, thereby increasing overall productivity in lightweight brick wall installation operations.Keywords: construction, productivity, MPDM, time studies, cycle chart, crew balance chart