Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Rational Self-Statements Untuk Mengentaskan Perilaku Self criticism pada siswa Madrasah Aliyah Siti Aisyah; Ali Daud Hasibuan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik rational self-statements dalam mengurangi perilaku self-criticism pada siswa MA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest. Populosi penelitian ini terdiri dari 38 siswa kelas XI MA Mualimin Univa Medan. Sampel penelitian ini terdiri dari 16 siswa yang mengalami tingkat self criticsm tinggi dan sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor self-criticism sebelum dan sesudah diberikan layanan, dengan nilai signifikansi (p-value) < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik rational self-statements efektif dalam mengurangi perilaku self-criticism pada siswa. Temuan ini didukung oleh pendekatan kognitif seperti REBT dan konsep self-talk positif yang menjadi dasar dari teknik tersebut.
Studi Tentang Pengalaman Siswa SMP Negeri 13 Medan dalam Menghadapi Teman Sebaya yang Memicu Kenakalan Mhd. Wildan Fadli AR Harahap; Ali Daud Hasibuan
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086560011

Abstract

Kenakalan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang kerap muncul pada masa perkembangan siswa remaja, terutama dipicu oleh pengaruh teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk kenakalan remaja di SMP Negeri 13 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui subjek yang diambil secara snowball sampling dari siswa yang pernah terlibat melakukan kenakalan, serta guru BK di SMP Negeri 13 Medan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik anaklisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan; 1) bentuk kenakalan siswa berupa, bolos, mencontek, berbicara kasar, merokok, berkelahi, dan mengganggu proses belajar; 2) Proses terjadinya kenakalan umumnya berawal dari pengaruh teman sebaya, dimana siswa terdorong mengikuti perilaku kelompok demi memperoleh penerimaan sosial; 3) strategi penolakan ajakan kenakalan dilakukan siswa dengan menghindari kelompok tertentu, bersikap asertif, maupun mencari dukungan dari teman yang lebih positif; 4) guru BK berperan penting memberikan layanan konseling, pembinaan, serta menjalin kerja sama dengan guru mata pelajaran dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing siswa. Dapat disimpulkan, pengaruh teman sebaya sangat kuat terhadap munculnya kenakalan, namun dapat diminimalisir melalui penguatan keterampilan asertivitas siswa, peningkatan dukungan sosial positif, dan optimalisasi peran guru BK.
The Influence of Education Funding Sources, Gratitude, and Organizational Participation on Students' Subjective Well-being Ali Daud Hasibuan
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.9103

Abstract

This study aims to analyze the effect of tuition fee sources, gratitude, and organizational participation on the subjective well-being of students at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University of North Sumatra. A quantitative correlational design was employed with multistage proportional random sampling, involving 374 students selected from a total population of 5,837. Data were collected using Likert-scale questionnaires developed based on theoretical indicators for each variable, and the data were analyzed using multiple linear regression. The results revealed that simultaneously, tuition fee sources, gratitude, and organizational participation had a significant effect on students' subjective well-being (R² = 0.294; F = 51.310; p < 0.001). Partially, sources of tuition fees affected subjective well-being (β = 0.187; p < 0.001). Gratitude was the strongest predictor (β = 0.500; p < 0.001), and organizational participation also showed a significant but smaller effect (β = 0.086; p = 0.020). Students demonstrated high levels of gratitude, organizational activity, and subjective well-being across all tuition fee source categories, with empirical means exceeding hypothetical means. These findings confirm that enhancing students' subjective well-being requires adequate financial support, strengthening positive psychological attitudes through gratitude, and facilitating meaningful social involvement in organizational activities. The study contributes empirical evidence for developing comprehensive guidance and counseling programs in higher education that integrate financial assistance strategies, gratitude-based psychological interventions, and structured organizational engagement to support student well-being and academic success. Keywords: subjective well-being, gratitude, tuition fee sources, organizational participation, higher education students
Group Guidance with Cooperative Games to Improve Social Skills in Junior High School Students Yola Noperiyanti; Ali Daud Hasibuan
Journal of General Education and Humanities Vol. 4 No. 3 (2025): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v4i3.620

Abstract

The issue of low social skills among junior high school students can hinder interpersonal relationships and collaboration during the learning process. This study examines the effectiveness of group guidance services that integrate cooperative game techniques in improving the social skills of seventh-grade students at SMP Negeri 3 Galang. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental design of the Pretest-Posttest Control Group type. The study population consisted of 101 students, with 16 students identified as having low social skills. The sample was divided into experimental and control groups, each comprising eight students selected through purposive sampling. The intervention was conducted over six sessions. The research instrument used was a social skills scale, and the data were analysed using the t-test with the assistance of SPSS version 27. The analysis results showed a significance value (2-tailed) of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference between the experimental and control groups. The t-values were 17.616 and 8.981, with a significance level of 0.000. These findings demonstrate that group guidance services based on cooperative games effectively enhance students' social skills. This result implies that such an approach can serve as an alternative strategy for school counselling services.
Development of Career Brochures as a Career Information Service Medium for Students Sal Sabilah Jahra; Ali Daud Hasibuan
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i3.462

Abstract

This study aimed to develop a career brochure based on Holland’s Theory (RIASEC) as a career information service medium for students and to examine its feasibility and practicality. The study employed a Research and Development (R&D) method using the 4D development model, which consists of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research subjects were eleventh-grade students of MAS Nurul Fadhilah Medan selected through purposive sampling. The research instruments included a needs assessment questionnaire, material and media expert validation sheets, and student and teacher response questionnaires. The validation results indicated that the career brochure obtained a score of 90% from the material expert and 91% from the media expert, both categorized as very good. The practicality test results showed percentages of 97.25% based on students’ responses and 83.3% based on the guidance and counseling teacher’s response, both of which were categorized as highly practical. The findings revealed that the developed career brochure is feasible and practical for use as a career information service medium. Furthermore, it assists students in understanding their personality types, identifying suitable career options, and planning their future careers more effectively and systematically.
Efektivitas Teknik Reframing untuk Mengentaskan Learned Helplessness pada Siswa Selfi Purnama Lubis; Ali Daud Hasibuan; Abdul Aziz Rusman
AMI Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learned helplessness merupakan kondisi psikologis di mana siswa merasa tidak berdaya, pesimis, dan mudah menyerah saat menghadapi tantangan akademik. Fenomena ini menghambat perkembangan motivasi belajar dan kesejahteraan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik reframing dalam mengentaskan learned helplessness pada siswa kelas IX UPT SMPN 35 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari enam siswa yang teridentifikasi memiliki tingkat learned helplessness tinggi, berdasarkan hasil penyebaran angket pada 23 siswa. Intervensi dilakukan melalui layanan konseling kelompok dengan teknik reframing dalam empat sesi. Instrumen yang digunakan berupa angket learned helplessness yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat penurunan skor learned helplessness secara signifikan setelah diberikan layanan reframing, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,027 (p < 0,05). Rata-rata skor pretest sebesar 102 menurun menjadi 63,67 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik reframing efektif dalam membantu siswa mengubah pola pikir negatif, meningkatkan persepsi positif terhadap diri, serta mengurangi sikap pasrah dan pesimis dalam belajar. Dengan demikian, teknik reframing dapat digunakan sebagai intervensi efektif oleh guru BK dalam menangani permasalahan learned helplessness di lingkungan sekolah. 
Upaya Guru Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Kenakalan Pada Siswa Menggunakan Pendekatan Al- Hikmah Pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 13 Sibolga Padilah Sari Aritonang; Ali Daud Hasibuan; Ira Suryani
Pedagogik Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i2.1579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan mengetahui permasalahan kenakalan remaja / siswa dan bagaimana penanganan yang dilakukanoleh Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan tersebut, sertamengungkap faktor-faktor apa saja yang menghambat ataupun mendorong usaha guru Bimbingan Konseling. Hasil penelitian ini diharapkan akan dapatdipergunakan untuk menyempurnakan penanganan terhadap permasalahan yangsama yaitu kenakalan siswa.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latarbelakang SMK Muhammadiyah 13 Sibolga. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung (observasi), wawancara mendalam, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat adanya bentuk kenakalan yangbervariasi oleh beberapa siswa diantaranya, siswa suka tidak memperhatikan guru ketika guru sedang mengajar , tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, suka membolos, sering terlambat masuk sekolah, merokok dan sebagainya yang diakibatkan oleh beberapa faktor baik faktor internal atau eksternal. (2) Ada beberapa bentuk usaha yang dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling dalam mengatasi kenakalan siswa, yaitudengan tiga fase, pertama tindakan preventif, kedua represif dan ketiga kuratif.(3) Ada beberapa faktor yang mendukung usaha Guru Bimbingan Konseling tersebut diantaranya ialah adanya kerjasama yang baik yang terjalin antara orang tua siswa dengan paraguru ( pihak sekolah ). Peran orang tua sangat besar bagi tercapainya usaha yang dilakukan oleh Guru Bimbingan Konseling. Sedangkan faktor yang menghambat bagi kelancaranusaha Guru Bimbingan Konseling dalam mengatasi kenakalan siswa diantaranya kurangnya kesadaran siswa utnuk mematuhi peraturan sekolah dan kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap pergaulan siswa.
Efektivitas Konseling Individual dengan Teknik ABCDE untuk Meningkatkan Self-Control Pada Mahasiswa dengan Gaya Hidup Hedonisme Nazwa Syafa Aini; Abdul Aziz Rusman; Ali Daud Hasibuan
Pedagogik Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i3.1721

Abstract

Mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikan diri, ditandai dengan perilaku impulsif, kecenderungan konsumtif, serta pengabaian tanggung jawab akademik dan finansial. Rendahnya self-control menyebabkan mahasiswa mudah terpengaruh oleh kesenangan instan sehingga menimbulkan hambatan dalam proses belajar maupun kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individual dengan teknik ABCDE dalam meningkatkan self-control pada mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test group design. Sampel penelitian berjumlah 5 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UINSU yang memenuhi kriteria: (1) Memiliki gaya hidup hedonisme, dan (2) Memiliki tingkat self-control rendah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada self-control mahasiswa setelah mengikuti layanan konseling individual dengan teknik ABCDE (Sig. = 0,042 < 0,05). Dengan demikian, konseling individual dengan teknik ABCDE terbukti efektif untuk meningkatkan self-control mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme. Berdasarkan temuan penelitian ini, layanan konseling individual dengan teknik ABCDE direkomendasikan untuk diterapkan oleh konselor atau guru BK dalam membantu mahasiswa mengurangi perilaku hedonistik dan meningkatkan pengendalian diri.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERILAKU SELF HARM PADA SISWA Najia Barouatul Aufa; Ali Daud Hasibuan
JURNAL TARBIYAH Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/tar.v31i2.4009

Abstract

Self-harm is a form of behavior carried out by individuals to overcome emotional pain by injuring themselves, carried out intentionally and consciously but charged with suicidal intent. This research aims to determine the factors that cause self-harm behavior in students. This research uses a qualitative method with a case study type. The collection techniques used were interviews and documentation (voice recordings). The respondents in this study consisted of two 8th grade teenage girls from MTs schools. Muallimin UNIVA Medan who uses the pseudonyms Sari and Lina. One of them is that Lina has engaged in self-harm behavior. The research results show that the factors that cause self-harm are self-harm such as coping with stress, emotional dysregulation, loneliness, social support, parenting patterns and family problems. A comparison between the two respondents showed that respondent Lina showed significantly negative experiences with the factors causing self-harm compared to respondent Sari. Meanwhile, Sari respondents viewed the factors that cause self-harm more positively, this was based on the high level of attention and social support they received from their families.
Mengubah Stigma Negatif Peserta Didik Terhadap Guru Bimbingan Konseling Melalui Layanan Informasi Di Mts N 1 Labuhanbatu Yolanda Putri Dalimunte; Ali Daud Hasibuan
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v17i1.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa layanan informasi mampu mengubah stigma negatif terhadap guru BK. Pendekatan kualitatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder sebagai sumber data, hasil observasi dan wawancara merupakan data primer. Hasilnya terdapat perubahan stigma negatif siswa terhadap guru BK setelah diberikan layanan informasi secara bertahap, dari 33 siswa di MTSN1 Labuhanbatu khususnya dikelas VIII C sebelumnya terdapat 22 siswa yang memiliki stigma negatif terhadap guru BK dan setelah diberikan layanan secara bertahap 10 orang siswa memiliki perubahan stigma negatif secara keseluruhan terhadap guru BK. Faktor pendukung perubahan stigma negatif guru BK tidak terlepas dari dukungan kepala sekolah kepada guru BK dan bersamaan dengan perubahan sikap guru BK menjadi lebih ramah dan mudah tersenyum kepada siswa –siswi di MTSN1 Labuhanbatu, lebih mendekatkan diri kepada siswa –siswi dan menjalin komunikasi yang baik, sementara faktor penghambatnya ialah guru BK tidak mempunyai jam khusus untuk melakukan layanan, kurangnya pemahaman guru mata pelajaran mengenai pentingnya peran dan tugas guru BK