Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Effect of Group Guidance Services Through Homeroom Techniques in Improving Self Esteem for Students in Madrasah Hafsah Dahni Rahmayani Siregar; Ali Daud Hasibuan
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i2.8459

Abstract

Self-esteem is a person's attitude towards their views and beliefs about themselves, including accepting all their weaknesses and strengths and always appreciating and seeing themselves positively without feeling disappointed with what they do. This positive behavior towards oneself can create a feeling that one has value and benefits. This research aims to determine the effectiveness of group guidance services using the homeroom technique in increasing students' self-esteem in madrasas. The research method used is quantitative, with a pre-experimental design and a one-group pretest-posttest design. The population of this study consisted of two classes of class VIII students at MTs S Zakiyun Najah, with a total of 31 students. A sample of 8 students with low self-esteem levels was taken from this population using a purposive sampling technique. Data was collected using a non-test instrument in the form of a questionnaire. Data analysis was carried out using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results of this study indicate the significance of the value of asymp. Sig (2-tailed) is smaller than 0.05, namely 0.011. Therefore, it can be concluded that group guidance services using the homeroom technique effectively increase students' self-esteem.
Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Self Motivation untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa yang Mengalami Kejenuhan Belajar Destya Aulia; Ali Daud Hasibuan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik self-motivation dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa yang mengalami kejenuhan belajar di SMPN 3 Galang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sebelum intervensi, kedua kelompok memiliki tingkat kemandirian belajar yang relatif sama, sebagaimana terlihat dari nilai rata-rata pretest yang tidak berbeda secara signifikan. Setelah diberikan intervensi berupa bimbingan kelompok dengan teknik self-motivation, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemandirian belajar dibandingkan kelompok kontrol, sebagaimana dibuktikan oleh nilai rata-rata posttest yang lebih tinggi dan hasil uji t yang menunjukkan nilai p < 0,05. Selain hasil kuantitatif, observasi selama proses bimbingan juga mengungkapkan bahwa siswa yang mengikuti intervensi menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti meningkatnya motivasi intrinsik, keaktifan dalam menetapkan tujuan belajar, serta tanggung jawab terhadap tugas akademik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik self-motivation dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengatasi kejenuhan belajar dan mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam proses pembelajaran mereka.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Rational Self-Statements Untuk Mengentaskan Perilaku Self criticism pada siswa Madrasah Aliyah Siti Aisyah; Ali Daud Hasibuan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik rational self-statements dalam mengurangi perilaku self-criticism pada siswa MA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest. Populosi penelitian ini terdiri dari 38 siswa kelas XI MA Mualimin Univa Medan. Sampel penelitian ini terdiri dari 16 siswa yang mengalami tingkat self criticsm tinggi dan sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor self-criticism sebelum dan sesudah diberikan layanan, dengan nilai signifikansi (p-value) < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik rational self-statements efektif dalam mengurangi perilaku self-criticism pada siswa. Temuan ini didukung oleh pendekatan kognitif seperti REBT dan konsep self-talk positif yang menjadi dasar dari teknik tersebut.
Studi Tentang Pengalaman Siswa SMP Negeri 13 Medan dalam Menghadapi Teman Sebaya yang Memicu Kenakalan Mhd. Wildan Fadli AR Harahap; Ali Daud Hasibuan
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086560011

Abstract

Kenakalan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang kerap muncul pada masa perkembangan siswa remaja, terutama dipicu oleh pengaruh teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk kenakalan remaja di SMP Negeri 13 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui subjek yang diambil secara snowball sampling dari siswa yang pernah terlibat melakukan kenakalan, serta guru BK di SMP Negeri 13 Medan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik anaklisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan; 1) bentuk kenakalan siswa berupa, bolos, mencontek, berbicara kasar, merokok, berkelahi, dan mengganggu proses belajar; 2) Proses terjadinya kenakalan umumnya berawal dari pengaruh teman sebaya, dimana siswa terdorong mengikuti perilaku kelompok demi memperoleh penerimaan sosial; 3) strategi penolakan ajakan kenakalan dilakukan siswa dengan menghindari kelompok tertentu, bersikap asertif, maupun mencari dukungan dari teman yang lebih positif; 4) guru BK berperan penting memberikan layanan konseling, pembinaan, serta menjalin kerja sama dengan guru mata pelajaran dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing siswa. Dapat disimpulkan, pengaruh teman sebaya sangat kuat terhadap munculnya kenakalan, namun dapat diminimalisir melalui penguatan keterampilan asertivitas siswa, peningkatan dukungan sosial positif, dan optimalisasi peran guru BK.
The Influence of Education Funding Sources, Gratitude, and Organizational Participation on Students' Subjective Well-being Ali Daud Hasibuan
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.9103

Abstract

This study aims to analyze the effect of tuition fee sources, gratitude, and organizational participation on the subjective well-being of students at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University of North Sumatra. A quantitative correlational design was employed with multistage proportional random sampling, involving 374 students selected from a total population of 5,837. Data were collected using Likert-scale questionnaires developed based on theoretical indicators for each variable, and the data were analyzed using multiple linear regression. The results revealed that simultaneously, tuition fee sources, gratitude, and organizational participation had a significant effect on students' subjective well-being (R² = 0.294; F = 51.310; p < 0.001). Partially, sources of tuition fees affected subjective well-being (β = 0.187; p < 0.001). Gratitude was the strongest predictor (β = 0.500; p < 0.001), and organizational participation also showed a significant but smaller effect (β = 0.086; p = 0.020). Students demonstrated high levels of gratitude, organizational activity, and subjective well-being across all tuition fee source categories, with empirical means exceeding hypothetical means. These findings confirm that enhancing students' subjective well-being requires adequate financial support, strengthening positive psychological attitudes through gratitude, and facilitating meaningful social involvement in organizational activities. The study contributes empirical evidence for developing comprehensive guidance and counseling programs in higher education that integrate financial assistance strategies, gratitude-based psychological interventions, and structured organizational engagement to support student well-being and academic success. Keywords: subjective well-being, gratitude, tuition fee sources, organizational participation, higher education students