Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ADAPTASI SOSIAL EKONOMI PENGUNGSI BENCANA LIKUIFAKSI DI KELURAHAN BALAROA KECAMATAN PALU BARAT KOTA PALU Wiwin Wiwin; Nuraedah Nuraedah
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.694 KB) | DOI: 10.24815/jpg.v7i1.25807

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Balaroa Kecamatan Palu Barat Kota Palu yang bertujuan untuk mengetahui Adaptasi Sosial Ekonomi Pengungsi Bencana Likuifaksi di Kelurahan Balaroa Kecamatan Palu Barat Kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah pengungsi bencana alam likuifaksi di Kelurahan Balaroa, yang sekaligus menjadi sampel dalam penelitian, yaitu sebanyak 15 KK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah adaptasi yang dilakukan warga pengungsi di lokasi pengungsian Kelurahan Balaroa pasca bencana alam likuifaksi adalah sebagian pengungsi beralih mata pencaharian sebagai pedagang warung sembako yang sebelumnya mata pencaharian mereka sebagai pedagang di pasar. Modal mata pencaharian tersebut mereka peroleh dari bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Penghasilan dari usaha tersebut merupakan penopang utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan bagi pengungsi yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana likuifaksi memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan sanak saudaranya untuk bertahan hidup. Pengungsi sekarang sedang menerapkan hidup hemat selama tinggal di lokasi pengungsian, karena keterbatasan ekonomi yang dialami. Adaptasi sosial warga pengungsi menunjukan adanya hubungan interaksi sesama pengungsi yang mengakibatkan hubungan tersebut memperkuat jaringan kekerabatan karena rasa sepenanggungan.Kata Kunci: Adaptasi, Sosial Ekonomi Pengungsi, Bencana Likuifaksi
Principal's Strategic Management in School Revitalization: A Case Study on Learning Quality Improvement at SDN Inti Tomoli Wiwin Wiwin; Rizal Rizal; Sisriawan Lapasere; Mahfud Mahmud Gamar; Muhammad Nazimuddin Al Kamil; Surahman Wilade
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i2.3410

Abstract

Despite growing interest in principal leadership, empirical studies examining how strategic management practices at the elementary school level translate into concrete learning quality improvements remain limited, particularly in underserved local contexts. This study aimed to analyze the principal's strategic management practices in school revitalization efforts and their implications for improving learning quality at SDN Inti Tomoli, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi, Indonesia. A qualitative descriptive approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth semi-structured interviews, structured observations, and student questionnaires involving the principal, teachers, school committee members, and 28 students from Grades IV–VI. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model. Five interconnected strategic management dimensions were identified: participatory learning planning aligned with the Independent Curriculum, teacher competency development, facilities revitalization with transparent budget governance, empowerment-based resource organization, and multi-stakeholder evaluation. These practices produced measurable improvements in instructional quality, student motivation, and school culture. A notable finding was that participatory organizational structures did not fully resolve disparities in teacher technology access. The findings confirm that principal strategic management is central to successful elementary school revitalization and sustainable learning quality improvement, while extending the literature by foregrounding budget transparency and culturally responsive pedagogy as consequential dimensions of effective revitalization management.