Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF LITERATION MOVEMENT IN STUDENTS OF SDN 1 BIAU BUOL DISTRICT Firmansyah B. Hi. Majo; Rizal Rizal
Education Journal Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to; 1) Describe the obstacles faced in the implementation of the School Literacy Movement at SDN 1 Biau. 2) Describe the Obstacles encountered in the implementation of the School Literacy Movement (GLS) at SDN 1 Biau. 3) Describe efforts to overcome obstacles in the implementation of the School Literacy Movement (GLS) SDN 1 Biau. This research uses qualitative research type. Qualitative research is a research method used to examine natural conditions of objects. At the habituation stage there are a number of indicators that have been fulfilled such as the 15-minute reading activity that is carried out at the beginning, middle, or the end of the lesson and has a reading angle that functions to attract students' interest in reading as well as students are expected to be close to the source of literacy. Good book reading strategies. The literacy movement at school is going well. This is based on the results of student questionnaires in the literacy movement at SDN 1 Biau from the number of 20 student respondents that can be seen from the percentage of answers always at 16.13%, while 34.31% answers frequently, 28.18 answers sometimes 14.31 % answered rarely and 7.07 answered never. So based on these data it can be concluded from several available alternative indicators. Students prefer to answer frequently and at least answer never. This means that the literacy movement at SD 1 Biau has gone well as expected by all parties.
EFFORTS TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES THROUGH PAKEM LEARNING MODEL ON IPS IPS LESSONS IN CLASS V SDN 2 SINDUE Midian Midian; Rizal Rizal
Education Journal Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to improve student learning outcomes in fifth grade. This study uses a Kemmis and Mc. Taggart which consists of two cycles. In each cycle two meetings were held. The results of the study, the pre-action percentage of classical absorption 48.26% and classical learning completeness 18.51%, the results of the first cycle research with 66.86% classical absorption and classical learning completeness 78.26%. Increased in the second cycle with the results of the percentage of classical absorption of 76.52% and classical learning completeness of 91.30%. The average activity of teacher and student activities in the research activities of teachers in the first cycle of 71.42%, meeting student activities 75% , increased in cycle II teacher activity 92.85%, and student activities 92.85%. Based on these results it can be concluded that by applying the PKEM learning model can improve student learning outcomes in social studies subjects in class V SDN 2 Sindue.
THE ROLE OF CLASS MANAGEMENT IN IMPROVING STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT AT SD INPRES 1 TOBOLI UTARA PARIGI DISTRICT Rizal Rizal; Miki Risnawati
Education Journal Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of teachers in implementing Class Management to Improve Student Achievement in SD Inpres 1 Toboli Utara Parigi District. The results of this study indicate that the implementation of classroom management or classroom management carried out by the teacher is optimal, such as: the teacher before starting the learning activities make preparations first, before carrying out the teacher's learning, first condition the class so that learning takes place more effectively, before starting the learning the teacher has prepared the device first learning such as lesson plans, syllabus and others, the teacher before carrying out learning first provides motivation or reinforcement to students, the teacher before carrying out learning first checks the presence of students, before carrying out the learning process the teacher tells students to pray first, the teacher has created and maintain the atmosphere and classroom conditions in the course of the learning process, the teacher has encouraged students to study hard and diligently to achieve learning activities and teachers carry out supervision of students in progress its learning activities.
Potret Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Berprestasi Mahasiswa PGSD Universitas Tadulako Arif Firmansyah; Rizal Rizal
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 9 No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.996 KB) | DOI: 10.21067/jip.v9i2.3323

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum untuk mendeskripsikan kemampuan berfikir kritis dan motivasi berprestasi mahasiswa. Kegiatan pembelajaran IPS di kelas belum dapat melatihkan dan mengukurnya dengan kemampuan berpikir kritis, dan motivasi berprestasi dengan tepat. Instrumen yang digunakan diadaptasi dari tes terstandar berpikir kritis yaitu Illinois CriticaL Thinking Essay dan angket motivasi berprestasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah kelas A, B dan C PGSD FKIP Universitas Tadulako angkatan 2017 yang berjumlah 132 mahasiswa tahun akademik 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis rata-rata mahasiswa kelas A sebesar 45% kemudian untuk kelas B sebesar 39,7% dan kelas C sebesar 40,7%. Profil keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada kelas A berdasarkan kriteria tinggi sebesar 22,7%, sedang 70,4% dan rendah 6,8%. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa di kelas B dengan kriteria tinggi 13,6%, sedang 72,7%, rendah 13,6%, sedangkan di kelas C mahasiswa dengan kriteria tinggi 20,4%, sedang 72,7% dan rendah sebesar 6,8%. Gambaran motivasi berprestasi mahasiswa berdasarkan hasil angket menunjukkan bahwa motivasi belajar tertinggi adalah di kelas A sebesar 84%, kelas C 68% dan kelas B 59%.
Pendekatan Saintifik Berbasis Lingkungan dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas IV SD Inpres Koya Kabupaten Morowali Utara Surahman Surahman; Rizal Rizal; Sisriawan Lapasere; Kadek Hariana; Azizah Azizah
EDUTECH Vol 8, No 1 (2022): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v8i1.9357

Abstract

Pembelajaran pada abad ke-21 didesain dengan berdasar pada pendekatan belajar kontekstual konstruktivis. Melalui desain ini, siswa kelas IV SD Inpres Koya akan dibiasakan untuk membangun pengetahuannya sendiri berdasarkan konteks nyata yang bermakna bagi dirinya melalui kegiatan saintifik seperti pengamatan, eksperimen, observasi, maupun melakukan atiktivitas pengumpulan informasi dari berbagai sumber seperti di lingkungan sekitar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis lingkungan di SD Inpres Koya. Metode penelitian menggunakan rancangan model hopkins, yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tempat pelaksanaan penelitian adalah di SD Inpres Koya subyek penelitian sebanyak 12 orang siswa, yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 2 orang siswa perempuan. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif untuk daya serap klasikal (DSK) pratindakan (57,50%), siklus I (74,14%) dan siklus II (85,83%) peningkatan sebesar 11,69% dan ketuntasan belajar klasikal (KBK) pratindakan (41,66%), siklus I (75%) dan siklus II (100%) peningkatan sebesar 25%; pada ranah afektif sikap siswa menunjukkan perubahan positif (mereka sadar bahwa tindakan menjerat burung Alo dan kegiatan lainnya yang merusak lingkungan adalah tindakan tidak baik; pada ranah psikomotor siklus I diperoleh kategori cukup (71,33%), meningkat pada siklus II kategori sangat baik (86,66%) dengan peningkatan sebesar 15,33%. Berdasarkan hasil tersebut maka disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar IPA di kelas IV SD Inpres Koya Kabupaten Morowali Utara
Pengaruh Penggunaan Pop-Up Book Terhadap Hasil dan Motivasi Belajar IPA SDN 4 Banawa Pahriadi Pahriadi; Surahman Surahman; Rizal Rizal; Sisriawan Lapasere
EDUTECH Vol 8, No 1 (2022): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v8i1.9344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pop-up book terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas III pada mata pelajaran IPA di SDN 4 Banawa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental. Penelitian quasi experimental (eksperimen semu) bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 4 Bawana. Sampel pada penelitian ini berjumlah 46 orang siswa, 26 siswa kelas eksperimen dan 20 siswa kelas kontrol. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket (kuesioner). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji hipotesis dan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis uji statistik tersebut yaitu uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 6,68 dan nilai pada ttabel = 1,68. Hal ini menunjukkan bahwa thitung ? ttabel atau 6,68 ? 1,68. Hal ini berarti, nilai thitung berada diluar daerah penerimaan H0. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Begitupun pada hasil analisis statistik deskriptif motivasi belajar, setelah diuji hipotesis diperoleh nilai thitung = 4,52 dan nilai pada ttabel = 1,68. Hal ini menunjukkan bahwa thitung ? ttabel atau 4,52 ? 1,68. Hal ini berarti, nilai thitung berada diluar daerah penerimaan H0. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima.
Inovasi Guru dalam Pembelajaran IPS pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelas V SD Integral Hidayatullah Tondo Rizal Palu; Surahman Surahman; Dewi Tri Rahayu; Sisriawan Lapasere; Kadek Hariana; Melyani Sari Sitepu
EDUTECH Vol 8, No 1 (2022): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v8i1.9352

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Inovasi Guru Dalam Pembelajaran IPS Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelas V SD Integral Hidayatullah Tondo. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V di SD Integral Hidayatullah Tondo dengan jumlah total 25 siswa perempuan. Nilai rata- rata jawaban responden terhadap angket yaitu sebesar 54% siswa yang menjadi responden menjawab sangat setuju, 23% siswa yang menjadi responden menjawab setuju, 14% siswa yang menjadi responden menjawab kurang setuju, dan 9% siswa menjawab tidak setuju. Dari hasil yang diperoleh maka inovasi pembelajaran guru kelas V SD Intgral Hidayatullah pada pembelajaran IPS masuk dalam kategori baik. Inovasi yang diterapkan guru SD Integral Hidayatullah pada masa pandemic covid- 19 sudah menggambarkan sejauh mana pengadaan perubahan yang berdasarkan situasi dan kondisi saat ini dengan langkah-langkah yang teratur dengan memanfaatkan bahan-bahan atau media yang ada. Bimbingan yang diberikan guru mendorong dan mengarahkan siswa untuk belajar, mengajukan pertanyaan, mencari penyelesaian terhadap masalah yang diperoleh oleh siswa sendiri. Siswa juga belajar untuk menyelesaikan tugas-tugas-nya secara mandiri dengan memanfaatkan media dengan bijaksana. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring, yang menyesuaikan dengan keadaan. Guru melakukan pemetaan sebaran siswa berdasarkan alamatnya untuk membagi siswa. Proses belajar mengajar kemudian dilakukan dalam kelompok kecil supaya bisa lebih efektif dan tetap mematuhi protokol yang ada.
Konstruktivisme Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dalam Problematika Pendidikan Seni Anak Kadek Hariana; Rizal Rizal; Surahman Surahman; Sisriawan Lapasere; Muhammad Aqil
EDUTECH Vol 8, No 1 (2022): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v8i1.9359

Abstract

Dunia anak adalah dunia bermain, dunia yang merdeka dan menyenangkan. Masa anak-anak merupakan masa yang kaya dengan imajinasi-imajinasi sehingga diperlukan dukungan yang paling utama untuk mengarahkannya memahami kehidupan untuk masa depannya. Anak memerlukan pendidikan yang mampu memberikan keleluasaan, kebebasan dan iklim yang kondusif dalam berekspresi. Pendidikan yang tepat untuk mengantarkan anak dalam menyerap pengetahuan dengan bebas dan menyenangkan adalah melalui pendidikan seni lukis, karena salah satu dunia bermain anak-anak dapat ditemukan dalam pendidikan seni lukis anak. Saat ini popularitas seni lukis anak melalui lomba lukis dengan jeli dipakai sebagai media promosi yang akhirnya menuju pada dunia industri komersial. Kenyataan tersebut disatu sisi menggembirakan namun di sisi lain sangat mengkhawatirkan karena orang tua mulai mengikutsertakan anaknya dalam kegiatan seni lukis tidak berorientasi pada pembentukkan dan pembinaan pribadi anak sesuai kodrat alam seperti yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara, namun cenderung dengan motivasi untuk meraih juara. Hal ini ditambah buruk lagi oleh sikap orang tua dan para pendidik seni di sekolah formal maupun nonformal yang belum memahami makna dan arah tujuan pendidikan seni lukis anak sesungguhnya, mereka menilai keberhasilan pendidikan anak hanya berfokus pada karya yang dihasilkan anak, tanpa memahami bagaimana hakikat pendidikan seni yang sebenarnya.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Siswa Kelas V SDN 1 Poso Sisriawan Lapasere; Rizal Rizal; Surahman Surahman; Pahriadi Pahriadi; Amin Basri
EDUTECH Vol 8, No 1 (2022): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v8i1.9356

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Poso pada masa pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas V dengan jumlah total 23 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data maka faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa di SDN 1 Poso terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi (1) faktor psikologi yang terdiri dari kesiapan, intelegensi, bakat dan minat. (2) faktor perhatian dan (3) faktor cacat tubuh. Faktor Eksternal terkait dengan metode mengajar. Hasil analisis data menunjukan bahwa faktor internal masuk dalam kategori sangat layak dan faktor eksternal dalam kategori layak.
Teacher Creativity Relationship with Interest Students Learning at SD Inpres Lolu During Pandemic Azizah Azizah; Rizal Rizal; Agnes Priswi Yudtika; Melyani Sari Sitepu
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2022): Islamic Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.34 KB) | DOI: 10.31538/nzh.v5i2.2232

Abstract

This article aims to determine the relationship between teacher creativity and student interest in learning. The research design used is a type of qualitative research that is correlational. The research data was obtained through the distribution of a questionnaire containing some statements that were responded to by the respondents. The samples of this study were students of class VI, V, VI, and homeroom teachers of class IV, V, VI SD Inpres Lolu, totaling 74 students and 3 homeroom teachers. The data obtained were analyzed quantitatively using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 23 software for windows. Based on the results of the correlation test, obtained the value of Sig. (2-tailed) of 0.355 > 0.05, it can be concluded that the null hypothesis (Ho) is rejected and accepts the alternative hypothesis (Ha). The results of this study indicate that there is a relationship between teacher creativity and student interest in learning.