Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Deteksi Penyakit Tuberkulosis Di Wilayah Puskesmas Karang Rejo Metro Sri Nurhayati; Tri Kesuma Dewi; Senja Atika Sari HS; Indhit Tri Utami
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.432 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i2.11

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB paru) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus dan akan mengecil. Deteksi Tuberkulosis dapat dilakukan dengan mengenal tanda gejala serta keluhan pasien. Deteksi dini tuberculosis bertujuan untuk mengidentifikasi tanda bahaya TB secara dini sehingga dapat diketahui atau segera mendapatkan pengobatan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Untuk mengidentifikasi pengetahuan responden dengan mengisi pre dan post test tentang deteksi dini tuberkulosis. Waktu pelaksanaan hari kamis 17 September 2020 di puskesmas Karang Rejo Metro. Kehadiran peserta dalam kegiatan ada 28 orang. Hasil kegiatan penyuluhan yaitu dari 28 responden terdapat 10 responden (35,5%) yang berpengetahaun cukup dan 18 responden (64,5%) yang berpengetahuan kurang sebelum diberikan penyuluhan dan setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan yang signifikan responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 26 responden (93%), sedangkan responden dengan pengetahuan kurang yaitu 2 responden (7%). Kesimpulan: penyuluhan deteksi tuberculosis dapat meningkatkan pengetahuan anak remaja, hal ini dapat membantu mencegah terjadinya angka penyakit TB.
Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Asupan Garam dengan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Senja Atika Sari HS; Uswatun Hasanah; Nuri Luthfiatil Fitri; Sri Nurhayati; Viki Yusri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11601

Abstract

ABSTRACT Hypertension, known as the 'silent-killer', affects more than 1.3 billion people in the world, 1 in 4 men and 1 in 5 women suffer from this disease. Hypertension has caused various serious impacts such as heart failure and coronary heart disease and even stroke. The risk factors that cause hypertension are multi-factorial, so this disease must be a concern. The purpose of this study was to determine the relationship between age, gender and salt intake with blood pressure of hypertension sufferers in the Banjarsari Health Center. This type of research is an analytic study with a cross-sectional design. The population in this study were patients with primary hypertension, the samples taken were 42 people. Analysis using chi square test. Patients with hypertension were dominated by age <60 years (69.0%), female gender (73.8%), and not limiting salt intake behavior (54.8%), blood pressure generally being at grade II (42.8%). 9%). The results of the analysis showed that there was a relationship between age (p-value 0.038; OR: 6.769) and salt intake (p-value 0.035; OR: 4.857) with blood pressure in patients with hypertension. Meanwhile, gender was not shown to have a significant relationship with blood pressure (p-value 0.731). It is hoped that people with hypertension can apply a healthy lifestyle such as doing physical activity and limiting salt intake. Keywords: Age, Gender, Salt Intake, Blood Pressure  ABSTRAK Hipertensi yang dikenal sebagai ‘silent-killer’ telah diderita oleh lebih dari 1,3 milyar penduduk dunia, 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita menderita penyakit ini. Hipertensi telah menimbulkan berbagai dampak yang cukup serius seperti gagal jantung dan penyakit jantung koroner dan bahkan stroke. Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya hipertensi bersifat multi faktor sehingga penyakit ini harus menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dan asupan garam dengan tekanan darah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarsari. Jenis penelitian studi analitik rancangan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi primer, sampel yang diambil sebanyak 42 orang. Analisis menggunakan uji chi square. Penderita hipertensi didominasi usia <60 tahun (69,0%), jenis kelamin perempuan (73,8%), dan memiliki perilaku tidak membatasi asupan garam (54,8%), tekanan darah uumumnya berada pada derajat II (42,9%). Hasil analisis menunjukkan ada hubungan usia (p-value 0,038; OR: 6,769) dan asupan garam (p-value 0,035; OR: 4,857) dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Sementara jenis kelamin tidak terbukti memiliki hubungan signifikan dengan tekanan darah (p-value 0,731). Diharapkan penderita hipertensi dapat menerapkan pola hidup sehat seperti melakukan aktivitas fisik dan membatasi asupan garam. Kata Kunci: Usia, Jenis Kelamin, Asupan Garam, Tekanan Darah
Efektivitas Kombinasi Relaksasi Autogenik dan Aromaterapi Lavender terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Senja Atika Sari HS; Uswatun Hasanah; Nury Luthfiyatil Fitri; Tri Kesuma Dewi; Livana PH
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1557

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang diderita oleh lebih dari 1,13 milyar penduduk dunia. Penyakit ini telah menjadi penyebab utama terjadinya penyakit jantung, stroke, ginjal dan penyakit lainnya. Pengobatan hipertensi memerlukan waktu yang lama bahkan seumur hidup sehingga penatalaksanaan hipertensi lebih diutamakan menggunakan terapi yang tidak memiliki efek samping. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas kombinasi relaksasi autogenik dan aromaterapi lavender terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan pra eksperimen, rancangan one group pretest posttest, yang melibatkan 14 penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo. Analisa data untuk uji hipotesis dilakukan menggunakan paired t test. Penderita hipertensi sebagian besar berusia ≥45 tahun (85,7%), jenis kelamin laki-laki (57,1%), pendidikan SMA (85,7%) dan pekerjaan wiraswasta (50,0%). Pemberian kombinasi autogenik dan aromaterapi lavender 1 kali sehari selama 3 hari dengan durasi setiap pemberian 15 menit terbukti efektif terhadap perubahan tekanan darah penderita hipertensi (p<0,05). Selisih rata-rata tekanan darah sistolik antara sebelum dan setelah perlakuan yaitu sebesar 13,214±5,577 mmHg dan tekanan darah diastolik diperoleh selisih rata-rata sebesar 5,000±4,279 mmHg. Kombinasi relaksasi autogenik dan aromaterapi lavender terbukti efektif menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Lama DM dengan Self Care Behavior Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Ludiana Ludiana; Senja Atika Sari HS; Uswatun Hasanah; Nury Luthfiatil Fitri; Indhit Tri Utami
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.16805

Abstract

ABSTRACTDiabetes mellitus as part of a chronic disease requires long-term treatment, even for life, so patients must have good self-care behavior. If patients cannot perform self-care, it can result in uncontrolled blood sugar levels. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and the duration of diabetes mellitus with self-care behavior of type 2 diabetes mellitus patients. This study was conducted using an analytical study, cross-sectional design, involving 88 type 2 DM patients in the Yosomulyo Health Center Work Area. Data analysis was carried out using univariate and bivariate analysis. The results of the analysis showed that there was a relationship between family support and the duration of diabetes mellitus with self-care behavior of type II DM patients (p 0.001). Diabetes mellitus patients who have poor self-care behavior are mostly found in patients who lack family support and have had diabetes 11 years. For families and diabetes mellitus patients, they should provide support to each other so that diabetes patients have good self-care behavior.Keywords: Family, DM, self-care behavior ABSTRAKDiabetes mellitus sebagai bagian dari penyakit kronis membutuhkan perawatan yang berlangsung lama bahkan seumur hidup sehingga pasien harus memiliki perilaku perawatan diri yang baik. Apabila pasien tidak dapat melakukan perawatan diri maka dapat mengakibatkan kadar gula darah tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluarga dan lama menderita diabetes mellitus dengan self care behavior penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi analitik, rancangan crossectional, melibatkan 88 penderita DM tipe 2 yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo. Analisa data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dan lama menderita diabetes mellitus dengan perilaku self-care behavior penderita DM tipe II (p0,001). Pasien diabetes mellitus yang memiliki self-care behavior kurang baik sebagian besar ditemukan pada pasien yang kurang mendapat dukungan keluarga dan menderita diabetes 11 tahun. Bagi keluarga dan pasien diabetes mellitus hendaknya saling memberikan dukungan agar pasien diabetes memiliki perilaku perawatan diri yang baik. Kata Kunci : Keluarga, DM, self care behavior