Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pengenalan Artistik Pada SMK Tritech Informatika Medan Giovani; Dani Manesah; Andre Buttiamal Dani Damanik
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.656 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i2.13

Abstract

Peranan sebuah tata artistik dalam sebuah program acara baik televisi maupun film sangat dibutuhkan dalam duni perindustrian, dikarenakan dengan adanya tata artistik tersebut dapat membuat sebuah program acara tersebut dapat terlihat hidup. Dengan adanya sentuhan-sentuhan estetik yang diberikan oleh seorang penata artistik tersebut, dapat memberikan suasana yang baru pada program acara yang dikemas. Tim pengabdian kepada masyarakat melakukan sebuah pengenalan seni Tata Artistik pada Siswa/i SMK Tritech Informatika Medan. Pada saat penulis melakukan kegiatan pengenalan tata artistik tersebut, terdapat beberapa siswa yang masih awam dan belum mengenal apa yang dimaksud dengan tata artistik tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini semoga dapat memberikan ilmu yang bermanfaat kepada siswa-siswa SMK Tritech Informatika Medan dalam hal Tata Artistik. Pelatihan pengenalan Tata Artistik ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan praktis dan paraktek langsung kepada Siswa-Siswi SMK Tritech Informatika Medan. Sedangkan Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah, diskusi, dan praktek. Adapun hasil pelatihan pengenalan Tata Artistik yang dilaksanakan yaitu mampu menunjukkan peningkatan kemampuan para peserta dan besarnya antusias peserta terhadap kegiatan pelatihan ini.
Pengembangan Kreatifitas Siswa/I Di Tengah Pandemi Melalui Pelatihan Pembuatan Video Cinematik Giovani; John
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.882 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i3.45

Abstract

Video Cinematik lebih identik dan lekat dengan perfilman namun pada masa industri kreatif saat ini penggunaan video cinematic banyak digunakan alam pembuatan video-video kreatif sebagai konten mereka. Penghasilan dalam pembuatan konten sangat menggiurkan dan membuka peluang usaha untuk dapat berkembang secara mandiri dan juga membuka lapangan pekerjaan yang menjanjikan. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pemateri menggunakan metode contextual based learning dan practical based learning, dengan pemateri memberikan ceramah pada para peserta dan melakukan praktik langsung menggunakan smartphone peserta masing-masing. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  para peserta dapat membuat video cinematik dan melakukan editing sampai finishing
SEMIOTIKA ROLAND BARTHES: REPRESENTASI DINAMIKA SOSIAL FILM TILIK SUTRADARA WAHYU AGUNG PRASETYO Surya Darma; Dani Manesah; Giovani; Triadi Sya’Dian; Sri Wahyuni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6229

Abstract

Abstract: This study explores the representation of social dynamics in the film Tilik (2018) by Wahyu Agung Prasetyo using the semiotic approach of Roland Barthes. In this research, a qualitative descriptive-analytical method is employed to identify and interpret visual and verbal signs. Three layers of meaning—denotation, connotation, and myth—are used in the analysis. The results show that the film Tilik portrays the social dynamics of rural communities, particularly interactions among women. These interactions are characterized by prevailing cultural norms, constructions of social status, and the practice of gossip. At the denotative level, the film depicts the everyday activities of village communities, while at the connotative level, it reveals social jealousy, social control, and gender stereotypes. At the level of myth, the film constructs collective values such as the importance of maintaining women's dignity, strong social solidarity, and the legitimization of gossip as a means of regulating social norms. Therefore, the film Tilik not only reflects social reality but also conveys deeper cultural meanings. Keywords: Semiotics, Roland Barthes, Social Dynamics, Film, Cultural Representation   Abstrak: Studi ini mengeksplorasi representasi dinamika sosial dalam film Tilik (2018) oleh Wahyu Agung Prasetyo menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dalam penelitian ini, metode deskriptif-analitis kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi dan menafsirkan tanda visual dan verbal. Tiga lapisan makna—denotasi, konotasi, dan mitos—digunakan untuk melakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Tilik menunjukkan dinamika sosial masyarakat pedesaan, terutama interaksi antarperempuan. Norma budaya yang berkembang, konstruksi status sosial, dan praktik gosip menandai interaksi ini. Dalam film, aktivitas sehari-hari masyarakat desa diungkapkan pada tingkat denotatif, sedangkan kecemburuan sosial, kontrol sosial, dan stereotip gender diungkapkan pada tingkat konotatif. Mitos menciptakan nilai kolektif seperti pentingnya mempertahankan martabat perempuan, solidaritas sosial yang kuat, dan legitimasi gosip sebagai cara untuk mengontrol norma. Akibatnya, film Tilik menunjukkan realitas sosial dan memiliki makna kultural. Kata Kunci: Semiotika, Roland Barthes, Dinamika Sosial, Film, Representasi Budaya