Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) RSKD Duren Sawit dengan Metode EUCS Nina Marliana; Cicilia Widyaningsih; Haidar Istiqlal
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i1.2931

Abstract

Penumpukan antrian pasien pada proses pendaftaran merupakan suatu masalah yang dapat di jumpai di semua Rumah Sakit, salah satunya di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, untuk mengatasi masalah tersebut Rumah Saki Khusus Daerah Duren Sawit telah melakukan inovasi pelayanan dengan menggunakan Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) sejak tahun 2020 dalam melayani pendaftaran pasien yang berobat ke Rumah Sakit, faktor keberhasilan implementasi sistem informasi terletak pada kepuasan pengguna sistem tersebut, namun di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit belum pernah di lakukan evaluasi kepuasan pengguna Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) sampai saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan pengguna Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) dengan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian crossectional, penelitian di lakukan di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit pada rentang waktu bulan Nopember-Desember 2022. Pengambilan sampling menggunakan rumus Slovin dengan jumlah 200 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa variable conten (0,070), variable format (0,016), variable timeline (0,000), variable kemudahan (0,001) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pengguna Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) sedangkan variable akurasi (0,826) tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Saran : Manajemen Rumah Sakit melakukan sosialisasi secara terus menerus cara menggunakan Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) dengan memasang video tutorial berjalan cara menggunakan Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) dekat dengan mesin anjungan, di buat dan di tempel alur penggunaan Sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) dekat dengan mesin anjungan.Kata kunci  : Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM); Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) 
Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap dan Sarana Prasarana dengan Perilaku Pengisian Rekam Medis Elektronik oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Dini Noviarti; Cicilia Widyaningsih; Nurhayati Nurhayati
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.567

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian penting dari transformasi digital di sektor kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dokumentasi medis. Namun, di Rumah Sakit Prima Pekanbaru, penerapan RME sejak tahun 2023 justru diikuti oleh peningkatan ketidaklengkapan resume medis dan risiko pending klaim JKN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) terhadap perilaku pengisian RME. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel 60 dokter spesialis yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas DPJP memiliki pengetahuan tinggi (95%) tentang RME, namun 60% bersikap negatif dan hanya 13,3% yang mendukung pengisian RME secara lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa sarana dan prasarana memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengisian RME (r = 0,358; p = 0,005), sedangkan pengetahuan (r = 0,048; p = 0,715) dan sikap (r = 0,245; p = 0,059) tidak signifikan. Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa ketersediaan sarana menjadi prediktor utama (OR = 35,000; p = 0,004). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai merupakan faktor dominan dalam mendorong perilaku pengisian RME yang lengkap, sementara pengetahuan dan sikap belum cukup berpengaruh tanpa dukungan infrastruktur.