Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian penting dari transformasi digital di sektor kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dokumentasi medis. Namun, di Rumah Sakit Prima Pekanbaru, penerapan RME sejak tahun 2023 justru diikuti oleh peningkatan ketidaklengkapan resume medis dan risiko pending klaim JKN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) terhadap perilaku pengisian RME. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel 60 dokter spesialis yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas DPJP memiliki pengetahuan tinggi (95%) tentang RME, namun 60% bersikap negatif dan hanya 13,3% yang mendukung pengisian RME secara lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa sarana dan prasarana memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengisian RME (r = 0,358; p = 0,005), sedangkan pengetahuan (r = 0,048; p = 0,715) dan sikap (r = 0,245; p = 0,059) tidak signifikan. Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa ketersediaan sarana menjadi prediktor utama (OR = 35,000; p = 0,004). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai merupakan faktor dominan dalam mendorong perilaku pengisian RME yang lengkap, sementara pengetahuan dan sikap belum cukup berpengaruh tanpa dukungan infrastruktur.
Copyrights © 2025