Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSEPSI ORANGTUA TENTANG PENDIDIKAN MORAL RELIGIUS DALAM KELUARGA DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN REMAJA DI DUSUN CANDEN, KEL. KUTOWINANGUN LOR, KEC. TINGKIR, SALATIGA Nia Kurniawati; Mashlihatul Umami
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2023): Maret (In Press)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the parents' perception of religious moral education in the family, to describe the application of religious moral education in the family, and to determine the impact of the application of religious moral education in the family for the lives of adolescents. The sampling technique used is purposive sampling. This study uses a descriptive qualitative approach. The research data was obtained through observation, interviews and documentation. The results of this study found that (1) Parents have a perception that religious moral education in the family is very important for the survival of adolescents in the future (2) In implementing religious moral education in the family, parents provide an example, get teenagers to carry out what is taught by Islam, carry out orders and stay away from Allah's prohibitions, advise and supervise and observe the development of adolescent religious attitudes. (3) the impact of the application of religious moral education for the lives of adolescents is to increase the obedience of adolescents in carrying out their obligations, showing gratitude for His blessings, having high fighting power, carrying out what Allah has commanded, and leaving Allah's prohibitions. Keywords: Parents' Perceptions, Religious Moral Education, Adolescents
PERSEPSI ORANGTUA TENTANG PENDIDIKAN MORAL RELIGIUS DALAM KELUARGA DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN REMAJA DI DUSUN CANDEN, KEL. KUTOWINANGUN LOR, KEC. TINGKIR, SALATIGA Nia Kurniawati; Mashlihatul Umami
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the parents' perception of religious moral education in the family, to describe the application of religious moral education in the family, and to determine the impact of the application of religious moral education in the family for the lives of adolescents. The sampling technique used is purposive sampling. This study uses a descriptive qualitative approach. The research data was obtained through observation, interviews and documentation. The results of this study found that (1) Parents have a perception that religious moral education in the family is very important for the survival of adolescents in the future (2) In implementing religious moral education in the family, parents provide an example, get teenagers to carry out what is taught by Islam, carry out orders and stay away from Allah's prohibitions, advise and supervise and observe the development of adolescent religious attitudes. (3) the impact of the application of religious moral education for the lives of adolescents is to increase the obedience of adolescents in carrying out their obligations, showing gratitude for His blessings, having high fighting power, carrying out what Allah has commanded, and leaving Allah's prohibitions. Keywords: Parents' Perceptions, Religious Moral Education, Adolescents
PERSEPSI ORANGTUA TENTANG PENDIDIKAN MORAL RELIGIUS DALAM KELUARGA DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN REMAJA DI DUSUN CANDEN, KEL. KUTOWINANGUN LOR, KEC. TINGKIR, SALATIGA Nia Kurniawati; Mashlihatul Umami
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the parents' perception of religious moral education in the family, to describe the application of religious moral education in the family, and to determine the impact of the application of religious moral education in the family for the lives of adolescents. The sampling technique used is purposive sampling. This study uses a descriptive qualitative approach. The research data was obtained through observation, interviews and documentation. The results of this study found that (1) Parents have a perception that religious moral education in the family is very important for the survival of adolescents in the future (2) In implementing religious moral education in the family, parents provide an example, get teenagers to carry out what is taught by Islam, carry out orders and stay away from Allah's prohibitions, advise and supervise and observe the development of adolescent religious attitudes. (3) the impact of the application of religious moral education for the lives of adolescents is to increase the obedience of adolescents in carrying out their obligations, showing gratitude for His blessings, having high fighting power, carrying out what Allah has commanded, and leaving Allah's prohibitions. Keywords: Parents' Perceptions, Religious Moral Education, Adolescents
Problematika Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Ahya Fathul Khoeriyah; Mashlihatul Umami
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan problematika guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris kelas V di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru memetakan kebutuhan siswa berdasarkan minat, gaya belajar, dan kesiapan belajar. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran tergambar dalam kegiatan awal, inti, dan penutup. Guru menerapkan diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar dengan pengelompokkan sesuai gaya belajar siswa, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian terhadap produk siswa, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Adapun problematika yang dihadapi guru adalah kesulitan dalam memetakan kebutuhan belajar, menyesuaikan materi, menyusun rencana pembelajaran, keterbatasan waktu dan sarana prasarana, manajemen kelas yang heterogen dengan kemampuan berbahasa Inggris siswa yang beragam, serta penyusunan dan penyesuaian asesmen. Guru perlu mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
Implementation of multicultural counseling as effort to prevent social conflict at SMAN 1 Tuntang Melina Widyawati; Niken Ayu Syaharani; Mashlihatul Umami
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3993

Abstract

Studi ini meneliti bagaimana konseling multikultural digunakan untuk mencegah konflik sosial di SMAN 1 Tuntang. Latar belakang penelitian ini adalah keanekaragaman budaya dan agama siswa serta guru, yang dapat memberikan peluang dan hambatan untuk penyediaan layanan konseling di sekolah. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Metode purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sumber data dari tiga guru Bimbingan dan Konseling. Setelah melakukan wawancara mendalam, data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif untuk menentukan bagaimana nilai multikultural diterapkan dalam layanan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling multikultural belum sepenuhnya diterapkan di SMAN 1 Tuntang. Namun, penggunaan strategi yang menghargai keragaman, menumbuhkan empati, dan memahami perbedaan budaya sudah dilakukan selama proses konseling berlangsung. Keberagaman budaya siswa dapat membantu meningkatkan toleransi dan sikap saling menghormati. Namun, itu juga menjadi tantangan bagi konselor karena memerlukan penyesuaian pendekatan terhadap perbedaan latar belakang dan nilai siswa. Pengaplikasian konseling multikultural sangat penting untuk mencegah konflik sosial di lingkungan sekolah karena membangun nilai empati dan penghargaan terhadap perbedaan. Diharapkan bahwa penelitian ini akan berfungsi sebagai referensi untuk mengembangkan layanan konseling yang adil dan inklusif di sekolah yang memiliki berbagai jenis siswa.
Implementasi Putusan MK dan Fatwa MUI Tentang Kedudukan Anak Luar Kawin di Tingkat Pengadilan Agama Nur Laela; Diah Nuraini; Mashlihatul Umami
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/almaqasid.v12i1.19822

Abstract

Perbedaan pengaturan status anak luar nikah antara Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 dan Fatwa MUI Nomor 11 Tahun 2012 menimbulkan tantangan dalam praktik peradilan agama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kedua instrumen hukum tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pertimbangan hakim dalam perkara status keperdataan anak luar nikah. Penelitian menggunakan pendekatan socio-legal dengan memadukan kajian normatif dan empiris melalui analisis putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kedua instrumen hukum tersebut belum berjalan seragam. Sebagian hakim mengadopsi Putusan MK untuk memberikan perlindungan hak keperdataan anak melalui pembuktian ilmiah, termasuk tes DNA, sedangkan sebagian lainnya lebih menitikberatkan pada Fatwa MUI untuk menjaga kemurnian nasab (hifz al-Nasl). Selain itu, biaya tes DNA yang tinggi, keterbatasan fasilitas, dan stigma sosial menjadi hambatan utama dalam penerapannya. Kondisi ini memunculkan disparitas putusan yang berdampak pada kepastian hukum dan perlindungan hak anak. Oleh karena itu, diperlukan pedoman yang lebih operasional untuk menyelaraskan hukum Islam, hukum positif, dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
STUDENTS' LEARNING EXPERIENCE ON THE IMPLEMENTATION OF 'STARLIGHT CADRE' ACTIVITY ON STUDENTS' SPEAKING SKILL AT SMAN 1 TUNTANG Trista Ayu Farasya; Alfina Eka Ri’ayatul K.; Nadia Himmatul Aliyyah; Mashlihatul Umami; Agus Setiyono
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) Vol. 12 No. 3 (2025): JEELL Volume 12 Number 3 Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/jeell.v12i3.105

Abstract

This research aims to examine the implementation and effectiveness of the Starlight Cadre activity to improve speaking skills of the students at SMAN 1 Tuntang English Club at the 2025/2026 academic year. This research using a qualitative descriptive research design and included students of the English Club who were selected through random sampling. Interviews, observation, and documentation were utilized in collecting data for information about students' perceptions and experiences. The data analysis were interpreted according to Miles and Huberman's data condensation, display, and drawing conclusions phases. Findings are that the Starlight Cadre is applied actively and systematically through interactive speaking and listening activities such as storytelling, flashcard games, and pair discussions. Students exhibited noticeable improvement in fluency, pronunciation, vocabulary, and confidence. The observation revealed a positive and supportive learning atmosphere that encouraged participation and communication. The program successfully combined communicative and learner-centered approaches to gain linguistic achievement and motivation. The findings show that well-designed extracurricular activities can potentially enhance students' English speaking ability and confidence in future communication.  
ANALISIS STRATEGI PEDAGOGIS GURU DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH: SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN Sri Handayani; Mashlihatul Umami
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8797

Abstract

Literacy culture in Madrasah Ibtidaiyah is an essential foundation for the development of students' character and cognitive skills in the dynamic digital era. This study aims to analyze various effective pedagogical strategies used by teachers in fostering literacy culture through a systematic literature review. The research method used was a literature study of twelve reputable scientific articles from the Scopus database and Sinta 2 journals in the period from 2021 to 2025. The data were analyzed using content analysis techniques to synthesize the findings in depth and objectively. The results of the study identified four main pillars of strategy: strengthening the habit formation ecosystem through teacher role modeling, integrating digital literacy and artificial intelligence, implementing adaptive teaching that prioritizes student well-being, and utilizing texts based on local wisdom. These strategies indicate a paradigm shift from merely technical reading skills to a multimodal process of meaning construction. The discussion emphasizes that a holistic approach combining psychosocial aspects with technological innovation has proven to be most effective in increasing madrasah students' interest in reading and critical thinking. In conclusion, the success of a culture of literacy is largely determined by the synergy between responsive pedagogical strategies and educators' self-efficacy.The implications of this study suggest the need to develop a more inclusive and transformative madrasah curriculum in order to realize the vision of the Golden Generation 2045. ABSTRAK Budaya literasi di Madrasah Ibtidaiyah merupakan fondasi esensial bagi pengembangan karakter dan kecakapan kognitif siswa di era digital yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi pedagogis guru yang efektif dalam menumbuhkan budaya literasi melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap dua belas artikel ilmiah bereputasi dari basis data Scopus dan jurnal Sinta 2 dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mensintesis temuan secara mendalam dan objektif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat pilar strategi utama: penguatan ekosistem habituasi melalui keteladanan guru, integrasi literasi digital dan kecerdasan buatan, penerapan pengajaran adaptif yang memprioritaskan kesejahteraan siswa, serta pemanfaatan teks berbasis kearifan lokal. Strategi tersebut menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar kecakapan teknis membaca menuju proses konstruksi makna yang multimodal. Diskusi menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan aspek psikososial dengan inovasi teknologi terbukti paling efektif dalam meningkatkan minat baca serta nalar kritis siswa madrasah. Kesimpulannya, keberhasilan budaya literasi sangat ditentukan oleh sinergi antara strategi pedagogis yang responsif dan efikasi diri pendidik. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan kurikulum madrasah yang lebih inklusif dan transformatif guna mewujudkan visi Generasi Emas 2045.