Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Senandung dan Ayunan: Cukupkah untuk menghentikan tangisan bayi? Casman; Sri Melfa Damanik; Risna Yuningsih
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 11 No 2 (2022): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v11i2.720

Abstract

Background: Infants aged 0-12 months sleep 10-18 hours per day. Deep sleep in babies has been shown to affect brain development, so it is critical to ensure the baby is sound asleep. Parents must be able to provide a safe environment for their baby and know how to calm them when they cry. Indonesian culture and values have a strong influence on the care of babies after birth. Swinging is a method that mothers have used since primitive times to muffle their baby's crying.Objective: The purpose of this study is to describe the efforts of mothers in Indonesia who swing while humming to calm crying babies.Methods: This study is a simple narrative review in which articles were found using three databases: neliti.com, garuda.kemdikbud.go.id, and Google scholar. Swinging and ngayun are some of the keywords used.Results: According to the search results, 8 out of 187 articles explain that swinging (baayun, bapukung, and ngayun) and humming (dindang, lulabi, or lullabies) are effective in calming children when they cry and can induce sleep in babies.Conclusion: In babies, the process of swinging, which is usually followed by humming, can reduce both the duration and frequency of crying
Sosialisasi Pencegahan Stunting pada Anak Balita di Kelurahan Cawang Jakarta Timur: Dissemination about Prevention of Stunting in Toddlers at Cawang Village, East Jakarta Sri Melfa Damanik; Erita Sitorus; I Made Mertajaya
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 3 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v3i1.2909

Abstract

Stunting merupakan salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <-2SD menurut tabel Z-score WHO. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama masalah stunting pada anak, salah satunya yaitu ketidakoptimalan praktik pemberian makan anak. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pencegahan stunting melalui edukasi praktik pemberian makan yang tepat berdasarkan rekomendasi WHO. Sebanyak 40 ibu yang memiliki anak Balita ikut dalam kegiatan PKM. Metode pelaksanaan PKM yaitu sosialisasi yang dikombinasikan dengan survei secara kuantitatif tentang pelaksanaan praktek pemberian yang dilakukan oleh ibu berdasarkan indikator praktik pemberian makan menurut rekomendasi WHO. Hasil PKM menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre dan posttest peserta setelah diberikan sosialisasi di Kelurahan Cawang, Jakarta timur (P<0,001) dan 90 % ibu mengalami peningkatan pengetahuan. Pemahaman ibu yang memiliki anak Balita tentang pencegahan stunting melalui pemberian makanan yang tepat dapat menurunkan risiko masalah stunting di Indonesia. Kata Kunci : Stunting; Anak Balita; Praktik pemberian makan
Edukasi Kesehatan tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Aspirasi Benda Asing dan Kejang Demam pada Anak di Rumah Sri Melfa Damanik; Erita Sitorus; I Made Mertajaya
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 3 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v3i2.3352

Abstract

ABSTRACT The emergency problem of foreign body aspiration or choking and febrile seizure in Toddlers is a serious emergency condition in children if not treated immediately can be life threatening for child. Observation by caregiver especially parents are very importants way during the child’age period. Handling foreign body aspiration and febril seizures in pre hospital quickly and immediately can prevent number of incident morbidity and mortality for Toddlers. The purpose of this Study is to increase the knowledge and skills of parents about preventing and handling foreign body aspiration and febrile seizures in Toddlers at home. There are thirty mothers who have toddler children participated in this study. The method of this study is online health education via Zoom combinated with a quantitative survey. The results showed that there was asignificant difference between pre and post test values of mother knowledge after being given socialization (P<0,001). Health education activities to parents especially mother or care givers about preventing and handling foreign body aspiration and febrile seizures at home are one effective way to reduce morbidity and mortality of incident injury children in Indonesia. Keywords: Toddlers, Febrile seizure, chocking, role of mother
EDUKASI KESEHATAN TENTANG BAHAYA PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA DI KELURAHAN CAWANG JAKARTA TIMUR Sri Melfa Damanik
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v5i1.4634

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood, and an unstable period in which adolescents seek identity. The problem that occurs in adolescence is that teenagers do not know the dangers of promiscuity which consists of smoking, using drugs and free sex. The purpose of implementing this Community Service (PkM) is to increase the knowledge of teenagers about the dangers of promiscuity. A total of 139 students and students and teachers participated in PkM activities. The method of implementing PkM is conducting online health education zoom meetings by giving pretest and post-test questionnaires filled out by 94 students and 6 teachers. The results of PkM show that there is an increase in good knowledge from 6 respondents (6%) to 8 respondents (8%). Knowledge is sufficient from 20 respondents (20%) to 74 respondents (74%). Knowledge is less than 74 respondents (74%) to only 8 (18%) respondents. Providing education regularly in the community can be one of the right solution to improve public helath status and reduce promiscuity among adolescents in Indonesia. Keywords: Dangers of Promiscuity; Teenager; Smoke; Drugs; Free sex
Deteksi Dini dan Pertolongan Pertama Pada Pasien Serangan Jantung di Kelurahan Cawang Yanti Anggraini; Sri Melfa Damanik
Journal of Social Work and Empowerment Vol 5 No 2 (2026): Journal of Social Work and Empowerment - (Januari-Februari 2026)
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jswe.v5i2.1066

Abstract

Setiap tahunnya lebih dari 36 juta orang meninggal karena Penyakit Tidak Menular (PTM). Secara global, PTM menjadi penyebab kematian nomor satu setiap tahunnya. Kematian “dini” yang disebabkan oleh penyakit jantung terjadi berkisar sebesar 4% di negara berpenghasilan tinggi sampai dengan 42% terjadi di negara berpenghasilan rendah. Peningkatan peran kader, dapat dilakukan dengan memberdayakan program penyuluhan kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam mendeteksi dini serta memberikan pertolongan pertama pada kasus serangan jantung. Kegiatan PkM ini dilaksanakan tanggal 16 Desember 2024 pukul 13.00-18.00 WIB di Kelurahan Cawang yang diikuti oleh 30 peserta masyarakat awan dan kader. Kegiatan PkM ini diawali dengan peserta diukur tekanan darah, nadi, mengisi pre kuesioner, mendengarkan materi dari 2 narasumber, praktek skill BHD (Bantuan Hidup Dasar), sesi tanya jawab dan diakhiri dengan mengisi link post kuesioner tentang deteksi dini serangan jantung. Hasil kegiatan ini adalah peserta terbanyak perempuan sebanyak 29 orang (96,66%). Tingkat pendidikan terbanyak SMA sebanyak 26 orang (86,66%), dan sebagian besar dengan latar belakang pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 28 orang (93,33%). Hasil pretest sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang sebesar 76,66% (23 orang). Hasil post test sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 66,66% (20 orang). Kesimpulan kegiatan PkM adalah praktek skill dan pemberian materi deteksi dini serangan jantung bisa meningkatkan pengetahuan dan keahlian masyarakat dan kader dalam mendeteksi dini serangan jantung. Implikasi agar latihan BHD ini bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengatasi anggota keluarga yang mengalami serangan jantung dirumah.