Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Kesiapan Pengguna Google Maps Sebagai Salah Satu Penerapan Sistem Transportasi Cerdas Tamara Latifah Jasmine; Rohmad Kafidzin
Journal of Economics and Management (JECMA) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jecma.v5i1.1006

Abstract

Information technology in this era can help the users to get what is needed. Measurement of technolgy readiness is necessary with Technology Readiness Index (TRI) approach, to aims determine the readiness level of using technology. On of the technolofy uses in transportation field is application of intelligent transportation system like google maps. A general problem of google maps uses is error reading map or instructions, is cause the user is at in wrong way, like the case of motorcyclist enter the toll road. The author will measure the user's readiness to use a google maps, of academic civitas in Politeknik Rukun Abdi Luhur amounts of 65 peoples, with TRI method measurement. The result is, there are final respondents is 59 peoples. Where, 39 peoples using the method of viewing the display on google maps. The result of TRI measurement indicate that respondents is at medium level which a kumulative value is 3,284. Need an advice to google maps users in using the voice feature to avoid losing focus when driving. Besides that, google maps users also can explore and learn many feature of google maps, like choosing to avoid the toll road for motrocycle
Analisis Manajemen Persediaan Bahan Makanan dengan Metode EOQ rohmad kafidzin; Mariana
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v4i1.2085

Abstract

This study analyzes the inventory management of food ingredients in the Nutrition Unit of Kumala Siwi General Hospital Mijen Kudus by applying the Economic Order Quantity (EOQ) method. The nutrition unit is responsible for providing daily meals for inpatients, so it requires effective and efficient inventory management. The current practice shows high ordering frequency and indications of over stock for several items, especially rice, which may increase ordering and storage costs. This research aims to describe the existing inventory management policies and to evaluate the effectiveness of the EOQ method as an alternative planning tool. The study uses a descriptive quantitative design with data obtained through interviews, observation, and documentation of annual usage, ordering frequency, and inventory-related costs in 2023. EOQ calculations are performed for six types of food ingredients: rice, chicken eggs, carrots, melon, watermelon, and catfish. The results show that the implementation of EOQ reduces the frequency of ordering for all items, for example rice from 96 to 31 orders per year and watermelon from 180 to 10 orders per year. Total ordering costs decrease by 82.84%, from IDR 2,564,000 to IDR 440,000, while total usage costs decrease by 0.47%, from IDR 110,812,200 to IDR 110,295,490. These findings indicate that EOQ is effective in helping the hospital nutrition unit control inventory more efficiently without disrupting the continuity of food service for patients.
Analisis Perbedaan Prioritas Bahaya antara UMKM Mebel dan UMKM Pengolahan Tahu di daerah XYZ: Penelitian Charisha Mahda Kumala; Novi Styaningsih; Hikmah Sekarningtyas; Rohmad Kafidzin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7544

Abstract

Pekerja UMKM sektor informal menghadapi bahaya kerja yang karakteristiknya berbeda menurut jenis industri, namun kajian yang membandingkan langsung prioritas bahaya antara UMKM mebel/perkayuan dan UMKM tahu/olahan kedelai masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan nilai risiko tertinggi pada setiap kategori bahaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) antara UMKM mebel dan UMKM tahu menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif, berdasarkan observasi dan wawancara terhadap pekerja UMKM mebel/perkayuan dan lima pekerja UMKM tahu/olahan kedelai, menghasilkan identifikasi bahaya yang dianalisis menggunakan matriks Probability x Severity (P x S). Hasil menunjukkan nilai risiko tertinggi UMKM mebel mencapai 16 (kategori Tinggi), pada bahaya kimia (debu kayu), ergonomi (cedera tulang belakang saat mengangkat kayu), dan fisik (kebisingan mesin blandar/ketam), sedangkan UMKM tahu hanya mencapai 12 (kategori Tinggi), pada bahaya fisik (kebisingan mesin giling, lantai licin, pencahayaan kurang), mekanik (pisau tajam saat memotong tahu), dan ergonomi (posisi duduk saat mengepres). Perbedaan ini menunjukkan bahwa titik bahaya prioritas pengendalian berbeda antara kedua jenis UMKM.
Edukasi Bahaya Ergonomi dan Teknik Manual Handling bagi Pekerja UMKM Olahan Kedelai di daerah XYZ: Pengabdian Charisha Mahda Kumala; Novi Styaningsih; Hikmah Sekarningtyas; Rohmad Kafidzin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7545

Abstract

Sektor informal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), umumnya memiliki keterbatasan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karena minimnya pengetahuan pekerja mengenai bahaya di tempat kerja serta ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran seorang pekerja pada bagian pengangkatan dan pemindahan karung kedelai di UMKM olahan kedelai “Soya” mengenai bahaya kerja dan teknik kerja aman. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, identifikasi bahaya dengan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), serta edukasi tatap muka disertai demonstrasi teknik manual handling ergonomis. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan bahwa aktivitas kerja didominasi oleh bahaya ergonomi (postur membungkuk saat mengangkat dan mencurahkan beban) dan bahaya fisik/mekanik (lantai licin, troli beroda kecil, dan tumpukan karung tidak stabil), dengan kategori risiko dominan Sedang. Setelah edukasi, pekerja menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya kerja dan mampu mempraktikkan teknik mengangkat beban dengan menekuk lutut, meskipun penerapan konsisten masih memerlukan pembiasaan dan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini juga mendorong pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) dasar berupa sarung tangan grip, sepatu boots anti-slip, dan earplug. Kesimpulannya, edukasi K3 berbasis identifikasi bahaya secara langsung efektif meningkatkan kesadaran keselamatan kerja pada pekerja sektor informal, meskipun keberlanjutannya memerlukan dukungan pemilik usaha dalam penyediaan sarana keselamatan kerja.