Hijrah Saputra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU PRAKERJA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI GAMPONG DAYAH TANOH KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Jumadil Akbar; Teuku Zulyadi; Hijrah Saputra
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Kartu Prakerja dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gampong Dayah Tanoh, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap empat orang warga penerima Program Kartu Prakerja. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pemahaman, motivasi, serta pemanfaatan program oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi mengenai Program Kartu Prakerja umumnya diperoleh melalui media sosial tanpa adanya sosialisasi formal dari pemerintah desa. Motivasi utama masyarakat dalam mengikuti program lebih didominasi oleh keinginan untuk memperoleh insentif dibandingkan peningkatan keterampilan kerja. Pelatihan yang diikuti cenderung bersifat formalitas, sementara insentif yang diterima lebih banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari daripada pengembangan usaha atau peningkatan kapasitas ekonomi. Selain itu, tidak ditemukan adanya pengawasan maupun pendampingan lanjutan dari pemerintah desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Kartu Prakerja memberikan manfaat finansial jangka pendek, namun belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, pengawasan, serta penyesuaian program dengan kebutuhan riil masyarakat desa.
PENERAPAN GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN (GSM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ECOLITERACY SISWA Hijrah Saputra; Zakaria Zakaria; Sri Murtiningsih
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2023): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v6i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) untuk meningkatkan kemampuan ecoliteracy siswa MI Al-Husna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian lapangan yang data-datanya dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat dan metode penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman ecoliteracy setelah diterapkannya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di MI Al-Husna terlihat dari kebersihan di sekolah sudah sangat bersih. Siswa sudah memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan ketika jam istirahat. Selain itu, siswa sudah memiliki kesadaran untuk menanam pohon. Dalam penerapan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam meningkatkan kemampuan ecoliteracy di MI Al-Husna terdapat hal pendukung, yaitu: adanya kerjasama antara pihak sekolah, orang tua dan siswa dalam berkontribusi untuk melakukan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), guru-guru yang mumpuni dalam penerapan ecoliteracy, semangat guru dalam membangun ecoliteracy siswa, media untuk pembelajaran mudah dicari dan lingkungan belajar yang mendukung seperti lingkungan yang bersih, sejuk dan menyenangkan. Di samping itu juga terdapat kendala yang dihadapi, yaitu masih terdapat beberapa wali murid yang belum menyadari tugasnya dalam mensukseskan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan masih terdapat usia siswa yang masih sangat terbilang rendah, yang belum memiliki pemahaman seperti usia kelas tinggi..